[Nafsiyah] Sifat Malu, “Perhiasan” Perempuan

[Nafsiyah] Sifat Malu, “Perhiasan” Perempuan

Muslimah News, NAFSIYAH — Salah satu ciri wanita salihah ialah memiliki sifat malu. Jika sifat malu bagi perempuan hilang maka ini adalah pertanda kemaksiatan, salah satunya perzinaan akan terus berlangsung. Dalam Islam perempuan dididik dengan sifat malu.

Berbeda dengan Barat yang justru menjadikan perempuan tidak memiliki sifat malu dengan menggelar berbagai kontes kecantikan yang menonjolkan fisik mereka. Barat menyebutnya sebagai bentuk menghargai kelebihan yang dimiliki perempuan (dari sisi kecantikan fisik), padahal perempuan “dijajakan” sebagai komoditas untuk kepentingan korporasi.

Perempuan memiliki peran strategis dan penting di tengah-tengah peradaban, karena rahim yang taat akan melahirkan janin yang taat. Pahlawan Islam tidak pernah jauh dari rahim yang taat kepada Allah Swt.. Sebaliknya, jika muslimahnya “bengkok” maka yang dilahirkannya pun juga “bengkok”.

Syekh Muhammad bin Musa as-Syarif  dalam kitab Haya’ al-Mar’ah Ushamh wa Unutsah wa Zinah mengatakan, “serangan bertubi-tubi dunia luar yang mencoba merubuhkan kemuliaan perempuan, termasuk memudarkan sifat malu.”

Sementara para perempuan dalam Islam memiliki sifat malu, seperti yang ditunjukkan oleh Asma’ binti Abu Bakar ra.. Ia pernah menghindar bertemu sekelompok sahabat dari kalangan Ansar lantaran malu. Rasul saw. pun menyarankannya agar mengambil arah lain.

Sifat malu bagi perempuan merupakan perhiasan serta kehormatan dirinya. Salah satu bukti kecintaan terhadap Allah Swt. dan para Rasul-Nya adalah dengan memiliki rasa malu. Sifat malu bagi perempuan akan membentengi dirinya dari tindakan yang tercela.

Misalnya, perempuan yang memilki sifat malu akan menahan dirinya untuk berdandan menonjolkan kecantikan dirinya di hadapan publik. Apalagi ia memahami diharamkan bagi perempuan untuk bertabaruj (menonjolkan kecantikan wajah dan tubuh pada lelaki asing). Lalu, ia pun menahan dirinya untuk berjoget-joget di hadapan publik, baik di media sosial dan langsung di hadapan masyarakat luas.

Ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah, dan Al-Qafal dari Syafi’iyyah memakruhkan joget dengan alasan karena ia adalah perbuatan dana’ah (rendah) dan safah (kebodohan). Dan ia merupakan perbuatan yang menjatuhkan wibawa. Dan ia juga merupakan lahwun (kesia-siaan). (Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyah).

Syekh Muhammad bin Salih Al-Utsaimin mengatakan, “ Berjoget/ menari hukum asalnya makruh. Namun, jika dilakukan dengan cara yang nyeleneh atau meniru orang kafir maka menjadi haram.” (Liqaa Baabil Maftuh, 41/18).

Kita saksikan bersama, sebagian besar dari perempuan saat ini telah kehilangan rasa malu. Berjoget di hadapan khalayak ramai menganggap perkara tersebut hal yang menyenangkan dan indah dipandang berbagai sorotan mata. Apalagi hal itu dilakukan oleh kaum muslimah, justru ia sedang menjatuhkan kemuliaan dan kehormataannya.

Semestinya kaum muslimah menghiasi diri mereka dengan sifat malu. Malu jika ia melanggar larangan-Nya serta tidak menaati perintah-Nya. Sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR Ibnu Majah no.4181)

Dalam hadis yang lain Rasul saw. bersabda, “Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya diangkat maka yang lain pun akan terangkat.” (HR Al Hakim)

Duhai saudariku, sifat malu merupakan bagian dari akhlak Islam. Sementara bagi perempuan ia merupakan mahkota kemuliaan. Sifat malu menjadikan dirinya terhormat dan dimuliakan. Hendaknya menjadi peringatan bagi kaum muslimah hadis Rasulullah saw., “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, Pertama. Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan keduapara wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR Muslim)

[MNews/Rind]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *