Muslimah News, INTERNASIONAL— Ketua Dewan Kepresidenan, Mohamed Hamdan Dagalo, para wakilnya, dan Perdana Menteri Aliansi Pendiri Sudan, Mohamed Hassan al-Taishi (TASIS), mengambil sumpah jabatan pada Sabtu (30-8-2025) di Nyala, Darfur Selatan, menandai dimulainya pemerintahan paralel TASIS.
Aktivis dakwah wilayah Sudan Ibrahim Usman menduga, di balik sumpah jabatan ini ada rencana Amerika Serikat (AS) memisahkan Darfur dari Sudan. “Langkah ini diduga sebagai bagian dari rencana kriminal AS untuk memisahkan Darfur melalui agen-agennya, termasuk para pemimpin militer, komandan Pasukan Dukungan Cepat (RSF), dan tentara bayaran politik,” jelasnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Selasa (2-9-2025).
Untuk itu, ia meminta kepada rakyat Sudan untuk menghentikan upaya ini. “Jika kalian bertawakal kepada Allah, mohonlah pertolongan-Nya, dan lakukanlah hal-hal berikut, pertama, tolaklah setiap agen pengkhianat yang telah mengambil alih pelaksanaan rencana ini, baik dengan membentuk pemerintahan paralel maupun dengan kelalaian menyerahkan Al-Fasher agar Pasukan Dukungan Cepat dapat menguasai seluruh wilayah Darfur,” pintanya.
Menangkap para Pengkhianat
Kedua, ia meminta agar orang-orang tulus yang ada dalam kekuasaan menggagalkan rencana ini dan menangkap para agen dan pengkhianat. ”Ketiga, kerahkan seluruh energi media, mimbar-mimbar masjid, dan lainnya untuk mengungkap rencana ini, dan mobilisasi rakyat untuk menentangnya,” ajaknya.
Ia juga mengajak orang-orang yang tulus, yang tidak memiliki hubungan apa pun dengan para pengkhianat, termasuk para pemimpin suku, pemimpin klan, pemikir, pembuat opini, pemimpin, politisi, pengacara, dan semua tokoh terkemuka, untuk membentuk penghalang yang tidak tertembus dalam menjaga kesatuan Sudan. ”Bukankah jika ini digabungkan, merupakan kekuatan hebat yang mampu menggagalkan rencana Amerika?” tanyanya retoris.
Ia mengutip firman Allah Swt. Dalam QS Al-Anfal: 30, “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir memikirkan tipu daya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
Terakhir ia menyampaikan hadis Rasulullah saw. riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban, “Sesungguhnya siapa di antara kamu yang berumur panjang akan melihat pertikaian yang besar, maka wajiblah kamu tetap berpegang pada Sunahku dan Sunah khulafurasyidin (para khalifah yang mendapat petunjuk), yaitu orang-orang yang memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” [MNews/IA]

Subhanallah