Muslimah News, INTERNASIONAL— Mengutip I24news (29-8-2024) Netanyahu akan mengadakan pertemuan di Kantor Perdana Menteri Zion*s Israel dengan para pemimpin suku di Al-Khalil (Hebron) untuk membahas penggantian Otoritas Palestina (PA).
Pertemuan tersebut akan dihadiri Menteri Ekonomi Nir Barkat—yang pertama kali mengemukakan rencana tersebut—dan Menteri Pertahanan Katz, bersama pejabat keamanan senior, untuk mengkaji kelayakan mengganti kepemimpinan PA di daerah tersebut dengan klan lokal, kemudian mendirikan entitas dengan kepemimpinan terpisah.
Menyikapi hal tersebut, juru bicara kelompok dakwah ideologis di Palestina kepada Kantor Berita ideologis internasional, Ahad (31-8-2025), menyatakan proyek-proyek Yahudi-Amerika Serikat (AS) adalah proyek kriminal dan pengkhianatan.
Beberapa Catatan
Ia mengemukakan beberapa catatan. Pertama, jelasnya, PA berdiri di bawah sponsor AS atas persetujuan entitas Zion*s Yahudi sebagai bagian dari proyek politik yang didasarkan pada penyerahan Tanah Suci kepada entitas Yahudi dan pemenuhan kebutuhan keamanan demi kepentingan Zion*s.
“PA menjalankan peran berbahaya ini sepenuhnya, dan presidennya malah membanggakannya di pertemuan-pertemuan KTT Arab dan di platform PBB,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, jika AS dan Yahudi menemukan pengganti untuk beberapa orang PA atau mengakhiri Otoritas Oslo dan pembentukan PA baru dengan nama apa pun, itu akan menjadi perpanjangan dari proyek AS dan Zion*s untuk melikuidasi perjuangan Palestina, baik melalui PLO maupun melalui entitas lain yang mereka ciptakan.
“Ketika dahulu AS dan Yahudi memutuskan untuk mengakhiri Yasser Arafat dan sejumlah pengikutnya, mereka membawa Mahmoud Abbas dan sekelompok orang yang bekerja di bawah pengawasan Jenderal AS, Dayton,” paparnya.
Ini karena, sebutnya, PA tidak lain adalah sayap keamanan entitas Yahudi. “Jika entitas Yahudi mengakhiri layanan orang-orang PA, itu bukan karena kehormatan yang diemban oleh PA, melainkan karena perannya telah selesai dan apa yang diinginkan Barat telah tercapai, kemudian mereka dibuang ke tempat pembuangan para pengkhianat,” ucapnya.
Selanjutnya, ia mengatakan, entitas baru yang akan dibawa oleh Zion*s akan sama jenisnya dengan PA dan tidak akan lebih dari sekadar perpanjangan tangan bagi keamanan orang Yahudi.
Kedua, jelasnya, rakyat Palestina tidak memilih PLO, melainkan dipaksa untuk menyerahkan sebagian besar Palestina kepada orang Yahudi. “Menggambarkan PLO sebagai satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina hanya memperkuat peran pengkhianatannya, yang tidak dapat diterima oleh siapa pun yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” tegasnya.
Setiap upaya PA untuk mendapatkan pengakuan legitimasinya dari rakyat Palestina, sambungnya, adalah upaya untuk mengalihkan beban dan dosanya kepada rakyat Palestina yang tidak bersalah.
Ketiga, urainya, pihak mana pun yang bekerja sama dengan pendudukan, apa pun namanya, adalah bagian dari pendudukan dan menjadi salah satu “alat”-nya.
“Label yang mencolok dengan nama apa pun hanya menjadikan pengkhianat sebagai pengkhianat dan tidak membuat mereka yang bekerja sama dengan pendudukan, bebas dari stigma aib dan hina di dunia dan akhirat,” cetusnya.
Afiliasi apa pun, tambahnya, baik dengan PLO dan Otoritas Palestina maupun dengan entitas lain yang didirikan oleh Zion*s adalah dosa bagi mereka yang rida dan mengikutinya, sebaliknya bukan dosa bagi yang menolaknya.
“Siapa pun yang menyatakan dukungan un kepada PLO, PA, atau entitas apa pun yang didirikan oleh Zion*s telah menempatkan diri mereka di jajaran pengkhianat dan tidak mewakili rakyat atau klan mereka, meskipun mereka mengaku demikian,” terangnya.
Jangan Tertipu
Untuk itu, jubir menyerukan kepada rakyat Palestina secara umum, dan rakyat Al-Khalil beserta keluarganya secara khusus, dengan seruan Allah Swt. dalam QS Al-Anfal: 27,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah Swt. dan Rasulullah saw., juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”
Selain itu, ia mengingatkan agar mereka jangan tertipu oleh Otoritas Palestina dengan menyatakan dukungan terhadap organisasi tersebut atau entitas lain yang didirikan oleh AS dan kaum Yahudi. “Ketidaktahuan tidak membenarkan kejahatan tersebut dan penerimaan hanya berarti mengikuti para pengkhianat dalam pengkhianatan mereka,” jelasnya.
Ia menekankan, persoalan Palestina bukanlah urusan organisasi atau klan tertentu, melainkan persoalan seluruh umat.
“Rakyat Palestina tidak memiliki hak yang lebih besar atas Palestina daripada umat Islam lainnya. Hal yang sama berlaku untuk kewajiban mereka terhadap Palestina karena ini adalah persoalan din, akidah, dan persoalan Tanah yang Diberkati,” ucapnya.
Lebih dari itu, tandasnya, persoalan ini tidak akan diselesaikan oleh negara lemah yang terjajah, sebaliknya akan dibebaskan oleh tangan-tangan orang-orang beriman yang tulus dari umat Muhammad saw.. [MNews/RA]

Urusan palestina adalah urusan kita semua