Penulis: K.H. Hafidz Abdurrahman
Muslimah News, NAFSIYAH — Yakin atau tidak, Islam pasti menang karena itu memang janji Allah. Bahkan, Allah Swt. mengulang ayat ini dengan akhiran yang berbeda, sebanyak tiga kali,
هُوَ ٱلَّذِیۤ أَرۡسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلۡهُدَىٰ وَدِینِ ٱلۡحَقِّ لِیُظۡهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّینِ كُلِّهِۦ
“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan atas segala agama…”
Pertama, QS al-Fath ayat 28 dengan akhiran “Wakafa Billahi syahida” (Cukuplah Allah yang Menjadi Saksi). Kedua, QS as-Shaf ayat 9. Ketiga, QS at-Taubah ayat 33. Keduanya dengan akhiran, “Walau Kariha al-Musyrikun” (Meski orang Musyrik tidak menyukainya).
QS al-Fath ayat 28 turun dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah setelah Umrah Hudaibiyah pada 6H, sebelum Makkah takluk di tangan kaum muslim. QS as-Shaf ayat 9 dan QS at-Taubah ayat 33 turun setelah penaklukan kota Makkah pada 9H.
Inilah janji Allah dan janji itu terbukti. Islam pun berkuasa selama 14 abad di muka bumi, sampai akhirnya payung kekuasannya dihancurkan. Kini, setelah 101 tahun, Islam dan umatnya tidak lagi mempunyai payung.
Islam kembali hidup adalah harapan kaum muslim. Harapan dunia. Terlebih saat kapitalisme benar-benar sudah keropos luar dalam. Sosialisme dan komunisme pun sudah runtuh.
Buku “Inhiyar ar-Ra’sumaliyah wa Dhuhur al-Islam” ini ditulis oleh Dr. Muhammad Malkawi yang pernah hidup di Uni Soviet di era sosialisme dan hidup di AS yang menerapkan kapitalisme. 11 tahun setelah beliau memprediksi kehancuran Uni Soviet dan sosialisme, akhirnya prediksi beliau terbukti.
Semua dipaparkan secara gamblang di dalam buku ini. Begitu juga prediksinya akan kembalinya Islam sebagai solusi, bukan ancaman. Beliau pun menjelaskan bahwa saat ini dunia benar-benar hidup dalam kegelapan.
Iya. Seperti judul kitab al-Hafidz Ibn Katsir, “Al-Bidayah wa an-Nihayah”. Semua ada awalnya. Semuanya pun ada akhirnya. Begitulah kehidupan.
Tetapi, Islam akan tetap kukuh sebagai cahaya kehidupan umat manusia. Permasalahannya, apakah umat manusia, khususnya umat Islam, benar-benar sudah siap menyambut kembalinya Islam atau tidak, sebagaimana Madinah? [MNews/Nsy]
