Penulis: Asy Syifa Ummu Sidiq
Muslimah News, OPINI — Lightyear, film terbaru produksi Pixar dan Disney yang menceritakan petualangan luar angkasa Kapten Buzz, menuai kritik. Beberapa adegan film itu memperlihatkan aktivitas kaum pelangi. Padahal, film tersebut dikonsumsi anak-anak. Akibatnya, film ini dilarang tayang di 14 negara. (Sindonews, 19/06/2022).
Propaganda Kaum Pelangi
Ide L687 tampaknya makin masif didengungkan. Betapa tidak, atas dasar hak asasi manusia, propaganda ini terus disebar dengan harapan semua negara di dunia akan menerima aktivitas kaum pelangi. Sebagaimana diketahui, masih banyak negara yang melarang aktivitas menyimpang ini, terutama negara mayoritas muslim.
Bagi produsen Pixar dan Disney, memasukkan ide L687 bukanlah hal terlarang. Dari kacamata mereka, penyimpangan itu sah-sah saja karena tujuan utama pembuatan film tersebut adalah meraup keuntungan. Tercatat, dalam pekan pertama penayangannya, Lightyear meraih untung Rp1,3 triliun. (CNN Indonesia, 20/06/2022).
Paham Kebebasan
Sebenarnya, bukan hanya Lightyear yang menuai kontra. Ada beberapa film yang menuai kontra karena alasan yang sama, semisal Doctor Strange in the Multiverse of Madness, Eternals, dan Onward. Seluruh film tersebut menayangkan adegan sesama jenis.
Pembuatan film sebenarnya tidak bisa terlepas dari pemahaman si pembuatnya. Dari pemahaman tersebut lahirlah berbagai karya yang mengejutkan, tidak terkecuali film dengan adegan L687 di dalamnya.
Bagi dunia Barat yang mengagungkan kebebasan, bukan hal terlarang untuk membuat film dengan propaganda semacam ini. Barat tidak memakai agama dalam kehidupannya. Kalaupun mengakui, mereka hanya menempatkan agama di tempat ibadah. Selebihnya, manusia bebas melakukan apa pun. Inilah sekularisme.
Selama Barat mengacu pada kebebasan berperilaku, ide L687 akan terus tumbuh subur. Meskipun mendapatkan kontra dari negeri muslim, mereka bergeming dan akan terus melakukan hal yang sama. Semua itu demi keuntungan, apalagi saat ini Barat dengan beragam idenya tengah mencengkeram dunia.
Film dalam Islam
Islam merupakan agama yang sempurna. Islam memandang film sebagai produk madaniyah yang dapat dipengaruhi oleh pemahaman tertentu. Islam sendiri mengajarkan dalam membuat film tidak boleh bertentangan dengan aturan-Nya, seperti aktivitas menyimpang kaum pelangi.
Secara fitrah, manusia diciptakan berpasangan. Hubungan keduanya pun diatur dalam pernikahan. Ketika mereka memadu kasih dengan sesama jenis, tentunya ini tidak sejalan dengan cara Islam mengatur hubungan mereka.
Di samping itu, perbuatan kaum pelangi juga dilaknat oleh Allah Taala. Al-Qur’an mengisahkan kemurkaan-Nya atas umat Nabi Luth as. di Negeri Sodom.
وَلَمَّآ أَن جَآءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِىٓءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا۟ لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۖ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ ٱلْغَٰبِرِينَ
“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, ia merasa susah karena (kedatangan) mereka dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata, ‘Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, ia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).’.” (QS Al-Ankabut: 33)
إِنَّا مُنزِلُونَ عَلَىٰٓ أَهْلِ هَٰذِهِ ٱلْقَرْيَةِ رِجْزًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ
“Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.” (QS Al-Ankabut: 34)
Butuh Peran Negara
Untuk membendung penyebaran ide rusak seperti L687, memang butuh kekuatan besar. Sekadar mengandalkan pemboikotan dari 14 negara saja tidak ada gunanya. Selama masih ada yang menerima film itu, pundi-pundi uang tetap akan mengalir ke mereka.
Berbeda jika yang melakukan pelarangan adalah negara adidaya, seluruh pihak akan tunduk dalam setiap keputusannya. Oleh sebab itu, berharap pada AS jelas tidak akan membuahkan hasil karena AS adalah negara tempat paham kebebasan berasal.
Umat Islam hanya bisa berharap pada negara adidaya Islam, sebuah negara yang dapat menyatukan kaum muslim menjadi satu suara. Negara ini juga memiliki kekuatan besar dan ditakuti seluruh musuhnya. Selama beberapa abad silam, umat masih memiliki Khalifah yang selalu menjaga mereka dari segala serangan. Itulah sebab saat ini umat juga butuh Khalifah yang bisa melindungi mereka.
Dengan demikian, keberadaan Khilafah (Negara Islam) sangat penting bagi umat. Beredarnya film yang mengajarkan penyimpangan seksual ini seharusnya memberikan pelajaran bagi kita bahwa anak-anak kaum muslim sedang diintai melalui propaganda L687. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan mereka hanyalah negara adidaya Khilafah. [MNews/Has]
