[Kabar] Serangan ke Iran Gagal, Aktivis: Umat Harus Memaksa AS Mundur dari Dunia Muslim

[Kabar] Serangan ke Iran Gagal, Aktivis: Umat Harus Memaksa AS Mundur dari Dunia Muslim

Muslimah News, INTERNASIONAL — Aktivis dakwah asal Pakistan Musab Umair mengingatkan umat Islam agar tidak kehilangan kesempatan emas untuk memaksa mundur Amerika Serikat (AS). ”Mengingat serangan yang gagal terhadap Iran, umat muslim yang memiliki kekuatan militer dan perlindungan tidak boleh kehilangan kesempatan emas untuk memaksa mundurnya kolonialisme Amerika dari dunia muslim,” tuturnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (27-4-2026).

Pasalnya, menurut Musab, saat Trump menyerang Iran tujuannya membangun tatanan dunia unipolar baru untuk AS, bebas dari hambatan kekuatan-kekuatan besar, seperti Inggris, Prancis, Cina, dan Rusia. ”Kemenangan atas Iran akan memberi AS kesempatan untuk membentuk kembali tatanan global dengan cara yang tidak dapat ia lakukan pada masa jabatan pertamanya,” ucapnya mengutip pernyataan pejabat tinggi AS.

Ia melanjutkan, kerangka kerja untuk tatanan Amerika baru ini muncul di Dewan Perdamaian (BoP) sebagai alternatif bagi PBB, di bawah kendali penuh Trump. ”Jadi, pertimbangan taktis terkait operasi melawan Iran, seperti merebut minyak, masalah nuklir, dan mengendalikan Selat Hormuz, bukanlah tujuan strategis utama,” jelasnya.

Tujuan strategisnya, kata Musab, untuk membangun tatanan dunia Amerika yang tidak tertandingi, Trump berupaya mengakhiri keuntungan Iran bagi Tiongkok dan Rusia, dengan memaksa Iran menjadi negara yang hanya tunduk kepada AS, memproyeksikan kemenangan atas Iran untuk mengirim pesan ancaman kepada kekuatan-kekuatan besar yang lebih kuat, dan menegaskan kembali perdagangan internasional petrodolar, di tengah upaya beberapa negara untuk menghindarinya.

”Namun, Trump gagal meraih kemenangan kilat karena perlawanan yang sengit, berani, dan cerdas dari umat muslim Iran, yang pada saat itu telah meruntuhkan mitos bahwa AS tidak terkalahkan. Pemberian tenggat waktu dan gencatan senjata oleh Trump, serta perpanjangan dan pembaruannya, membuktikan ketidakmampuannya untuk mencapai kemenangan militer yang menentukan. Pemecatan dan penyingkiran jenderal-jenderal Amerika tidak dapat menutupi kegagalan pribadinya,” ulasnya.

Tipu Daya

Karena kegagalannya itu, ucapnya, Trump kemudian sibuk berupaya meraih kemenangan strategis di meja perundingan, melalui tipu daya dan penipuan. ”Trump tampak lemah karena harus bergantung pada beberapa penguasa yang paling rendah, penurut, dan tanpa visi di dunia muslim, yaitu penguasa Pakistan. Adapun Dewan Perdamaian Trump, telah direduksi dari alternatif besar bagi PBB, menjadi saluran yang menyedihkan untuk menyalurkan kekayaan minyak dan gas umat Islam di Teluk, melalui penguasa pengkhianat di Teluk, ke kantong entitas Yahudi,” kritiknya.

Pada titik kritis ini, ia menduga, jika Iran tidak jatuh ke dalam perangkap perundingan, itu akan menjadi tamparan besar lainnya bagi Trump. ”Trump mencoba menjadikan Iran sebagai negara bawahan, setelah sebelumnya menjadi negara dalam orbit kebijakan luar negeri AS. Dengan menolak perundingan, Iran akan mengangkat dirinya menjadi negara merdeka secara lebih permanen. Namun, jika Iran jatuh ke dalam perangkap Trump, maka kesempatan emas untuk memaksa Amerika mundur dari dunia muslim akan hilang,” jelasnya seraya berharap semoga Iran tidak jatuh ke dalam perangkap Trump.

Ia membeberkan, sebagian besar penguasa dan komandan militer muslim tidak melihat dunia tanpa kepemimpinan Amerika, baik dalam tatanan global unipolar maupun multipolar. Bahkan sebagian besar dari mereka secara pribadi mendapat manfaat besar dari keberlanjutan kolonialisme AS di dunia muslim. ”Namun, ada putra-putra muslim di antara mereka yang bercita-cita untuk meraih kebesaran di dunia dan akhirat. Hendaknya kaum muslim ini mempertimbangkan dengan saksama apa yang telah dicapai oleh kaum muslim Iran,” harapnya.

Sejauh ini, sambungnya, muslim Iran telah mencegah Trump untuk memindahkan Amerika dari negara terkemuka di dunia dalam dunia multipolar, menjadi unipolar. Lebih dari itu, jelas Musab, Iran telah melemahkan kedudukan AS di dunia. ”Mereka bahkan telah memberi keberanian kepada negara-negara lemah di Eropa untuk menentang AS, dalam batas-batas tertentu. Mereka telah menginspirasi kaum muslim di seluruh dunia,” pujinya.

Oleh karena itu, dalam pandangan Musab, kesempatan ini seharusnya dimanfaatkan untuk menyerang kepentingan AS dan memaksanya menarik diri dari dunia muslim. ”Serangan tersebut harus mencakup pemutusan semua hubungan militer, ekonomi, dan diplomatik dengan AS, dan mengadopsi sikap perang dengan negara yang secara aktif berperang. Serangan tersebut juga harus mencakup penyatuan tentara muslim, dan formasi paramiliter mereka, di bawah satu Amir Jihad,” tegasnya.

Ia menambahkan, serangan tersebut harus mencakup pengumpulan kekayaan besar umat Islam, termasuk minyak, gas, dan unsur tanah jarang (REE), dalam satu baitulmal untuk mendanai pendirian industri mesin, yang dapat dengan cepat mengakhiri ketergantungan pada persenjataan Amerika. ”Serangan tersebut harus mencakup pengumuman rezim moneter yang dibangun di atas emas dan perak, untuk menantang hegemoni petrodolar. Serangan tersebut harus mencakup pemutusan semua jalur pasokan ke pangkalan militer dan kapal perang Amerika di dunia muslim,” paparnya.

Ia meyakini, tidak ada negara nasionalis yang dapat mencapai perubahan besar untuk mengubah dunia. ”Tidak ada negara selain negara yang memerintah berdasarkan wahyu Allah Swt. yang dapat melakukan perubahan ini. Negara itu adalah Khilafah Rasyidah berdasarkan metode kenabian,” tandasnya.

Menurutnya, yang akan memimpin perubahan ini adalah jemaah dakwah ideologis yang akan meminta dukungan militer dari orang-orang yang memiliki kekuatan dan perlindungan militer.

”Maka, wahai kaum muslim, dukunglah jemaah dakwah ideologis itu dalam mencapai perubahan, sambil tidak mengabaikan amal salih apa pun untuk mendapatkan pertolongan Allah,” pungkasnya seraya mengutip QS Muhammad ayat 7, ”Wahai orang-orang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan mengukuhkan kedudukanmu.” [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *