Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Pada 50 H, Uqbah bin Nafi Al Fahri atas perintah Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan membebaskan negeri-negeri Afrika. Penaklukan tersebut hingga menguasai daerah Qairuwan yang pada waktu itu masih berupa rimba belantara dan semak belukar yang dihuni oleh binatang buas serta ular raksasa.
Kemudian banyak orang Barbar yang masuk Islam dan mereka membangun tempat tinggal di Qairuwan.
Jihad Fi Sabilillah Bagian Politik Luar Negeri Negara Islam
Penaklukan yang dilakukan oleh Negara Islam merupakan kewajiban dari Allah Swt.. Penaklukan ini berbeda dengan penjajahan yang dilakukan oleh Barat. Dengan amal jihad maka Islam akan tersebar dan rahmat akan dirasakan oleh manusia dimana pun mereka berada. Penyebaran Islam tidak akan memaksa manusia untuk masuk ke dalam Islam, tetapi membuat mereka hidup dengan aturan dari Allah yang sesuai dengan fitrah manusia dan akan membahagiakan hidupnya.
Inilah politik luar negeri Negara Islam yang senantiasa dilaksanakan sejak Rasulullah saw. memimpin Negara Madinah, para khulafaurrasyidin hingga kekhalifahan setelahnya termasuk di masa Muawiyah bin Abu Sufyan.
Sangat banyak ayat Al-Qur’an yang berisi seruan Allah akan amal jihad ini. Allah Swt. berfirman, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran : 142)
Allah Swt. juga berfirman di dalam QS An-Nisa ayat 95 “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.”
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al–Maidah: 35)
Panglima Penakluk Afrika Utara
Afrika Utara adalah kawasan yang wilayahnya membentang luas mulai dari timur hingga barat. Penaklukan Afrika Utara merupakan peristiwa penting dan bersejarah selama masa kekuasaan Muawiyah bin Abu Sufyan. Karena dia membuka jalan bagi kekhalifahan Islam setelahnya untuk menaklukan negeri-negeri lain yang ada di benua Afrika.
Uqbah bin Nafi adalah panglima pasukan yang mendapat amanah penaklukan Afrika Utara ini. Pasukan Uqbah bin Nafi sangat bersemangat dalam penaklukan ini, meskipun jarak yang ditempuh sangat jauh.
Uqba bin Nafi memimpin pasukan muslim ke Afrika Utara dengan melintasi padang pasir Mesir. Dalam perjalanannya, ia mendirikan sejumlah pos militer, salah satunya di wilayah yang kini dikenal sebagai Tunisia.
Wilayah Kekuasaan Khilafah Islam Makin Luas
Di Tunisia, Uqbah bin Nafi membangun sebuah kota bernama Qairuwan yang terletak di 160 kilometer arah selatan sebuah daerah yang kini dikenal sebagai Tunis, ibu kota Tunisia. Uqbah menggunakan Qairuwan sebagai pos utama untuk operasi-operasi selanjutnya.
Pos-pos militer yang didirikan Uqbah ini membentang sepanjang ratusan mil tanpa ada konfrontrasi (perlawanan) yang berarti dari masyarakat setempat. Setelah melintasi wilayah Tunisia, Libya, Aljazair, dan Maroko, ia pun berhasil mencapai pesisir Samudra Atlantik dengan penuh kemenangan. Dengan penaklukan Afrika Utara, banyak penduduk setempat yang masuk Islam dan sebagian tunduk di bawah pemerintahan Khilafah Islamiah.
Khalifah Mu’awiyah bin Abu Sufyan kemudian membangun benteng untuk melindungi kota Qairuwan dari serangan pasukan Barbar dan menjadikan kota Qairuwan sebagai ibukota propinsi Afrika Utara.
Dengan penaklukan Afrika Utara, sekitar 40 tahun kemudian, armada angkatan laut Islam di seluruh Laut Tengah menjelma sebagai yang terkuat dan tidak terkalahkan hingga dua abad berikutnya. Pasukan ekspedisi dari Afrika Utara menduduki Sisilia pada tahun 211 H (837 M). Angkatan laut tersebut hingga masuk ke wilayah pantai Italia dan Prancis Selatan.
”Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al–Anbiya: 107). [MNews/Has]
Sumber : Qadhi Syaikh Muhammad bin Ahmad Kan’an. Daulah Bani Umayah. Al Qowam
Sumber foto: Republika
