Muslimah News, NASIONAL — Aktivis dakwah nasional Iffah Ainur Rochmah menegaskan bahwa ukhuah islamiah akan melahirkan kekuatan umat. “Kalau kita bicara ukhuah islamiah, berarti ada harapan perubahan yang perubahan ini tidak hanya pada level individu, tetapi pada level terbangunnya kekuatan umat Islam yang jumlahnya enggak main-main, dua miliar,” ungkapnya di acara Bincang Hangat Tokoh Muslimah dengan tajuk ”Konflik Dunia Retaknya Dominasi Global dan Potensi Kesatuan Negeri Muslim”, Jumat (10-4-2026).
Ia merasa prihatin, saat ukhuah islamiah belum terbangun jumlah umat islam yang dua miliar ini tidak bisa berbuat apa-apa saat saudara-saudaranya di Iran, Palestina, dan Lebanon dibantai oleh segelintir entitas. “Entitas yang mendapatkan dukungan internasional, mendapatkan legitimasi internasional, dan mendapatkan dukungan penuh Amerika Serikat. Siapa lagi kalau bukan entitas Zion*s Yahudi!” cetusnya.
Padahal, lanjutnya, mukmin seluruh dunia itu bersaudara. “Ukhuah islamiah adalah kewajiban yang Allah perintahkan sebagaimana firman-Nya, “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat Rahmat,” jelasnya membacakan QS Al-Hujurat: 10.
Rasulullah saw., kata Iffah, membuat permisalan persaudaraan ini dengan sabdanya dalam riwayat Muslim, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.”
Persatuan Institusional
Iffah menerangkan, kezaliman yang menimpa umat Islam di berbagai belahan dunia dilakukan oleh institusi negara dan aliansi militer global. Namun, ia menyesalkan respons umat saat ini terhenti pada empati individual, doa, dan donasi, di samping sekat nasionalisme yang melumpuhkan potensi pembelaan riil. ”Kita membutuhkan lebih dari sekadar air mata. Kita membutuhkan persatuan institusional,” tegasnya.
Pasalnya, kata Iffah, potensi dua miliar umat tidak akan berdaya tanpa wadah politik yang menyatukannya. “Syariat kafah juga membutuhkan negara yang memberlakukan aturan Allah secara menyeluruh, bukan berdasarkan kepentingan ekonomi atau kompromi politik sekuler,” ulasnya.
Ia juga menjelaskan, ukhuah islamiah itu akan melahirkan kekuatan hakiki umat Islam. ”Ukhuah akan menyadarkan kewajiban syariat sesama, menyatukan perasaan dan dukungan all-out. Ukhuah juga akan melahirkan keberanian menghadapi musuh tanpa khawatir risiko kerugian ekonomi dan kepentingan nasional,” bebernya.
Ukhuah, lanjutnya, akan melahirkan komando riil jihad fisabilillah untuk menghancurkan kezaliman. “Ukhuah akan mengkristalkan perjuangan mewujudkan kekuatan politik tunggal Islam, yaitu Khilafah,” imbuhnya.
Terakhir ia menandaskan pentingnya menciptakan ukhuah islamiah yang dilanggengkan dalam sistem politik Islam, yaitu Khilafah. “Dengan itu, umat Islam punya pemimpin, aturan Islam dipraktikkan secara sempurna sehingga mampu membela kehormatan umat Islam di seluruh dunia dengan jihad, bahkan menjadikan Islam kembali hadir sebagai peradaban yang memimpin dunia,” pungkasnya. [MNews/IA]
