Muslimah News, NASIONAL — Pengamat kebijakan publik Emilda Tanjung M.Si. merespons isu transisi energi berkelanjutan yang sudah dianggap sebagai isu prioritas untuk dibahas di dalam pertemuan G20.
Apabila ditelusuri, ujarnya, penyebab utama dari kerusakan bumi dan lingkungan bukan semata-mata penggunaan energi dalam kegiatan industrialisasi.
“Pangkal masalahnya ada pada konsep industrialisasi yang dikembangkan hari ini berbasis eksploitasi sesuai dengan landasan ideologi kapitalisme neoliberal,” tuturnya dalam sebuah Podcast, Jumat (13/5/2022)
Eksploitatif
Emilda menjelaskan, ideologi ini sangat memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengeruk kekayaan alam.
“Dalam kapitalisme, manusia dapat mengeksploitasi sepuas-puasnya serta menciptakan sifat konsumerisme di tengah masyarakat,” jelasnya.
Akhirnya, lanjutnya, konsep ini mendorong manusia untuk menggunakan berbagai macam barang kebutuhan tanpa batas. Hal ini juga yang kemudian ia sebut menyebabkan para kapitalis mengembangkan industri secara global dan mengeksploitasi bumi dan bahwa berdirinya perusahaan multinasional akan senantiasa mengabaikan dampak lingkungan.
“Tujuan mereka semata-mata untuk meraup keuntungan bagi mereka sendiri,” imbuhnya.
Hegemoni
Di sisi lain, menurutnya, dalam sistem kapitalisme neoliberal, negara justru tunduk dan lemah di hadapan korporasi kapitalistik.
“Pemerintah di berbagai negara, termasuk juga di negeri kita ini, tidak mampu menegakkan sanksi yang tegas dan keras kepada pelaku,” tegasnya.
Ia menekankan, pelaku industri yang telah nyata-nyata merusak lingkungan ini juga memiliki motif utama untuk melakukan hegemoni. Agenda transisi energi ini menyebabkan negara-negara di dunia termasuk Indonesia, terjebak dalam hegemoni korporasi dunia yang beralih kepada koperasi energi.
Di akhir, ia mempertanyakan klaim peralihan ke energi berkelanjutan yang bisa menyelamatkan bumi dan menyejahterakan masyarakat.
“Apakah benar pengembangan energi terbarukan ini sejalan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses energi?” tanyanya retorik. (MNews/Nvt)

“Dalam kapitalisme, manusia dapat mengeksploitasi sepuas-puasnya serta menciptakan sifat konsumerisme di tengah masyarakat,”
Sangatlah tepat.