[Kabar] Aktivis: Tidak Ada Satu Generasi Itu Dilahirkan, kecuali dalam Keadaan Fitrah

[Kabar] Aktivis: Tidak Ada Satu Generasi Itu Dilahirkan, kecuali dalam Keadaan Fitrah

Muslimah News, NASIONAL — Generasi muda saat ini sedang menyimpan beragam kekhawatiran tentang masa depan, kondisi ekonomi, tuntutan untuk terus mengikuti perkembangan zaman, krisis identitas, juga stigmatisasi sebagai generasi stroberi.

Mengulas hal ini, aktivis muslimah dr. Faizah Rosyidah, M.Ked.Trop. menegaskan bahwa tidak ada satu generasi itu dilahirkan, kecuali dalam keadaan fitrah. “Rasulullah saw. menggambarkan, tidak ada satu bayi lahir, yang merupakan kelahiran suatu generasi, kecuali dalam keadaan fitrah. Jadi, bukan lahir sebagai generasi lemah atau membawa DNA kelemahan,” jelasnya dalam sebuah acara di kanal Muslimah Insight berjudul “Gen Z Terhimpit: Antara Tekanan Ekonomi, Hedonis, & Krisis Tujuan”, Sabtu (22-8-2026).

Namun, lanjutnya, perkembangan bayi tadi tetap berada dalam keadaan fitrah atau tidak tergantung dari kedua orang tuanya yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. “Bayi yang lahir memiliki kecenderungan untuk beriman kepada Allah Swt. dan mengikuti tuntunan atau syariat dari Allah Swt. yang telah menciptakannya. Namun, ada proses yang bisa melencengkannya sehingga tidak lagi terikat dengan syariat-Nya, yaitu ketika generasi terebut tidak bisa membina dirinya dengan karakter yang diajarkan Rasulullah saw.,” ujarnya.

Ia membeberkan, karakter tersebut dibentuk dari beberapa hal, yaitu pola asuh dan pola pendidikan dari orang tua dan guru, masyarakat dengan aturan yang dibawanya, serta lingkungan dengan berbagai peristiwa di sekitarnya. 

“Harus diakui, kondisi generasi saat ini berbeda dengan kondisi generasi-generasi sebelumnya. Namun, ini bukan sesuatu yang tidak bisa kita ubah. Justru yang harus disadari adalah mengambil alih proses besar dalam rangka menyiapkan generasi saat ini yang sedang dibajak oleh para kapital dengan ideologi sekuler kapitalismenya. Ideologi ini menjadi sumber kerusakan dan kelemahan, bahkan pada generasi muslim,” urainya.

Ia menilai, transformasi digital saat ini memang memiliki celah yang melemahkan generasi muslim. “Namun, pada saat yang sama bisa menjadi celah kebaikan ketika mereka menjadi generasi yang ‘melek’ dengan fakta di luar dirinya. Mereka bisa mendapatkan informasi dari para ahli di bidangnya di depan mata, tidak perlu pergi jauh. Begitu pula, ketika mereka biasa berpikir secara skala global, akan lebih bisa menerima ide-ide Islam yang bersifat global,” paparnya.

Hal ini, sambungnya, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah saw. dalam hadis riwayat Muslim, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati, kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.”

Jadi, menurutnya, semua hal yang menjadi persoalan generasi saat ini bisa berubah asalkan disikapi secara tepat dengan mengambil solusi Islam. [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *