[Ramadan Sedunia] Ramadan di Pakistan, Sanksi Menanti bagi yang Makan pada Siang Hari

[Ramadan Sedunia] Ramadan di Pakistan, Sanksi Menanti bagi yang Makan pada Siang Hari

Muslimah News, RAMADAN SEDUNIA — Pakistan terkenal dengan tradisinya yang unik saat Ramadan, yaitu permainan lempar telur rebus. Para lelaki memegang telur rebus dan mengetukkannya ke telur rebus lawan mainnya untuk saling menghancurkan. Namun, mereka harus menjaga agar telur miliknya sendiri tidak rusak.

Aktivitas puasa Ramadan sangat dihormati di Pakistan. Mereka mengadakan perayaan besar, semua anak yang berpuasa pertama kali berkumpul. Perayaan ini ditujukan untuk untuk menyemangati mereka. Biasanya mereka memakai penutup kepala berlapis emas untuk membedakannya dari anak lain.

Bentuk penghormatan lainnya terhadap Ramadan adalah pemberian sanksi bagi yang tidak berpuasa tanpa uzur syar’i. Pada siang hari, sangat sedikit warga Pakistan yang terlihat makan. Hal ini karena makan atau menjual makanan selama Ramadan adalah pelanggaran hukum di Pakistan. Pelakunya bisa didenda 500 rupee atau sekitar Rp100 ribu jika ketahuan makan, minum, atau menjual makanan pada siang hari Ramadan.

Rasulullah saw. telah menegaskan keharaman tidak puasa Ramadan tanpa uzur syar’i. Rasulullah saw. bersabda,

.من أفطر يومًا من رمضان فى غير رخصة رخصها الله له لم يقض عنه صيام الدهر كله وإن صامه

 الطيالسى، وأحمد، وأبو داود، والترمذى، وابن ماجه، والبيهقى فى الكبرى، وفى شعب الإيمان عن أبى هريرة . الطبرانى ، والبيهقى عن ابن مسعود موقوفًا

”Barang siapa yang berbuka pada siang bulan Ramadan tanpa sebab keringanan yang diberikan oleh Allah Swt., maka tidak dapat diganti meskipun ia berpuasa seumur hidupnya.” (HR Ath-Thayalisi, Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi dari Abu Hurairah, dan dari Ibnu Mas’ud secara mauquf. Al Hafiz Al Haitsami berkata, para rawinya tsiqah (Majma’ Az Zawa’id (3/168))

Syariat ini akan efektif jika diterapkan oleh negara. Selama Ramadan, warga Pakistan tidak perlu risau soal makan sahur dan berbuka. Banyak masjid di sana memberikan makanan secara gratis baik saat berbuka maupun sahur.

Menu khas berbuka puasa muslim Pakistan adalah nihari. Yaitu sejenis semur yang terbuat dari daging domba yang disiram dengan jahe, lemon, dan ghee. Nihari dihidangkan bersama dengan Khameeri roti, yaitu roti pipih dengan potongan seledri dan biji wijen. Umumnya buka puasa bersama diadakan di masjid, tapi di Pakistan yaitu Rawalpindi, Karachi, dan Lahore, buka bersama diadakan di jalan.

Warga Pakistan juga antusias melakukan salat tarawih. Ada yang unik pada salat tarawih di Masjid Faisal yang terletak di Islamabad. Pada tiga hari terakhir bulan Ramadan, ada malam Sabina. Yaitu pengkhataman Al-Qur’an dalam jangka waktu tiga hari dalam salat tarawih. Setiap malam, 10 juz Al-Qur’an dibaca dalam 20 rakaat salat tarawih.

Pada malam Sabina, masjid makin semarak karena dihias dengan lampu berwarna-warni di sekelilingnya. Pada sepuluh hari terakhir Ramadan ada kebiasaan saling tukar makanan antartetangga untuk menu buka puasa. Biasanya menu makanan yang ditukar cukup spesial, seperti chicken karahi, dahi balle, dan chart. [MNews/Rgl]

Sumber foto: Globaltimes

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *