Hati-Hati, Isu Terorisme “Digoreng” Lagi!

Hati-Hati, Isu Terorisme “Digoreng” Lagi!

Penulis: Asy Syifa Ummu Sidiq

Muslimah News, OPINI — Dahulu tenggelam, sekarang timbul lagi.  Isu terorisme kembali “digoreng”. Siapa yang menjadi bulan-bulanan? Tentu umat Islam yang menjadi sasaran. Kali ini juru bicara BNPT Prof. Irfan Idris menyampaikan bahwa tren teroris saat ini adalah menyusup di lembaga, partai politik, atau ormas, yang bertujuan untuk menguasai badan perkumpulan itu. (tribunnews.com, 18/02/22).

Badan buatan penguasa ini kembali membuat gaduh jagat Nusantara. Aksi terorisme yang sudah sepi, kembali muncul dengan penangkapan beberapa aktivis di partai maupun ormas. Kejadian semacam ini sangat disayangkan. Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyesalkan pernyataan tersebut. Menurutnya, seharusnya ada upaya pencegahan sebelum muncul pihak yang menyusup ke tubuh ormas atau parpol.

Siapa Teroris itu?

Bagi masyarakat negeri ini, istilah terorisme sudah menjadi makanan sehari-hari. Sejak awal mula kemunculannya, dengan tragedi Bom Bali serta drama penangkapan para penebar teror itu membuat khalayak berpikir bahwa “mereka ada dan nyata”. Namun seiring berjalannya waktu, isu ini bagaikan sajian yang diulang-ulang. Ada beberapa terduga teroris yang langsung ditembak di tempat. Hal ini pun membuat publik bertanya-tanya. Benarkah teroris itu ada?

Melihat istilah terorisme, berarti mengacu pada tindakan yang menebar teror atau ketakutan. Artinya, segala hal yang berbau menyebarkan rasa takut dapat diduga sebagai terorisme, termasuk negara yang berani menyerang dan membunuh negara lain/penduduk minoritas. Pada kenyataannya, terorisme saat ini selalu dikaitkan dengan Islam. Para teroris itu digambarkan sebagai seorang muslim yang taat, santun, dan baik hati. Namun, benarkah demikian?

Pandangan Islam terhadap Terorisme

Islam jelas mengharamkan segala tindakan yang berbau teror. Jangankan membunuh, menganiaya dan menyebarkan ketakutan saja dilarang. Larangan ini dapat kita lihat pada QS Al-Maidah: 32, “…Barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia….”

Dengan demikian, Islam tidak membenarkan aksi pembunuhan, pengeboman, dll. Dalam dakwah menyebarkan risalah kenabian, Islam telah memberikan contoh. Seperti menyampaikan kebenaran melalui lisan, membantah ide-ide yang menyesatkan kaum muslim hingga memberikan contoh terbaik dalam beramar makruf nahi mungkar.

Akal-akalan Barat

Dalam catatan sejarah, isu terorisme ini muncul saat peristiwa peledakan gedung WTC di Amerika Serikat pada 2001. Setelah itu, invasi besar-besaran terjadi di beberapa negeri kaum muslim. Atas dalih melawan terorisme, AS mengebom dan membunuhi masyarakat tidak berdosa di negara itu. Sejak saat itu pula seluruh negara di dunia harus mengikuti seruan AS melawan terorisme.

Di negeri khatulistiwa sendiri, isu ini mulai naik daun setelah peristiwa Bom Bali. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelakunya kaum muslim. Sejak itu pula di negeri ini istilah terorisme dilekatkan pada muslim.

Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan untuk menebar teror. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa isu terorisme bukanlah asli dilakukan orang Islam. Bisa saja, orang Islam hanya dijadikan kambing hitam. Sedang pelakunya sampai sekarang masih melenggang bebas.

Merugikan Islam

Tidak dapat kita mungkiri, isu terorisme yang menempel pada Islam membuat umat Islam fobia terhadap agamanya sendiri. Alhasil, mereka menjadi takut untuk mengenal Islam lebih dekat. Mereka jadi takut kalau belajar Islam secara mendalam atau berteman dengan orang yang berbaju cingkrang dan menutup aurat bisa dekat dengan teroris.

Anggapan negatif ini secara tidak langsung akan menjauhkan kaum muslim dari agamanya. Kalau umat sudah jauh dari Islam, kebangkitan kaum muslim hanya tinggal mimpi. Orang-orang kafir makin berkuasa. Hal inilah yang diidam-idamkan musuh Islam.

Kaum Muslim Harus Cerdas

Sebagai umat muslim, kita perlu hati-hati menerima setiap istilah, termasuk terorisme yang setiap saat “dimasak”. Jangan sampai kita mau diadu domba. Musuh-musuh Islam akan senang melihat kaum muslim bertengkar satu-sama lain. Hal ini karena mereka akan terus mengobarkan api permusuhan.

“Jika saja orang kafir dari kalangan Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrik mampu untuk menghalangi hujan turun kepada orang-orang yang beriman, niscaya mereka akan menghalanginya karena mereka tidak senang jika kebaikan apa pun macamnya diturunkan kepada kita (karena hujan adalah rahmat, dan rahmat adalah kebaikan dari Allah). Dan jika saja mereka mampu untuk menghalangi ilmu yang bermanfaat itu tersampaikan kepada kita niscaya mereka akan melakukannya. Dan sifat ini tidak hanya khusus dimiliki oleh orang-orang kafir pada masa Rasulullah saw. saja, tetapi sifat ini umum (dimiliki oleh orang kafir siapa saja dan di zaman apa saja semenjak dulu hingga sekarang. Oleh karenanya, bentuk kalimatnya menggunakan fi’il mudhari’ (‘tidak senang’) dan ini menunjukkan kalau itu dilakukan terus-menerus.” (Tafsirul Qurani Karim, Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Baqarah, karya Syekh Shalih al-Utsaimin jilid 1 halaman 105, terbitan Dar Ibnil Jauzi). Wallahualam. [MNews/Has]

Share

2 thoughts on “Hati-Hati, Isu Terorisme “Digoreng” Lagi!”

  1. Kafir barat melalui para boneka nya selalu dan selalu tendensius terhadap Islam dan Muslim

    Sangat disayangkan..ktika justru para boneka nya tsb mengaku muslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *