Bencana Sumatra tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan materiel, tetapi juga trauma psikologis. Menurut pemerhati pendidikan dan dunia remaja Diansyah Novi Susanti, S.Pt., dalam konteks ini, pelajar yang menjadi korban bencana bukan sekadar korban kemanusiaan, melainkan aset strategis peradaban yang nasibnya tidak boleh dipertaruhkan dan diabaikan.
