Muslimah News, NASIONAL – Beredarnya video dua bocah di Bandung yang melakukan pelecehan seksual kepada dua orang perempuan pengendara sepeda motor, ditanggapi pengamat masalah perempuan, keluarga, dan generasi dr. Arum Harjanti sebagai tanda masyarakat yang sakit.
“Kasus pelecehan seksual, yang dilakukan oleh anak di bawah umur, dan dilakukan di tempat terbuka tanpa rasa takut merupakan tanda rendahnya moral, juga rusak atau sakitnya masyarakat,” tuturnya kepada MNews, Jumat (16/6/2022)
Arum menilai, karena perilaku merupakan cerminan pemahaman, maka kejadian memprihatinkan ini sangat erat kaitannya dengan proses pendidikan.
“Proses pendidikan ini terkait dengan berbagai faktor, diantaranya peran pengasuhan orang tua, kurikulum pendidikan di sekolah, juga lingkungan sekitar, baik perilaku masyarakat langsung maupun perilaku yang tertangkap dalam layar/tayangan akan membentuk kepribadian,” paparnya.
Dengan demikian, lanjutnya ada yang salah pada berbagai faktor tersebut. “Kesalahaan itu berpangkal pada sekularisme yang dijadikan asas oleh negara. Karena sekularisme menjadikan akal manusia dan HAM sebagai sumber segala aturan. Sekularisme juga memberikan ruang kebebasan perilaku,” kritiknya.
Ajam tetapi, menurut Arum, teguran kepada orang tua dan pewajiban orang tua untuk mendidik pelaku sejatinya tidak menggambarkan solusi tuntas. “Apalagi kenakalan anak merupakan buah berbagai faktor yang sangat kompleks dan saling terkait,” imbuhnya.
Solusi Tuntas
Arum menegaskan, solusi tuntas jelas membutuhkan peran aktif negara sebagai pengatur urusan rakyat termasuk sebagai penjaga akhlak, dan penerap sistem kehidupan yang sahih.
“Penerapan sistem sekulerisme kapitalis jelas tidak akan memberikan solusi tuntas karena sejatinya penerapan sistem inilah yang menjadi akar masalah,” analisisnya.
Persoalan ini, menurut Arum, juga menguak adanya persoalan yang terabaikan dalam sistem hukum di Indonesia, terlebih pasca-disahkannya UU TP-KS.
“Perdebatan soal sanksi untuk pelaku yang masih anak- anak dan dilema reaksi korban akan dianggap sebagai tindak kekerasan terhadap anak, menggambarkan betapa lemahnya sistem hukum buatan manusia,” ungkapnya.
Arum berkesimpulan, ini makin membuktikan bahwa kompleksitas persoalan manusia tidak akan mampu dipecahkan oleh akal manusia semata. “Sungguh manusia membutuhkan petunjuk dari Zat yang Menciptakan manusia,” tandasnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, seharusnya negara ini membuang sekularisme dan menggantinya dengan Islam. Islam sebagai sistem yang sempurna datang dari Allah Al-Khalik akan mampu mencegah tindak kemaksiatan. Terlebih, ujarnya, Islam juga memiliki sistem sanksi yang tegas dan memberikan efek jera sehingga dapat menyelesaikan persoalan kekerasan seksual secara tuntas.
“Penerapan Islam secara kaffah akan mencetak individu yang beradab, berakhlak mulia dan takwa kepada Allah,” yakinnya. [MNews/IA]
Foto sampul: Pikiran Rakyat
