Muslimah News, NASIONAL — Para tokoh intelektual berikut ini bersepakat bahwa Maulid Nabi menjadi momen mengingat dan merefleksi. Sudahkah kita menjalani syariat yang dibawa Nabi di segenap segi kehidupan? Termasuk turut berjuang agar cahaya Islam kembali menerangi gelapnya jalan.
1. Dr. Isnaeni, M.Si., Apt.

Monumental
MLF 1444 H acara monumental untuk evaluasi derajat kepatuhan dan keberhasilan dalam meneladan karakter perjuangan Rasulullah saw..
2. Dr. Vidia Gati, S.E., Ak., M.E.I.

Kewajiban Menjaga Syariat
Maulid Nabi mengingatkan sosok mulia yang diakui dunia. Mengingat kelahiran beliau, teringat pula kewajiban untuk menjaga syariat dan mengambilnya sebagai jalan hidup satu-satunya yang akan menyelamatkan kehidupan kita di dunia maupun akhirat.
3. Ella Saparianti, S.T.P., M.P.

Barisan Perjuangan
Kelahiran dan kehadiran Rasulullah saw. adalah rahmat bagi alam semesta (QS Al-Anbiya: 107). Syariat Islam yang dibawa beliau sebagai petunjuk, penyempurna, dan penyelamat umat manusia telah merombak peradaban jahiliah menuju peradaban Islam yang mulia.
Keterpurukan umat Islam di abad modern hari ini karena syariat Islam tidak tegak dengan sempurna. Oleh karena itu, melibatkan diri dalam barisan perjuangan penegakan kembali syariat Islam (kepemimpinan politik Islam) pada seluruh sendi kehidupan adalah suatu keharusan dan merupakan wujud kecintaan kita pada baginda Rasulullah saw., dengan mengamalkan, menyebarluaskan, serta memperjuangkan syariat yang dituntunkannya.
Allahumma shalli a’laa Muhammad.
4. Sapriesty Nainy Sari, S.T., M.T.

Bukti Cinta Hakiki
Maulid bukan hanya sekadar perayaan kelahiran Nabi Muhammad saw., tetapi menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan. Perjalanan perjuangan beliau, kepemimpinan beliau patut untuk dijadikan contoh terbaik, itulah bukti kecintaan hakiki. Pada Rabiulawal banyak juga momen istimewa bagi umat muslim. Pahamilah Islam secara kafah maka kita akan bisa menjadikannya pedoman dalam kehidupan.
5. Dr. Izmi Yulianah, S.P., M.Si.

Cahaya
Rasulullah adalah manusia pilihan pembawa risalah Islam yang menerangi gelapnya jalan menuju cahaya. Hanya dengan Islam kaffh, cahaya akan bersinar menjadikan peradaban mulia tegak kembali.
6. Sri Handayani, M.I.Kom.

Refleksi
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Akhir, serta banyak menyebut Allah.” (TQS Al-Ahzab: 21).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. ini menjadi momen bagi kita, kaum muslim, untuk merefleksi sudahkah kita menjadikan Nabi Muhammad saw. sebagai teladan utama dalam berbagai perkara? Sudahkah kita mengambil jalan dakwah untuk meneruskan perjuangan beliau, yakni perjuangan mewujudkan penerapan aturan Islam di setiap segi kehidupan?
7. Heptari Elita Dewi, S.P., M.P.

Muhasabah
Apakah kita bisa diakui oleh Rasulullah jika kita memilih-milih syariat Islam yang diperintahkan kepada kita? Mari muhasabah di momen Maulid Nabi ini. [MNews/Ruh]
