[Nafsiyah] Mengabaikan Amanah Termasuk Ciri Orang Munafik

[Nafsiyah] Mengabaikan Amanah Termasuk Ciri Orang Munafik

Muslimah News, NAFSIYAH — Rasulullah saw. pernah mewasiatkan kepada Ali bin Abi Thalib, “Wahai Ali, bagi orang munafik itu ada tiga tanda, yaitu jika bicara dia bohong,  jika berjanji ingkar, dan jika diberi amanat dia berkhianat dan tidak berguna bagi orang munafik nasihat (tidak ada efeknya nasihat bagi orang munafik).”  (Kitab Wasiyat al-Musthafa).

Allah Swt menyampaikan dalam firman-Nya, “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya, serta orang yang memelihara salatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) akan mewarisi (surga). Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Mukminun: 8—11)

Kita memahami bahwa bagi mereka yang mengabaikan amanahnya dikatakan Rasul sebagai salah satu ciri orang munafik dan dosa baginya di hadapan Allah Taala. Sementara, bagi mereka yang memelihara amanahnya, mereka akan mewarisi surga dan kekal  di dalamnya.

Ada dua pilihan yang diberikan kepada seorang muslim terkait amanah, yakni mengabaikan atau memeliharanya. Kita pasti akan memilih menjadi bagian orang-orang yang beruntung, bukan munafik. Sebab ada jaminan surga bagi mereka yang memelihara amanah.

“Jaminlah enam hal untukku dari diri kalian, saya akan menjamin surga untuk kalian, jujurlah jika bicara, tepatilah jika kalian berjanji, tunaikanlah amanat jika kalian diberikan amanat, jagalah kemaluan kalian, tundukkan pandangan kalian dan tahanlah tangan kalian.” (HR Ahmad)

Orang munafik diganjar dosa di hadapan Allah Taala. Kita khawatir atas dosa tersebut yang menyeret kita masuk ke neraka dan kekal di dalamnya. Ada tiga hal yang kita takutkan dari dosa.

Pertama, catatan keburukan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Kedua, hukuman yang akan menimpa kita di dunia. Ketiga, ditampakkan kehinaan kita di Padang Mahsyar. Setiap dosa yang dilakukan manusia ada perhitungannya dari Allah Swt.

Dari Abu Ya’la Rasul saw bersabda, “Keaiban dan kehinaan yang dialami oleh anak Adam (yang berdosa) kelak di hari Kiamat di hadapan Allah mencapai tingkatan yang membuat diri orang yang bersangkutan berharap agar dirinya segera dimasukkan ke dalam neraka (karena malu yang sangat).”

Semoga kita buka menjadi bagian dari orang-orang munafik karena mengabaikan amanah, melainkan menjadi bagian orang yang beruntung karena memeliharanya. Amin. Wallahul muwafiq. [MNews/Rndy]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *