[Kabar] Barat Mengutuk Insiden Sydney, tetapi Diam atas Pembantaian di Palestina

[Kabar] Barat Mengutuk Insiden Sydney, tetapi Diam atas Pembantaian di Palestina

Muslimah News, INTERNASIONAL— Telah terjadi insiden serangan penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia, yang menyebabkan 16 orang tewas, termasuk salah satu pelaku penembakan. Serangan itu menargetkan Festival Hanukkah Yahudi di Sydney, Ahad (14-12-2025).

Hanukkah adalah perayaan Yahudi selama delapan hari yang memperingati kemenangan pejuang Yahudi (kaum Makabe) atas penindasan kekaisaran Seleukia pada abad ke-2 SM. Tidak ada satu pun kepala negara Arab maupun Barat yang tidak mengecam insiden itu.

Presiden AS Donald Trump mengeksploitasi insiden tersebut dengan menyerukan negara-negara di dunia untuk melancarkan perang internasional melawan apa yang disebutnya, “terorisme Islam radikal”. Trump juga menyatakan pada resepsi Hanukkah di Gedung Putih, “Semua negara harus bersatu melawan kekuatan jahat terorisme Islam radikal dan kami sedang melakukannya,” ujarnya, Selasa (16-12-2025).

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mencatat bahwa kedua pelaku penembakan, seorang pria dan putranya, termotivasi oleh “ideologi kebencian”. Perdana menteri entitas Yahudi mendesak negara-negara Barat untuk mengintensifkan upaya mereka dalam memerangi antisemitisme dan melindungi komunitas Yahudi. “Saya menuntut agar pemerintah Barat melakukan apa yang diperlukan untuk memerangi antisemitisme dan memberikan keselamatan dan keamanan yang dibutuhkan bagi komunitas Yahudi di seluruh dunia. Mereka sebaiknya memperhatikan peringatan kami. Saya menuntut tindakan segera,” ucapnya, Selasa (16-12-2025).

Juru bicara (jubir) jemaah dakwah Islam ideologis internasional menyayangkan standar ganda para pemimpin Barat yang mengutuk insiden Sydney, tetapi diam atas pembantaian di Palestina. “Kita belum melihat tekad yang sebanding dalam mengutuk kejahatan entitas Yahudi di Tanah Suci Palestina selama dua tahun terakhir. Seperti biasa, opini publik telah disesatkan dengan mengabaikan sepenuhnya motif insiden tersebut karena semua orang berkonsentrasi pada kecaman terhadap tindakan tersebut, terlepas dari penyebab yang mendorong kedua penembak untuk menembak para perayaan,” tuturnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Sabtu (20-12-2025).

Islam Adalah Rahmat

Jubir menegaskan, tidak ada terorisme dalam Islam seperti yang diklaim oleh Barat dan pemimpin aliansi Salib, Trump, karena Islam adalah risalah Illahi dan rahmat bagi semua orang sebagaimana firman Allah Swt. Dalam QS Saba: 28, ”Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”

”Satu-satunya kata yang berasal dari ’terorisme’ yang muncul dalam Al-Qur’an yang mulia adalah dalam konteks berperang di Jalan Allah Swt. melawan musuh-musuh-Nya dari kalangan orang-orang kafir dan penjahat untuk meninggikan firman Allah sebagai yang tertinggi,” jelasnya sembari mengatakan ayat yang dimaksud adalah QS Al-Anfal ayat 60.

Selain itu, ia melanjutkan, Islam menganggap pembunuhan terhadap jiwa yang tidak bersalah sebagai kejahatan besar di antara dosa-dosa yang paling berat sebagaimana firman Allah Swt. QS Al-Maidah: 32, ”Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah   ia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”

Ia lalu mempertanyakan, bagaimana dengan entitas Yahudi yang dengan dukungan penuh aliansi Tentara Salib, membunuh lebih dari 70 ribu jiwa yang tidak bersalah dalam waktu kurang dari dua tahun?

“Apa yang disebut Trump sebagai ‘terorisme islamis’ tidak ada hubungannya dengan Islam dan muslim. Trump tahu betul bahwa terorisme yang ia bicarakan adalah ciptaan negaranya dan aparat keamanannya, serta ciptaan pemerintah-pemerintah agen yang bekerja di bawah komandonya di dunia Islam. Tujuannya untuk melakukan pekerjaan kotor yang diinginkan oleh kekuatan-kekuatan tersebut, kemudian secara keliru menghubungkannya dengan Islam dan muslim,” bebernya.

Hal ini, lanjutnya, dilakukan untuk mendistorsi citra Islam dan menjauhkan manusia darinya. ”Barat takut umat manusia akan meninggalkan pemikiran materialistis Barat yang telah membuatnya sengsara dan kelelahan untuk memeluk agama besar yang penuh rahmat, yaitu Islam,” tandasnya.

Jubir menilai, menyalahkan Islam dan muslim atas insiden Sydney, kemudian menuduh para penembak sebagai antisemitisme adalah upaya menghindari kebenaran dan mengabaikan alasan sebenarnya di balik insiden tersebut.

“Alasan mendasar adalah kemunafikan dan standar ganda yang dipraktikkan oleh Barat. Barat tidak melihat tindakan entitas Yahudi yang membunuh lebih dari 70 ribu orang tidak berdosa dalam waktu kurang dari dua tahun sebagai masalah. Entitas Yahudi terus melakukan pembunuhan bahkan setelah menandatangani piagam dan perjanjian yang mewajibkannya untuk menghentikan pertumpahan darah dengan jaminan dari Barat sendiri,” ulasnya.

 Dengan demikian, ia menegaskan, yang bertanggung jawab atas insiden ini adalah Barat sendiri. “Baratlah yang terus mendukung entitas Yahudi tanpa batas untuk melakukan pembantaian massal, yang membuat, bahkan orang yang paling rasional dan sabar pun, marah dan kehilangan ketenangan,” kritiknya. [MNews/IA]

Share

One thought on “[Kabar] Barat Mengutuk Insiden Sydney, tetapi Diam atas Pembantaian di Palestina”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *