[Kabar] Para Tahanan Palestina dan Masjidilaqsa Jatuh ke Tangan Zion*s

[Kabar] Para Tahanan Palestina dan Masjidilaqsa Jatuh ke Tangan Zion*s

Muslimah News, INTERNASIONAL — Parlemen Zion*s Yahudi Knesset telah mengesahkan undang-undang hukuman mati bagi tahanan Palestina pada Senin (30-3-2026). Sesaat setelah pengesahan, anggota Knesset Itamar Ben-Gvir dan para pengikutnya merayakan dengan minum alkohol sebagai bentuk kegembiraan atas pengesahan undang-undang tersebut.

Sebelumnya, Zion*s Yahudi telah menutup akses Masjidilaqsa bagi para jemaah selama lebih dari sebulan. Kejahatan entitas kriminal Yahudi telah menyebar luas di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Suriah, dan tempat lain.

Juru bicara (jubir) jemaah dakwah ideologis internasional wilayah Palestina angkat bicara menanggapi hal itu. “Al-Aqsa telah menjadi tawanan, terancam dieksekusi dan dihancurkan, sebagaimana yang diproklamirkan oleh para ekstremis entitas Zion*s siang dan malam. Demikianlah, para tawanan dan tempat suci itu telah jatuh ke tangan mereka yang paling memusuhi orang-orang beriman!” ungkapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Selasa (31-3-2026).

Ia menandaskan, kecaman dan seruan dari para ulama yang mendesak dunia muslim untuk turun ke jalan sebelum masjid dihancurkan atau tahanan dieksekusi tidak akan bisa menyelamatkannya.

”Kejahatan itu tidak dimulai dengan perintah eksekusi, tetapi pada hari entitas Zion*s diizinkan untuk memenjarakan seorang muslim Palestina dan pasukan dunia muslim gagal bangkit untuk membebaskannya,” cetusnya.

Ia menyatakan, semuanya dimulai pada hari rezim-rezim yang tunduk berkonspirasi untuk menyerahkan seluruh Palestina dan permata mahkotanya, Masjidilaqsa, kepada entitas Yahudi, kemudian menyerukan perdamaian dengannya. ”Sementara entitas Yahudi menduduki tanah itu dan membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Mereka memenjarakan pria dan wanita dan mengarungi lautan darah yang ditumpahkan oleh rakyat Gaza dan seluruh Palestina,” tuturnya miris.

Ia mengatakan, entitas Yahudi terlalu kecil untuk menduduki Masjidilaqsa karena Allah Swt. telah menetapkan dalam firman-Nya dalam QS Ali Imran: 111, ”Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.”

”Firman Allah Swt. benar dan orang yang mengatakan bahwa umat Islam dengan pasukannya atau sebagian dari mereka, tidak dapat membebaskan Palestina dari laut hingga sungainya dan membersihkan tempat sucinya dari kotoran orang-orang Yahudi dalam satu jam siang hari, adalah pendusta,” tegasnya.

Kewajiban

Oleh karena itu, jubir mengingatkan kepada umat Islam, membebaskan tahanan adalah kewajiban umat muslim dan tentaranya, tetapi menyelamatkan mereka dari eksekusi, terutama ketika tiang gantungan telah didirikan untuk mereka, lebih urgen lagi.

”Berdiam diri terhadap pendudukan Tanah Suci adalah kejahatan, tetapi berdiam diri terhadap penutupan Masjidilaqsa dan ancaman untuk menghancurkannya adalah kejahatan yang lebih besar. Gagal membebaskan Palestina adalah dosa besar, tetapi gagal membebaskannya sementara darah rakyatnya tertumpah, dan Al-Aqsa ditutup dan penghancurannya direncanakan adalah induk dari semua dosa,” jelasnya.

Menurutnya, tugas umat muslim hari ini sama seperti kemarin yaitu bertindak, bukan hanya mengutuk dan mengecam, tetapi membangkitkan semangat keimanan dalam pasukannya, menyalakan api jihad di jalan Allah, dan menggulingkan singgasana para penguasanya dengan mengarahkan pandangannya ke Masjidilaqsa, membebaskannya, dan mengumandangkan kebesaran Allah.

Allah Swt., lanjutnya, telah mengingatkan dalam QS Al-Isra: 7, ”Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.”

“Setiap tindakan yang tidak memenuhi kewajiban ini adalah pengkhianatan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan darah penduduk Palestina serta para tawanan mereka. Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *