Keimanan pada hari kiamat tidak hanya terbatas meyakini bahwa hari kiamat adalah hari akhir. Namun juga meliputi meyakinan bahwa hari kiamat merupakan waktu berakhirnya semua eksistensi makhluk ciptaan Allah Swt. di dunia, keyakinan bahwa pada hari itu manusia akan diberi catatan amal perbuatan mereka ketika di dunia, keyakinan bahwa surga dan neraka adalah benar, bukan imajinasi, dan keimanan kepada nikmat surga, dan keimanan bahwa azab neraka benar-benar dapat dirasakan.
Penulis: Ustaz Hafidz Abdurrahman
Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Keimanan pada hari kiamat tidak hanya terbatas meyakini bahwa hari kiamat adalah hari akhir, tetapi juga meliputi:
1. Keyakinan bahwa hari kiamat merupakan waktu berakhirnya semua eksistensi makhluk ciptaan Allah Swt. di dunia. Semua yang ada dibinasakan, kemudian Allah menghidupkan kembali mereka, meskipun telah menjadi berkeping-keping, sebagaimana Allah akan mengembalikan nyawa mereka. Firman Allah Swt.,
“Dan ada yang bertanya, ‘Siapakah yang akan menghidupkan kembali tulang-tulang yang telah bercerai-berai?’ Katakanlah (Muhammad), ‘Yang menghidupkannya adalah Zat Yang telah menciptakannya pertama kali.’” (QS Yasin: 78-79)
2. Keyakinan bahwa pada hari itu manusia akan diberi catatan amal perbuatan mereka ketika di dunia. Allah Swt. berfirman,
“Tiap orang telah Kami kalungkan catatan amal perbuatannya di lehernya (masing-masing), dan Kami akan keluarkan untuknya pada Hari Kiamat itu satu catatan yang akan menemuinya dalam keadaan terbuka.” (QS al-Isra’: 13)
Orang-orang yang beriman akan diberi kitab catatan amal perbuatan mereka, dan mereka akan menerimanya dengan tangan kanannya. Sedangkan orang-orang kafir akan menerimanya dengan tangan kirinya,
“Sedangkan orang yang diberi catatan amal perbuatannya dari sebelah kanannya, dia akan dihitung amalnya dengan perhitungan yang ringan dan dikembalikan pada keluarganya dengan suka cita. Sedangkan orang yang diberi catatan amalnya dari sebelah punggungnya, maka dia akan berteriak, ‘Celaka.’ dan dia akan dimasukkan dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS al-Insyiqaq: 7-12)
“Sedangkan orang yang diberi catatan amal perbuatannya dari sebelah kiri, maka dia akan mengatakan, ‘Alangkah baiknya jika saya tidak menerima catatan amal saya, dan tidak tahu mengenai perhitungan amal saya. Seandainya saja kematian di dunia menjadi pemutus (yang menyelesaikan segalanya). Harta saya sekali-kali tidak bisa memberi manfaat kepada saya. Telah hilang kekuasaan dari saya.’ (Allah berfirman), ‘Tangkap dia, dan belenggulah, kemudian masukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala lalu ikatlah dengan rantai besi yang panjangnya tujuh puluh hasta.’” (QS al-Haqqah: 19-32)
3. Keyakinan bahwa surga dan neraka adalah benar sebenar-benarnya, bukan imajinasi. Surga adalah tempat yang diciptakan untuk orang-orang mukmin yang tidak akan dapat dimasuki oleh orang-orang kafir. Allah Swt. berfirman,
“Dan surga yang luasnya antara langit dan bumi yang disediakan kepada orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran: 133)
“Dan para penghuni neraka itu memanggil-manggil penghuni surga. ‘Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang diberikan oleh Allah kepada kamu.’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya untuk orang-orang kafir.”” (QS al-A’raf: 50)
“Itulah surga yang Kami wariskan kepada hamba Kami yang bertaqwa.” (QS Maryam: 63)
Orang-orang mukmin juga tidak akan pernah abadi di dalam neraka. Allah Swt. berfirman,
“Tidak akan memasukinya, kecuali orang yang amat celaka, yang biasa berdusta serta ingkar dan dijauhkan dari orang yang paling bertakwa.” (QS al-Lail: 15-17)
Allah Swt. akan memasukkan orang Islam yang dikehendaki-Nya, yaitu orang yang dosa besar dan kejelekannya lebih besar daripada dosa kecil dan kebaikannya. Mereka kemudian dikeluarkan dari sana dan dimasukkan ke surga. Allah Swt. berfirman,
“Apabila kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang yang kamu kerjakan, niscaya Kami akan hapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa kecil kamu) dan Kami akan masukkan kamu ke tempat mulia (surga).” (QS an-Nisa’: 31)
“Dan adapun orang yang ringan timbangan (amal kebaikan)-nya, tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah Hawiyah itu? (Yaitu) api yang panas.” (QS al-Qari’ah: 8-11)
4. Keimanan kepada nikmat surga, bahwa kenikmatan itu memang benar-benar bisa dirasakan, dan penghuninya bisa makan, minum, berpakaian, dan merasakan kenikmatan-kenikmatan yang lain. Allah Swt. berfirman,
“Mereka dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas (piala), ceret dan minuman yang diambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pusing karenanya dan tidak mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, serta daging burung yang mereka inginkan dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli bagai mutiara yang tersimpan baik sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.” (QS al-Waqi’ah: 17-24)
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, mutiara, dan pakaian mereka adalah sutra.” (QS al-Hajj: 23)
“Mereka memakai sutra halus yang hijau dan sutra tebal yang dipakaikan kepada mereka gelang yang dibuat dari perak, dan Tuhan memberi minum kepada mereka minuman yang bersih.” (QS al-Insan: 21)
“Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan pakaian sutra di dalamnya, sambil duduk bersandar di atas permadani. Mereka tidak merasakan di dalamnya panasnya matahari dan tidak pula dingin yang menusuk dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat dengan mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala yang bening laksana kaca. Yaitu, kaca-kaca yang dibuat dari perak yang telah ditentukan untuk mereka dengan sebaik-baiknya.” (QS Al-Insan: 12-16)
5. Keimanan, bahwa azab neraka benar-benar dapat dirasakan. Penghuninya akan merasakan berbagai azab. Allah Swt. berfirman,
“Pakaian mereka terbuat dari pelangkin (ter) hitam. Dan wajah mereka ditutup oleh api neraka.” (QS Ibrahim: 50)
“Sesungguhnya Kami sediakan untuk orang-orang kafir rantai belenggu dan neraka yang menyala-nyala.” (QS al-Insan: 4)
“Sesungguhnya pohon Zaqum adalah makanan orang-orang yang berbuat banyak dosa.” (QS ad-Dukhan: 43)
Inilah gambaran secara global mengenai keimanan pada hari akhir yang dinukil melalui dalil-dalil naqli. Semuanya bisa memberikan gambaran dengan jelas dan tegas akan hakikat akhirat yang sesungguhnya.
Kelima masalah yang telah dibahas, yaitu keimanan kepada Allah Swt., Malaikat, Kitab, Rasul, dan Hari Kiamat merupakan rukun iman yang wajib diyakini oleh seorang muslim. [MNews/Rgl]
===
Sumber: Hafidz Abdurrahman, Islam Politik & Spiritual
