[Kabar] Dedeh Wahidah Berikan Tips agar Anak Berbakti kepada Orang Tua

[Kabar] Dedeh Wahidah Berikan Tips agar Anak Berbakti kepada Orang Tua

Muslimah News, NASIONAL— Konsultan dan trainer keluarga sakinah, Dedeh Wahidah Ahmad memberikan tips untuk memiliki anak yang berbakti dan menjadi harapan setiap orang tua di tengah beratnya kungkungan kehidupan kapitalisme sekuler.

“Mendidik anak dalam kapitalisme ini menjadi lebih berat dan harus berkomitmen dalam membentuknya,” ujarnya dalam sebuah kanal dakwah ideologis, Senin (4/7/2022).

Menurutnya, kita memahami bahwa dasar dari segala sesuatu dalam hidup ini faktor utamanya keimanan. “Iman yang benar menjadi fondasi untuk perilaku yang benar, sebaliknya iman yang salah, sesat, keliru, tidak akan melahirkan ketaatan,” ungkapnya

Dedeh mengatakan, orang tua yang berharap anaknya saleh dan salihah dan menjadi anak yang berbakti tentu akan memperhatikan bagaimana keimanan anak-anaknya.

“Ia akan berupaya  menanamkan keimanan itu kepada anak-anaknya dengan metode yang benar, dengan jalan keimanan yang benar, bukan dogma, bukan pemaksaan karena keimanan itu tidak boleh dipaksakan tetapi harus dengan keyakinan,” jelasnya.

Di dalam keimanan itu, lanjutnya, akan melahirkan konsep hidup yang benar bahwa hidup ini untuk beribadah kepada Allah, hidup ini dalam rangka mempersembahkan amal terbaik untuk Allah.

“Mereka harus tahu amal terbaik itu salah satunya adalah bagaimana memperlakukan orang tua dengan sebaik-baiknya dalam rangka ibadah kepada Allah, bukan semata takut kepada orang tuanya, tetapi karena ingin mengharapkan rida Allah Swt.,” tandasnya.

Birrul Walidain

Dedeh menegaskan sebagai orang tua juga harus menjelaskan kepada anak-anak apa itu birrul walidain, apa kedudukan birrul walidain dalam keimanan? “Birrul walidain itu bukan sekadar akhlak yang baik. Anak-anak harus paham bahwa birrul walidain itu bentuk ketaatan kepada Allah,” terangnya.

Jadi posisi birrul walidain itu sesuatu yang wajib, ucap Dedeh. “Bahkan dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 36, Allah menempatkan birrul walidain setelah perintah untukberibadah kepada Allah,” tambahnya.

Ia melanjutkan, kalau ini dipahami, maka kita tidak akan menyepelekan atau menelantarkan orang tua kita. “Kita ingin menunjukkan amal terbaik (ihsan) karena Allah memerintahkan demikian,” tandasnya.

Motivasi

Menurut Dedeh, penting menjelaskan keutamaan atau fadilah birrul walidain ini sebagai motivasi untuk beramal. “Ketika Allah menjelaskan tentang keutamaan birrul walidain melalui sabda Rasulullah atau di dalam Al-Quran, mudah-mudahan ini menjadi pendorong, menjadi motivasi bagi kita, juga anak-anak kita,” harapnya.

Hal yang tidak kalah penting kata Dedeh, adalah bercerita. “Cerita bagaimana dulu ketika melahirkan mereka, betapa beratnya saat mengandung sebagaimana Al-Quran mengisahkan dalam surat Luqman ayat 15. Mudah-mudahan dengan cerita ini membangkitkan rasa kasih sayang anak-anak kita sehingga dengan kesadarannya terdorong untuk berbakti,” ungkapnya.

Dedeh menuturkan, penting menjelaskan pada anak-anak bagaimana bentuk birrul walidain. “Birrul walidain itu bukan sekadar mendoakan, tetapi mengikuti permintaan orang tua selama tidak melanggar aturan Allah. Bagaimana ketika dinasehati ia menuruti, permintaannya diikuti, larangannya ditinggalkan, kalau orang tua kesulitan dibantu, kalau orang tua punya harapan direalisasikan dan lain-lain,” tegas dedeh mencontohkan bentuk birrul walidain.

Keteladanan

Menurut Dedeh, di antara pendidikan yang paling berpengaruh adalah keteladanan. “Kita juga harus memberikan teladan bagaimana kita juga menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua kita. Jangan sampai kita mengajari mereka untuk berbakti, tetapi kita tidak memberikan contoh,” ujarnya lugas.

Selain itu, kata Dedeh, orang tua juga wajib menunaikan hak-hak anak seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kasih sayang, semuanya diberikan yang terbaik. “Jangan sampai kita menuntut anak berbakti, tapi kita tidak memberikan hak-hak mereka. Ini akan menghalangi mereka untuk berbakti,” sarannya.

Tips berikutnya, lanjut Dedeh, Orang tua wajib menjauhkan anak-anak dari pengaruh yang akan memberikan dampak negatif. “Sekarang banyak tayangan di media sosial tentang perilaku anak durhaka. Anak yang meninggalkan orang tuanya di panti asuhan, memperkarakan mereka ke pengadilan, bahkan ada yang membunuh orang tuanya,” ucap Dedeh memberikan contoh.

Katakan pada mereka, tegasnya, ini adalah contoh yang tidak baik. “Kemudian tips terakhir. Jangan lupa senantiasa bermohon kepada Allah supaya dikaruniai anak-anak saleh-salihah.” [MNews/IA]

#IslamSelamatkanGenerasi

#WaspadaPembajakanPotensi

#KapitalisasiGenerasi

Foto sampul: iStock

Share

One thought on “[Kabar] Dedeh Wahidah Berikan Tips agar Anak Berbakti kepada Orang Tua”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *