Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, TARIKH KHULAFA—Setelah wafatnya Ali bin Abu Thalib ra., kepemimpinan sementara dipegang oleh Hasan bin Ali. Namun, Hasan menemui adanya perpecahan di kalangan rakyat atas kepemimpinannya. Akhirnya, Hasan menyerahkan kepemimpinan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan dan masyarakat membaiat Muawiyah sebagai khalifah kaum muslim.
Tahun Persatuan
Ibnu Jarir berkata, “Pada 41 H, Hasan bin Ali menyerahkan kendali kepemimpinan umat kepada Muawiyah bin Abu Sufyan.”
Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan atsar dari Zuhri, ia berkata, “Tatkala penduduk Irak membaiat Hasan bin Ali, ia langsung menerapkan syarat kepada mereka agar mereka siap untuk mendengar dan taat, berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan Hasan, serta memerangi siapa saja yang memeranginya. Kemudian penduduk Irak menjadi ragu-ragu. Mereka berkata, ‘Apakah engkau layak untuk diperlakukan seperti itu?’ Pada saat itulah Hasan mengetahui perpecahan dan perselisihan mereka tentang dirinya. Lantas Hasan menulis surat kepada Muawiyah yang isinya menyerahkan kepemimpinan kepadanya dan menjalin perjanjian damai antara dirinya dengan Muawiyah sesuai pilihan mereka berdua.”
Tahun ini pun disebut dengan nama ‘Amul Jama’ah (tahun persatuan) karena semua bersatu di bawah satu kepemimpinan saja sesudah terjadi perpecahan. Jadi, tatkala Muawiyah menjadi khalifah, seluruh rakyat bersatu di bawah kepemimpinannya.
Pemimpin yang Me–riayah Rakyat
Ali al-Madini berkata, “Tindakan Hasan menyerahkan kepemimpinan kepada Muawiyah adalah pada 5 Rabiulawal 41 H. Saat itu, Muawiyah memasuki Kota Kufah, lantas dia berpidato kepada khalayak ramai sesudah pembaiatan dirinya.”
Imam Bukhari bertutur pada kitab Ash Shulh, Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami. Ia mengatakan Sufyan bin Uyainah bercerita kepada kami dari Abu Musa, ia berkata, “Aku mendengar Hasan Bashri berkata, ‘Demi Allah, Hasan bin Ali menghadap Muawiyah dengan membawa serta pasukan batalion yang banyaknya bagaikan gunung, Amru bin Ash berkata, ‘Sesungguhnya aku melihat sejumlah batalion tentara yang takkan dapat dipalingkan sampai dibunuh tanduk-tanduknya.’ Muawiyah berkata kepada Amru bin Ash, ‘Ia demi Allah, adalah yang paling baik dari dua orang pria, Hai Amru, jika mereka membunuh mereka dan mereka memerangi mereka, lalu siapa yang menggantikanku mengurusi urusan rakyat? Siapa yang hendak menggantikanku mengurusi para wanita? siapa yang mengurusi pekarangan mereka untukku?’”
Ahmad bin Hasyim meriwayatkan dari Mubarak bin Fadhalah, dari Hasan , dari Abu Bakrah. Hasan berkata, ”Demi Allah! Demi Allah! Setelah Muawiyah menduduki jabatan khalifah, tidak tertumpah darah kaum muslim pada zaman kekhalifahannya walau hanya sepenuh gelas bekam.”
Meminta Nasihat Ulama
Pada satu kesempatan, sebagai khalifah, Muawiyah bin Abu Sufyan bertanya kepada Abu Bakrah ats- Tsaqofi, “Adakah amanat yang hendak kau amanatkan kepada kami?”
Abu Bakrah menjawab, “Ya! Aku memintamu berjanji wahai Amirulmukminin agar engkau perhatikan dirimu dan rakyatmu, serta beramal saleh. Sungguh, engkau tengah mengenakan kalung keagungan, kekhalifahan Allah di kalangan mahluk-Nya. Bertakwalah kepada Allah karena engkau memiliki tujuan yang kau tak dapat melampauinya. Di belakangmu ada pengejar yang cepat serta hampir sampai ke batas, si pengejar itu akan berhasil menyusul dan kamu kembali kepada orang yang bertanya kepadamu tentang keadaanmu dulu, sedangkan ia lebih mengetahui tentang hal itu daripada kamu. Ini hanyalah introspeksi dan penjelasan, janganlah engkau benar-benar mengutamakan sesuatupun melebihi keridaan Allah.”
Selama Muawiyah menjabat sebagai khalifah, ia berusaha senantiasa menjaga persatuan kaum muslim. Setiap kali ada pemberontakan dari khawarij, Muawiyah bersegera menumpasnya.
Amal jihad juga sangat gencar dilakukan di masa kekhalifahan Muawiyah sehingga kalimat Allah menjulang tinggi dan harta rampasan perang datang kepadanya dari seluruh penjuru dunia dengan jumlah yang sangat banyak. Kaum muslim merasakan keadilan, keamanan, perlindungan, hidup lapang, dan sejahtera. [MNews/Ruh]
Sumber : Qadhi Syaikh Muhammad bin Ahmad Kan’an, Daulah Bani Umayah, Al Qowam
Sumber foto: Republika

Maasyaalloh
Kepemimpinan yg mengemban Al quran insyaalloh amanah