Memahamkan Remaja Muslim bahwa Kebahagiaan Bukan pada Melimpahnya Harta

Memahamkan Remaja Muslim bahwa Kebahagiaan Bukan pada Melimpahnya Harta

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA—Kehadiran crazy rich muda dengan gaya hidup pamer kekayaan menjadi godaan besar bagi generasi muda muslim, termasuk remaja hari ini. Remaja muslim yang belum kukuh keimanannya akan terseret untuk mencoba melalui jalan milenial kaya tersebut tanpa memedulikan halal haram. Dalam pandangan mereka, betapa bahagianya jika bisa hidup mewah sebagaimana seorang crazy rich.

Menjadi warning bagi orang tua dan keluarga, jika menemukan fenomena berpikir seperti ini pada anak remaja kita. Harus ada upaya untuk memahamkan remaja muslim akan makna kebahagiaan hidup yaitu tidak terletak pada melimpahnya harta.

Tanamkan Makna Kebahagiaan Hakiki

Sebenarnya sudah banyak fakta yang menunjukkan betapa banyak orang kaya yang hidupnya tidak bahagia, malah tertekan dengan kerakusan yang tidak pernah mencapai kepuasan. Tidak sedikit dari mereka stres untuk mengamankan aset dan kekayaannya. Atau seperti yang dialami pasangan selebriti kaya yang terjerat narkoba karena berusaha mencari dan tidak menemukan kebahagiaan dalam hidup. Artinya, perolehan kekayaan dan harta yang melimpah tidak menjamin seseorang dapat merasakan kebahagiaan dalam kehidupannya.

Bahagia jika memiliki uang yang banyak dan harta mewah adalah pemikiran yang berasal dari paham kapitalisme, bukan dari Islam. Penganut kapitalisme akan selalu mengejar materi karena kecukupan dan keberlimpahan materi adalah indikator kebahagiaan menurut mereka.

Mereka akan terus memburu materi dan menumpuknya, untuk kemudian memamerkannya kepada orang lain. Pada diri mereka ada kebanggaan ketika orang lain terpesona dan memuji kemewahan hidup mereka. Padahal, Islam tidak pernah mengajari muslim untuk mengejar kebahagiaan semu ini. Oleh karena itu, remaja muslim harus dipahamkan akan hal ini.

Kebahagiaan hakiki bagi setiap muslim adalah ketika dia mendapatkan keridaan Allah Swt.. Remaja mukmin yang taat akan senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya sehingga Allah tanamkan di dalam hatinya ketenangan, keberkahan hidup, dan kebahagiaan.

Allah Swt. telah menjanjikan hal ini dalam firman-Nya, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al-Araf: 96)

Juga firman Allah Swt., “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl: 97)

Remaja Muslim Pandai Bersyukur dan Kanaah

Setiap orang, termasuk remaja, pasti ingin bahagia. Namun kebahagiaan hakikilah yang harus dikejar, bukan kebahagiaan semu yang seperti fatamorgana, mustahil dirasakan keberadaannya.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS Al-Qashash: 77)

Keluarga muslim juga harus memahamkan kepada anak remajanya bahwa dengan senantiasa bersyukur terhadap apa yang Allah berikan, maka setiap muslim akan merasakan nikmatnya pemberian tersebut, dan ini adalah sebuah kebahagiaan.

Allah Swt. berfirman, “Dan ingatlah, ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.’” (QS Ibrahim: 7)

Rasulullah saw. juga pernah bersabda, “… dan ridalah dengan apa yang diberikan Allah untukmu, maka kamu menjadi orang yang paling kaya…” (HR Imam Baihaqi)

Selain pandai bersyukur, remaja muslim juga dibentuk untuk menjadi pribadi yang kanaah (menerima) setiap apa yang Allah rezekikan kepadanya. Walaupun, pemberian itu sangat sederhana. Hal itu akan membuat kita bahagia, nyaman, dan tenteram dalam menjalani hidup.

Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, “Sungguh beruntung seorang muslim, diberi rezeki yang cukup, dan menerima apa yang diberikan Allah kepadanya.” (HR Imam Muslim)

Inilah upaya yang dapat dilakukan keluarga muslim hari ini, agar remaja muslim tidak terpengaruh dengan berbagai gaya hidup yang menyesatkan dan tidak menjanjikan kebahagiaan hakiki.

Doa dan perjuangan mengembalikan peradaban Islam harus terus digencarkan. Karena kebahagiaan hakiki akan mudah diraih ketika kita berada dalam sistem kehidupan yang menerapkan Islam secara kafah.[MNews/Rgl]

Sumber foto: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *