[Dunia Remaja] Para Sultan Jadi Inspirasi? Bisa Banget!

[Dunia Remaja] Para Sultan Jadi Inspirasi? Bisa Banget!

Sobat muslimah, hawa-hawa politik kian terasa. Nah, kalian pasti dong punya harapan mengenai sosok pemimpin dambaan rakyat. Di antara para muslimah, tidak sedikit yang akhirnya sadar, mustahil berharap lahir pemimpin merakyat dari sistem yang menyandingkan kekuasaan dengan harta. Lantas, apa sih resep para sultan sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan yang merata?

Penulis: Shezan Adzkayra Gerung

Muslimah News, DUNIA REMAJA – Ngomong-ngomong tentang para sultan, di benak sobat muslimah pasti yang terlintas adalah para selebritas dengan kekayaan bejibun. Istilah “sultan” memang ikonik untuk mereka yang hartanya bikin jiwa miskin meringis. Coba saja tengok challenge cek rekening mereka, angkanya tidak terhitung. Meski demikian, istilah “sultan” ini bukan sesuatu yang baru, lo!

Jika kembali pada sejarah peradaban Islam, istilah “sultan” ini merujuk pada para pemimpin Islam yang berhasil memakmurkan rakyatnya. Kapabilitas mereka dalam memimpin masyarakat menjadi reputasi tersendiri, khususnya bagi Islam dan umat Islam. Mengapa? Karena pada masa kejayaan Islamlah para sultan ini lahir. So, menjadikan para sultan sebagai inspirasi tentu saja bisa. Terlebih di tengah krisis pemimpin seperti saat ini.

Belakangan sih, memang ramai ya, pemberitaan mengenai sosok pemimpin dambaan rakyat. Sayangnya, drama perpolitikan kita tidak lepas dari kongkalikong pengusaha dan penguasa. Alhasil, rakyat hanya menjadi pelengkap untuk drama politik para oligarki. Begitu kekuasaan didapat, rakyat tetap saja gigit jari.

Pemimpin Saat Ini

Sepertinya suhu politik di negeri ini belakangan makin panas ya, sobat muslimah. Meski tahun politik masih lama, riuh dunia perpolitikan sudah kayak panggung konser. Beberapa figur mulai tebar pesona, dari silaturahmi berkedok makan bareng, sampai konsolidasi politik dalam pertemuan terbatas. Yang jelas, mereka yang lagi bersiap menembak kursi nomor wahid di negeri ini, mulai pasang kuda-kuda buat bertarung.

Tidak dimungkiri, hawa-hawa politik kian terasa. Nah, sobat muslimah sendiri pasti dong punya harapan mengenai sosok pemimpin dambaan rakyat. Sebenarnya, harapan rakyat tidak muluk-muluk. Asal amanah dalam mengurusi rakyat, punya visi misi yang jelas bagaimana menyejahterakan rakyat, tidak doyan melelang sumber daya alam (SDA) ke pihak asing, juga paham bagaimana memenuhi kebutuhan rakyat. Syukur-syukur bisa mengurai benang kusut kemiskinan di Indonesia.

Anyway, sobat muslimah pasti sudah kenyang dengan berita. Mungkin juga sebagian sudah memiliki pengalaman politik dan merasakan bagaimana para pemimpin di negeri ini menjadi nakhoda dari sebuah negara. Tidak sedikit yang akhirnya sadar, berharap lahir pemimpin merakyat dari sistem yang menyandingkan kekuasaan dengan harta, ibarat pungguk merindukan rembulan. Mustahil.

Lantas, apa sih resep para sultan sampai-sampai pada masa pemerintahan Islam kesejahteraan itu merata? Ya, tentu bukan hanya para sultan saja yang merasakan kemakmuran, tetapi seluruh rakyat, muslim dan nonmuslim.

Lahir dari Sistem Beken

Tentu saja, pemimpin yang baik membutuhkan support system yang mendukung. Banyak lo rakyat yang memilih pemimpin hanya karena kepribadian yang karismatik, sosok yang merakyat, dekat dengan rakyat, tetapi itu hanya saat kampanye. Setelah naik, tetap saja kebijakannya menyengsarakan.

Nah, jadi sosok dan sistem itu sepaket sobat muslimah. Sepanjang sejarah peradaban Islam, banyak lahir sosok pemimpin negarawan yang mendapatkan dukungan sistem politik yang mumpuni. Pemimpin amanah adalah ia yang memahami bahwa butuh sosok politikus negarawan yang mampu mengurai masalah rakyat, cerdas dan lihai menyelesaikan masalah rakyatnya, ya seperti para sultan pada masa pemerintahan Islam. Di sisi lain, pemimpin ini memahami bahwa amanah yang rakyat berikan di pundaknya kelak akan Allah tuntut pertanggungjawabannya.

Alhasil, ada dimensi akhirat dalam konsep kepemimpinan dan pemerintahan Islam. Di dalam rentang sejarah kejayaan Islam, ternyata ada sekian banyak pemimpin yang berhasil menyejahterakan rakyatnya. Coba deh tengok sejarah Islam, yakin deh kalian pasti mupeng punya pemimpin kayak pada zaman Islam berkuasa. Pemerintah saat ini mah care ke Islam setengah-setengah saja. Misalnya, mau zakatnya, tetapi sistem pemerintahannya tidak mau.

Salah satu sosok pemimpin alias sultan kaum muslimin yang masyhur dan patut jadi panutan pada masanya adalah Umar bin Abdul Aziz. Siapa beliau?

Ia adalah seorang imam dalam permasalahan agama dan dunia, penghafal hadis nabawi, mujtahid, laki-laki yang zuhud, ahli ibadah, serta sosok yang benar-benar layak bergelar pemimpin orang-orang yang beriman.

Ia dikenal juga dengan Abu Hafs, nasabnya Al-Quraisyi Al-Umawi. Ayahnya adalah Abdul Aziz bin Marwan, salah seorang gubernur dari Bani Umayah, seorang pemberani lagi suka berderma. Abdul Aziz menikah dengan seorang wanita salihah dari kalangan Quraisy lainnya, wanita itu merupakan keturunan Umar bin Khaththab ra., ialah Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khaththab, ibu Umar bin Abdul Aziz. Abdul Aziz merupakan laki-laki saleh yang baik pemahamannya terhadap agama.

Pada masa Umar bin Abdul Aziz inilah, masyhur dalam kisah sejarah peradaban Islam yang menyebutkan bahwa Khalifah Umar bin Abdul Aziz berhasil menyejahterakan rakyatnya hingga saat para pegawai Khilafah berkeliling untuk menyalurkan zakat dari baitulmal, tak satu pun rakyat daulah yang mengambilnya, saking sejahteranya mereka pada saat itu. Masyaallah.

Pemimpin seperti ini nih, yang jadi dambaan umat. Apa adanya, minus pencitraan. Kerja ya memang kerja untuk kemakmuran rakyat, bukan sebatas slogan. Mereka mengurusi urusan rakyat dengan pengurusan yang total, semata karena takutnya mereka kepada Allah Swt..

Pemimpin seperti beliau tidak mungkin lahir dari sistem kapitalisme sekuler seperti saat ini. Mengapa? Sebab sistem ini meminggirkan peran Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Boro-boro takut kepada Allah, mereka lebih takut jika lingkaran oligarkinya tidak ketiban jatah. Alhasil, mereka mengurusi rakyat setengah hati.

Jadi nih, sobat muslimah, yuk pahami Islam sebagai satu sistem hidup, bukan sekadar agama yang mengatur ibadah ritual. Sebab para sultan telah memberikan teladan dan sejarah. Mereka pun telah menampakkan bukti bahwa Islam sebagai sistem hidup pernah ada dan akan hadir untuk kedua kalinya. Yuk, sama-sama kita perjuangkan! [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *