Pemuda Muslim Adalah Duta Islam Kafah

Pemuda Muslim Adalah Duta Islam Kafah

Penulis: Dwi Rahayu, S.Kom.*

Muslimah News, FOKUS — Menurut Pew Research Center (PRC), pada 2015, sekitar 1,8 miliar dari populasi dunia atau 24,1% warga dunia adalah pemeluk Islam. Pada 2030, pertumbuhan populasi muslim akan meningkat menjadi 2,2 miliar dan menjadi 2,6 miliar (30% populasi dunia) pada 2050. Dari data PRC ini, potensi demografi pemuda muslim dunia usia 15—28 tahun sebanyak 29%, yaitu sekitar 580 juta.

Sepanjang sejarah peradaban, pemuda memiliki potensi besar. Selain potensi perubahan, pemuda diharapkan menjadi pembangun peradaban. Begitu juga di Indonesia, potensi demografi pemuda Indonesia diharapkan mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045. Mirisnya, potensi besar pemuda muslim saat ini diarahkan sesuai target pembangunan dalam bingkai kapitalisme.

Pelibatan Pemuda Muslim dalam Berbagai Program Duta

Berbagai kementerian dan lembaga pemerintah seolah berlomba-lomba untuk mengoptimalkan peran pemuda melalui berbagai program pemberdayaan berbagai duta.

1. Duta Wisata dan Ekonomi Kreatif

Program ini digagas oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) Sandiaga Uno. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk membuka lapangan kerja baru. Bahkan, Menteri Sandiaga Uno mendukung Gerakan Duta Wisata Milenial yang melibatkan milenial di tiap desa untuk mempromosikan potensi pariwisata di wilayahnya.

2. Duta Lingkungan

Kemenpora meluncurkan Duta Pepelingasih (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih). Menurut Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, pemuda diharapkan bisa peduli lingkungannya. Pemuda juga dituntut untuk menjadi bagian pendorong pada terciptanya kepedulian semangat penyelamatan dunia dari berbagai dampak kerusakan.

3. Duta Damai

Berdiri sejak 2016 oleh BNPT, Duta Damai Dunia Maya dimulai dari empat kota besar, yaitu Medan, Makassar, Jakarta, dan Yogyakarta. Upaya membentuk Duta Damai terus berkembang. Kini, Duta Damai telah berkembang di 13 Provinsi dengan jumlah anggota 542 peserta aktif.

Menurut Kepala BNPT Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., Duta Damai diharapkan dapat mengurangi potensi masuknya paham radikal pada anak muda dan friksi di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia, terutama terkait intoleransi dan propaganda radikal di ruang maya. Baginya, propaganda tersebut harus diimbangi narasi-narasi perdamaian oleh Duta Damai.

4. Duta Moderasi Beragama

Kementerian Agama ditetapkan sebagai leading sector implementasi penguatan moderasi beragama di Indonesia oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas). Hal ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024.

“Kampanye moderasi beragama lingkup Kemenag RI, khususnya di perguruan tinggi keagamaan Islam, positioning mahasiswa adalah sebagai ujung tombak pada kampusnya masing. Mahasiswa menjadi agen, duta, serta influencer moderasi beragama,” ujar Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dit. PTKI) Suyitno via Zoom di Pekalongan, Jawa Tengah (28/03/2022).

Kapitalisme Menjebak dan Mengaborsi Potensi Pemuda Muslim

Sejatinya, berbagai pelibatan pemuda dalam berbagai program duta adalah jebakan untuk membajak dan mengaborsi potensi besar mereka. Hal ini sejalan dengan desain Barat untuk pemuda dalam Youth 2030: UN 2030 Strategy.

Youth 2030 adalah kerangka kerja PBB untuk mengintensifkan peran pemuda di tiga pilar, yakni perdamaian dan keamanan, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan, termasuk masalah lingkungan. Strategi ini berusaha untuk secara signifikan memperkuat kapasitas PBB untuk melibatkan pemuda dan mengeksploitasi pandangan, wawasan, dan gagasan mereka sesuai cara pandang Barat.

Menurut PBB, sejak 2015, peran penting pemuda dalam perdamaian dan keamanan makin diakui dan didokumentasikan. Setelah beberapa tahun advokasi oleh lebih dari 11.000 orang muda dari lebih dari 110 negara, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi resolusi bersejarah, yakni Resolusi DK PBB 2250 tentang Pemuda, Perdamaian, dan Keamanan (2015).

PBB menyebut bahwa pertama kalinya dalam sejarah, Resolusi 2250 berfokus sepenuhnya pada peran laki-laki dan perempuan muda dalam pembangunan perdamaian dan melawan ekstremisme kekerasan.

Berkenaan dengan melawan ekstremisme kekerasan, Resolusi 2250 menekankan pentingnya mengatasi berbagai kondisi dan faktor munculnya radikalisasi dan ekstremisme kekerasan di kalangan pemuda. Ini juga mencatat peran penting yang dapat dimainkan laki-laki dan perempuan muda sebagai panutan positif dalam mencegah dan melawan ekstremisme kekerasan.

Barat menarasikan “radikal dan ekstremisme kekerasan” mengarah pada perjuangan penerapan Islam kafah. Penerapan Islam kafah dalam Khilafah pun dimonsterisasi sebagai “ajaran radikal” dan tidak layak diperjuangkan.

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair pernah menyatakan bahwa ideologi Islam adalah “ideologi setan” (evil ideology). Dalam pidatonya dalam Konferensi Kebijakan Nasional Partai Buruh Inggris, Blair menjelaskan ciri ideologi setan, yaitu (1) menolak legitimasi Israel, (2) memiliki pemikiran bahwa syariat adalah dasar hukum Islam, (3) kaum muslim harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khilafah, (4) dan tidak mengadopsi nilai-nilai liberal dari Barat.

Oleh karenanya, membentuk pemuda sebagai Duta Damai ataupun Duta Moderasi Beragama bertujuan untuk menyebarkan narasi perdamaian ala Barat, yakni moderasi Islam yang sesungguhnya jalan tengah yang menginginkan penghapusan peran agama dalam kehidupan (sekularisme).

Barat berupaya mempromosikan ide-ide rusak, seperti kebebasan, HAM, dan demokrasi, sebagai ide yang harus diadopsi pemuda muslim. Barat mencegah pemuda muslim memahami Islam sebagai agama yang mengatur urusan politik, kenegaraan, ekonomi, sosial, hankam, dan peradilan. Barat khawatir Islam akan menggantikan sistem rusak kapitalisme melalui tangan para pemuda muslim.

—

Berikutnya, terkait perubahan iklim dan lingkungan. Hal penting yang harus disadari oleh pemuda muslim adalah penyebab mendasar masalah lingkungan. Problem mendasar kerusakan lingkungan adalah kapitalisme dan nafsunya yang tidak pernah terpuaskan untuk mengeksploitasi manusia dan lingkungan secara besar-besaran tanpa memperhatikan konsekuensi jangka panjang. Keserakahan industrialisasi kapitalisme oleh negara-negara maju menyebabkan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global.

Sepanjang 2021, emisi karbon hasil pembakaran energi dan aktivitas industri pada skala global mengalami peningkatan. Menurut data International Energy Agency (IEA), emisi karbon dunia pada 2021 paling banyak berasal dari Cina, yakni mencapai 11,94 gigaton CO2. Negara penyumbang terbesar selanjutnya adalah AS (4,64 gigaton CO2), diikuti Uni Eropa (2,71 gigaton CO2) dan India (2,54 gigaton CO2).

Oleh karenanya, menjadikan pemuda sebagai Duta Lingkungan untuk kampanye tanpa disertai penyadaran masyarakat tentang biang kerok kerusakan, menjadi sekadar langkah pragmatis yang tidak menyentuh persoalan mendasar keserakahan kapitalis. Pidato pemuda di ajang konferensi lingkungan dengan mengharapkan kebijakan para politisi tingkat global menjadi isapan jempol belaka.

Sebagai bukti, di Amerika, perusahaan-perusahaan minyak dan gas menyumbang lebih dari $84 juta kepada para kandidat yang mencalonkan diri untuk Kongres AS pada 2018 (Proceedings of the National Academy of Sciences of the US). Pada Juni, seorang pelobi senior dari ExxonMobil dan perusahaan anggota Kamar Dagang AS, tertangkap dalam film yang mengaku bekerja dengan para senator AS untuk mendorong agenda anti-iklim.

—

Selanjutnya dalam UN 2030 Strategy, agenda untuk merealisasikan SDGs, terdapat tujuan ke-8 SDGs, yaitu mengontekstualisasi promosi pekerjaan yang layak bagi pemuda dalam meraih pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Secara khusus, pemuda harus memperoleh pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan agar mampu berkontribusi dalam ekonomi produktif. Mereka butuh akses ke pasar kerja yang dapat menyerap mereka ke dalam angkatan kerja.

Dengan demikian, mendorong pemuda untuk menjadi Duta Wisata dan Ekonomi Kreatif semata mengaborsi potensi pemuda sebagai tenaga kerja murah untuk mendongkrak perekonomian dunia di bawah desain kapitalisme.

Selain itu, mempromosikan pariwisata sebagai tumpuan penyumbang devisa negara justru memalingkan potensi kekayaan utama negeri ini, yakni SDA melimpah yang justru dikuasai asing dan aseng. Chevron, misalnya, produksi perusahaan migas asal AS ini pada 2012 adalah sekitar 35% total produksi minyak di Indonesia, sedangkan ExxonMobil memegang 45% saham di Blok Cepu hingga 2035 dan produksi minyak 165 ribu barel per hari.

Sungguh, pemuda muslim tidak layak masuk ke dalam jebakan Barat sebab akan mengaborsi perannya untuk membangun peradaban gemilang dalam naungan Khilafah.

Pemuda Muslim, Duta Islam Kafah

Pemuda muslim adalah generasi terbaik Islam. Allah Swt. berfirman, “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110)

Generasi terbaik adalah generasi yang beriman kepada Allah Taala, menjadikan Islam sebagai pedoman dalam segala aspek kehidupan, sekaligus berperan besar sebagai duta yang menyerukan Islam kafah, bukan ideologi kapitalisme ataupun sosialisme.

Pemuda muslim zaman now adalah cucu para pejuang dan kreator peradaban. Mush’ab bin Umair adalah teladan duta Islam politik di Madinah. Melalui tangannyalah, tokoh-tokoh berpengaruh bisa masuk Islam dan menjadi penolong dakwah Rasulullah saw.. Sosoknya terlahir dari sistem sahih Daulah Islam yang diterapkan oleh Rasulullah saw. dan diteruskan oleh Khulafaurasyidin serta kekhalifahan setelahnya hingga 13 abad lamanya.

Khilafah yang menerapkan Islam kafah dalam pendidikan terbukti mencetak pemuda pemimpin peradaban. Sosok Muhammad al-Fatih dan Shalahuddin al-Ayyubi adalah hasil dari peradaban emas Khilafah.

Sistem ekonomi yang diterapkan oleh Khilafah juga akan menjamin kesejahteraan rakyat dan pemenuhan kebutuhan tiap individu rakyat tanpa kecuali, muslim maupun nonmuslim. Peran pemuda tidak akan dikerdilkan dengan sekadar meraih “receh” sebagaimana dalam sistem kapitalisme.

Will Durant pun jujur bertutur, “Pada masa pemerintahan Abdurrahman III, diperoleh pendapatan sebesar 12.045.000 dinar emas. Diduga kuat bahwa jumlah tersebut melebihi pendapatan pemerintahan negeri-negeri Masehi Latin jika digabungkan. Sumber pendapatan yang besar tersebut bukan berasal dari pajak yang tinggi, melainkan salah satu pengaruh dari pemerintahan yang baik serta kemajuan pertanian, industri, dan pesatnya aktivitas perdagangan.” (Will Durant, The Story of Civilization).

Saatnya pemuda muslim menjadi duta Islam kafah dengan memperjuangkan penerapan Islam dalam institusi Khilafah ‘ala minhajin-nubuwwah. Wallahualam. [MNews/Gz]

*Muslimah aktivis Surabaya

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *