Penulis: Nindira Aryudhani, S.Pi., M.Si.
Muslimah News, OPINI — Valentino Rossi, kolektor sembilan kali juara dunia MotoGP itu resmi pensiun musim 2021 lalu. Maka tentu saja, pada 2022 ini tidak ada nama Rossi pada balapan jet darat paling dahsyat tersebut. Meski demikian, Rossi akan mengirim dua orang anak asuhnya melalui tim Sky Racing VR46.
Seri balapan MotoGP 2022 memang tinggal menghitung hari. Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia, akan jadi venue tes pramusim pertengahan Februari nanti sekaligus tuan rumah ajang MotoGP 18 – 20 Maret 2022 mendatang.
Namun, benarkah ajang MotoGP hanya soal itu?
Apa Kaitannya dengan Capaian Vaksinasi?
Ajang MotoGP 2022 ini berlangsung di tengah merebaknya varian baru Covid-19, Omicron. Penggalakan vaksinasi Covid-19 di Indonesia pun masih berlangsung, bahkan pemerintah telah menyiapkan strategi berlapis dengan program vaksin booster gratis, yakni vaksin dosis ketiga, yang diprioritaskan “bagi lansia dan kelompok rentan”. Adapun syarat dan ketentuan yang dibutuhkan untuk menerima vaksinasi ketiga ini adalah calon penerima sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua lebih dari enam bulan sebelumnya. (BBC Indonesia, 13/1/2022).
Kelompok lansia menjadi perhatian karena sejauh ini menyumbang porsi yang tinggi atas tingkat kematian akibat Covid-19. Jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia per 12 Januari 2022 mencapai 144.150 kasus, di mana mereka yang berusia di atas 60 tahun atau kelompok lansia menyumbang sekitar 46,8%.
Memang, dalam satu pekan terakhir, jumlah kasus Covid-19 meningkat hampir tiga kali lipat. Per 11 Januari kasus mencapai 802 dari satu pekan sebelumnya sebanyak 299 kasus. Data kenaikan ini diperoleh setelah pemerintah pertama kali mengumumkan adanya transmisi lokal varian Omicron di penghujung 2021. Pemerintah pun memprediksi puncak gelombang varian Omicron sangat mungkin terjadi pada Februari mendatang dengan angka hingga 60.000 kasus.
Namun demikian, program vaksin booster ini membuat sejumlah ahli kesehatan khawatir akan peluangnya mengacaukan target vaksinasi lengkap bagi lansia, yakni justru bisa salah sasaran.
Ahli kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia, Profesor Budi Haryanto menilai program vaksin booster bisa mempengaruhi target vaksinasi untuk lansia yang masih rendah. Menurutnya, karena di satu sisi, dengan adanya sasaran baru yaitu vaksinasi bagi anak-anak dan juga vaksinasi booster, justru akan menjadi beban tersendiri bagi para vaksinator. Maksudnya, peningkatan sasaran vaksinasi semestinya diimbangi dengan peningkatan jumlah pelaksana vaksinasinya.
Sementara di sisi lain, belakangan ini publik diramaikan oleh kasus kebocoran vaksin booster yang diperoleh secara ilegal dengan mengubah status menjadi tenaga kesehatan. Berikutnya, kasus joki vaksin juga terjadi di sejumlah daerah. Kasus-kasus ini tentunya memunculkan keraguan, bahwa vaksinasi booster prioritas bagi lansia dan kelompok rentan akan sepenuhnya tepat sasaran. Dengan kata lain, ada peluang terjadinya ketimpangan distribusi vaksin di Indonesia.
Narasi Vaksinasi Vs. Pariwisata
Bagaimana pun ketika narasi vaksinasi sedang digenjot, yang bahkan lebih tampak setengah dipaksakan ini, bersamaan dengan pelaksanaan ajang balap motor MotoGP di Sirkuit Mandalika.
Pemerintah sendiri mengakuinya. Mengutip CNN Indonesia (11/1/2022), Pemerintah menggenjot program vaksinasi guna mendukung gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang akan diselenggarakan pada 18-20 Maret 2022. Koordinator PPKM Luar Jawa dan Bali sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah menargetkan vaksinasi dosis ketiga tercapai dalam tiga bulan ke depan, yakni sepanjang Januari, Februari, dan Maret.
Menurut Airlangga, pihaknya telah menerima laporan bahwa ajang MotoGP akan disaksikan oleh hampir 64 ribu penonton. Kota-kota di NTB, seperti Mataram sudah siap dengan vaksinasi, dosis keduanya sudah 78 persen. Kemudian Lombok Barat 57,9 persen, Lombok Tengah 61 persen, Lombok Timur 57 persen, dan Lombok Utara 69 persen. (CNN Indonesia, 11/1/2022).
Padahal realitasnya, masih banyak warga yang belum mendapat suntikan dosis pertama dan kedua di berbagai daerah. Bukankah lebih baik penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan secara merata dulu, baru dilanjutkan pemberian dosis ketiga?
Namun, penguasa justru lebih memilih berkilah dengan narasi lain. Diantaranya, adanya pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang mengklaim virus Corona varian Omicron belum masuk ke wilayahnya meski interaksi warga lokal dengan wisatawan tinggi, terutama yang berasal dari Jawa. Kita ketahui penambahan kasus Omicron, pasiennya kebanyakan berada di DKI Jakarta dan kebanyakan dari mereka tertular usai dari luar negeri. (CNN Indonesia, 13/1/2022).
Koster pun menguatkan dengan bukti bahwa angka kesembuhan pasien Covid-19 yang cukup tinggi di Bali. Jumlah kasus positifnya juga stabil di dua digit, yakni rata-rata 11 orang per hari. Secara persentase kumulatif, angka kesembuhan tersebut mencapai 96,4 persen. Dan yang meninggal jarang sekali, kebanyakan nol dalam satu hari.
Tidak pelak, pernyataan Gubernur Bali ini seolah legitimasi bahwa kondisi serupa juga diharapkan terjadi di Mandalika saat event MotoGP nanti.
KEK Mandalika
MotoGP di Sirkuit Mandalika mungkin hanya salah satu ultimate goal. Namun kita tidak boleh lupa, bahwa Mandalika juga KEK (kawasan ekonomi khusus).
Mengutip laman resmi kek.go.id, KEK Mandalika yang terletak di bagian selatan Pulau Lombok itu, ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 untuk menjadi KEK Pariwisata. Dengan luas area sebesar 1.035,67 Ha dan menghadap Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sangat potensial.
Berdasarkan potensi dan keunggulan Mandalika, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) yang telah berhasil mengembangkan Nusa Dua Bali, mengusulkan pembentukan KEK Mandalika. KEK Mandalika memiliki konsep pengembangan pariwisata berwawasan lingkungan dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata yang selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat.
KEK Mandalika adalah KEK yang paling menarik bagi para investor saat ini dan diharapkan menjadi destinasi wisata kelas dunia. KEK Mandalika diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp.40T dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 587.000 tenaga kerja hingga tahun 2025.
Jika boleh melakukan perhitungan profit dari MotoGP, yakni berdasarkan data penjualan 10/1/2022, tiket MotoGP Mandalika 2022 yang telah terjual 4.529 tiket, yang terdiri dari 2.738 tiket harian, 773 tiket weekend pass, dan 1.018 tiket 3 days pass. Tiket harian terdiri tiket hari pertama (18 Maret) Rp 115.000 – Rp 431.250, tiket hari kedua (19 Maret) Rp 287.500 – Rp 1.150.000, dan tiket race day (20 Maret) Rp 575.000 – Rp 1.725.000. Kemudian Paket weekend pass tersedia dengan harga Rp 805.000 – Rp 2.587.000. Untuk kategori VIP Hospitality Suites Deluxe Class tersedia tiket 3 days pass yang dijual Rp 10.000.000. (Tempo[dot]co, 11/1/2021).
Dari data di atas dan target jumlah penonton, kita bisa hitung nominal profit yang akan diperoleh. Dan jika dikomparasikan dengan biaya capaian vaksinasi yang diakomodasi oleh penguasa, angka profit tersebut diperkirakan sudah bisa balik modal.
Abainya Penguasa Vs. Provinsi Termiskin
Betapa ironis, ketika rakyat berharap celah hidup yang sehat di tengah pandemi, ternyata masih terselip ketidaktulusan penguasa mengakomodasi vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar pengobatan Covid-19. Terlalu menyakitkan, ketika narasi vaksinasi “ditunggangi” motif ekonomi bernama ajang MotoGP. Padahal, ajang tersebut jelas sekali milik swasta asing. KEK Mandalika yang konon program milik negara pun nyatanya terkelola atas prinsip bisnis.
Makin menyedihkan lagi, ketika mengetahui bahwa NTB berada di urutan ke-8 sebagai provinsi termiskin di Indonesia, menurut data dari BPS (per November 2021). Persentase kemiskinan di provinsi ini mencapai 14,23% dari jumlah penduduk dan belum menurun secara signifikan.
Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS NTB Arif Chandra Setiawan menjelaskan kontraksi ekonomi sejumlah 1,13% pada kuartal I 2021 menjadi faktor kemiskinan di NTB tidak kunjung turun secara signifikan. Laju inflasi di NTB pada periode September 2020 hingga Maret 2021.
Pada periode tersebut kenaikan pada lima komoditas penting seperti beras naik 1,94 persen, cabai merah naik 175 persen, minyak goreng naik 3,26 persen, susu kental manis naik 1,95 persen dan tepung terigu naik 0,54%. Kemiskinan di NTB juga tidak lepas dari dampak Covid-19 yang terdapat sejumlah 297.850 orang (setara 3,97 persen) penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19.
Apakah lantas adanya MotoGP dan KEK Mandalika mampu menurunkan angka kemiskinan di NTB? Sungguh, gelaran MotoGP justru tidak ubahnya sekadar gelegar internasional. Genjotan vaksinasi Covid-19 hanya ibarat rayuan lipstik pemanis. Namun semua itu sekaligus menunjukkan abainya penguasa terhadap realitas penduduk secara keseluruhan.
Sementara di balik even internasional tersebut, ada arus liberalisasi sebagai harga mahal yang harus dibayar; yakni liberalisasi ekonomi, liberalisasi budaya/generasi akibat eksploitasi pariwisata, kapitalisasi sumber daya alam, deforestasi dan alih fungsi lahan, dsb. Dan apa yang tersisa untuk rakyat selain bencana alam, ancaman krisis moral, terdampak lahan kritis, dan tentunya kemiskinan yang kian menjadi?
Khatimah
Sungguh, kita harus berpegang teguh pada sabda Rasulullah saw., “Imam/Khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat diurusnya.” (HR Muslim dan Ahmad).
Namun, realitasnya jauh lebih pahit. Penguasa muslim di negeri ini telah abai pada rakyatnya. Vaksinasi sebagai hajat umat, bahkan ikhtiar utama bagi pengobatan selama pandemi Covid-19, ibarat telah ditumbalkan demi hajat kapitalisasi. Apakah jika tidak ada MotoGP lantas vaksinasi akan lebih dideraskan? Rasanya meragukan. Namun yang sudah jelas, lagi-lagi MotoGP memang bukan Cuma soal Valentino Rossi. [MNews]

ambyarnya kebijakan penguasa yg tumpang tindih demi eksistensi kekuasan, membuat kebingungan rakyat.. bahkan rakyat hanya jd tumbal bagi kepentingan kapital. Solusi dr ke-ambyar-an ini hanya dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah dlm naungan khilafah