Penulis: Ummu Naira Asfa
Muslimah News, KELUARGA — Tidak terasa kita telah berada di 10 hari terakhir Ramadan 1443 Hijriah. Hidangan menu ibadah yang melimpah pada bulan mulia ini, apalagi di penghujung akhir, harus kita manfaatkan dan pergunakan sebaik mungkin.
Pada 10 hari terakhir Ramadan, ada malam kemuliaan yang dinamakan Lailatulqadar, malam yang lebih baik dari 1.000 bulan.
Allah Taala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS Al-Qadar: 1)
Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadar: 3—5)
Membersamai anak-anak kita melaksanakan ibadah di momen berharga ini sangat penting. Apa saja yang bisa kita lakukan bersama anak menjemput Lailatulqadar agar lebih bermakna bagi anak dan menjadi kenangan yang indah baginya?
—
Pertama, mengecek salat wajib agar tepat waktu dan memaksimalkan salat sunah, melakukan sedekah dan amal-amal saleh lainnya bersama anak-anak. Jika ternyata kendor, saatnya dikencangkan kembali agar 10 hari terakhir menjadi penutup amalan yang indah.
Dari ‘Aisyah ra., ia berkata, “Dahulu Rasulullah saw. bersungguh-sungguh di 10 terakhir di bulan Ramadan lebih daripada bersungguh-sungguhnya beliau di hari-hari lainnya.” (HR Muslim dan Ahmad).
—
Kedua, memperbanyak tilawah Al-Qur’an kita bersama anak-anak. Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah menurunkan Al-Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Kemudian Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah saw. secara terpisah sesuai dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama 23 tahun.” (Tafsir Al-Qur’an Al ‘Azhim, 14: 403).
Lailatulqadar ini adalah malam turunnya Al-Qur’an secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia. Ajak anak-anak kita memperbanyak membaca Al-Qur’an, atau bagi yang belum lancar tilawahnya, kita semangati anak-anak membaca huruf-huruf hijaiah dengan tajwid sehingga lebih senang belajar huruf Al-Qur’an.
—
Ketiga, mengajak anak iktikaf di masjid pada malam-malam ganjil Ramadan. Terjadinya Lailatulqadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi saw.,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatulqadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir saat Ramadan.” (HR Bukhari)
Disebutkan dalam hadis Aisyah ra. saat bertanya pada Rasulullah ﷺ tentang apa yang diucapkan pada malam-malam yang diharap datangnya Lailatulqadar, beliau ﷺ menganjurkan doa,
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni.”
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf, maka maafkan (ampuni) aku.” (HR Ahmad)
—
Keempat, ajak anak kita memanfaatkan waktu berharga ini dengan bersegera bertobat dan memohon ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Semoga semua kebaikan yang kita lakukan setelah menyadari berbagai kesalahan dan kekurangan, bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang telah kita lakukan pada hari-hari sebelumnya.
—
Kelima, libatkan anak dengan aktivitas dakwah kita saat Ramadan. Kita bisa mengajak tetangga atau anak-anak di sekitar rumah untuk mengajak kajian Islam bersama anak-anak kita dengan mengadakan pesantren kilat Ramadan.
Juga bisa mengadakan variasi kegiatan anak-anak seperti tadarus bersama anak-anak dan remaja. Hal ini untuk menghidupkan suasana Ramadan di lingkungan, tidak hanya di keluarga sendiri.
—
Sampaikan pada anak-anak bahwa aktivitas dakwah untuk mengajak orang lain kepada kebaikan dan mencegah dari segala bentuk kemungkaran harus terus dilakukan meskipun kita sedang berpuasa.
Sampaikan pula bahwa aktivitas dakwah itulah yang akan membuat suasana puasa kita lebih bermakna, menyenangkan, dan makin mendekatkan kita kepada Allah Taala. Kita yakin bahwa kemuliaan (izzah) kaum muslimin adalah janji-Nya. Wallahualam. [MNews/Has]
Foto sampul: Today Line
