Muslimah News, INTERNASIONAL — Aktivis dakwah Ustaz Shadi al-Abboud menyampaikan pandangannya terkait intrik internasional yang berupaya mencegah revolusi Syam bisa mencapai tujuannya.
Kepada Kantor Berita ideologis internasional, Rabu (9-7-2025), ia menggambarkan keberhasilan penduduk Syam ketika Allah Swt. memberikan berkah dengan digulingkannya tiran Assad di Suriah.
“Meskipun ada rencana jahat dan konspirasi besar yang diatur oleh seluruh dunia Barat—yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS)—untuk menggagalkan revolusi, tetapi kemauan, tekad, dan iman penduduk Syam, dengan cara-cara mereka yang sederhana dan bersahaja, pada akhirnya berhasil mengalahkan masyarakat internasional,” urainya.
Hanya saja, ujarnya, pertempuran tidak berakhir, melainkan bergeser dari front militer ke arena politik. “Rakyat Syam muncul sebagai pemenang melawan rezim kriminal dan ini dipandang Barat sebagai masalah besar. Itulah sebabnya negara-negara Barat berusaha keras membendung rakyat Syam, merampas kemenangan dari tangan mereka, dan menghalangi mereka untuk menuai buah utamanya, yaitu penerapan syariat Allah Swt.,” ungkapnya.
Barat, lanjutnya, mengeksploitasi kelemahan pemerintahan baru yang memimpin Suriah untuk memperkuat sistem sekuler, menekannya untuk kembali menjerumuskan Suriah ke dalam cengkeraman tatanan internasional dan lembaga-lembaga kriminalnya.
“Siapa pun yang mengikuti kebijakan Barat di Suriah dengan jelas melihat adanya upaya yang gigih untuk mengaitkan masa depan Suriah dengan Barat dan memperketat kendali Barat atas negara tersebut. Bukan untuk membantu pemerintahan baru sesuai yang Allah ridai dan diinginkan rakyat Syam,” jelasnya.
Kelemahan Nyata
Ia menilai, kebijakan pemerintahan baru menunjukkan kelemahan yang nyata dalam menyelesaikan isu-isu paling kritis yang dihadapinya, tidak ada ketegasan.
“Pada gilirannya, ini akan membawa malapetaka dan memiliki konsekuensi berbahaya yang membuka jalan bagi hasil yang buruk. Akibatnya, rintangan dan hambatan akan ditempatkan di jalan rakyat Syam, memberikan kesempatan bagi negara-negara yang bersembunyi untuk campur tangan di Suriah, melalui berbagai cara, dan yang paling utama adalah entitas Zion*s Yahudi yang ingin merampas kekuasaan,” ulasnya.
Ia mengkritisi sikap pemerintah Suriah yang menanggalkan identitas Islamnya dan bersembunyi di balik gagasan nasionalisme dan proyek sekuler. “ini puncak kelemahan dan sikap mengalah. Mereka berpikir dengan melakukan hal itu akan mendapatkan persetujuan Barat yang akan mengamankan kekuasaannya. Padahal, Allah Swt. telah berfirman dalam QS Al-Baqarah:120, ‘Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka.’,” paparnya.
Bahkan, bebernya, muncul para oportunis yang memalsukan sejarah murni revolusi Syam sebagaimana disampaikan juru bicara Komite Pemilihan Tinggi, Nawar Najmeh, yang berupaya menghapus warna Islam dari revolusi tersebut.
Padahal, tuturnya, selama empat belas tahun, rakyat Syam telah mengorbankan putra-putra mereka yang paling berharga dan apa yang paling berharga bagi mereka untuk menggulingkan rezim kriminal dan membangun sistem yang adil berdasarkan akidah Islam semata-sama demi Allah Swt, dn keridaan-Nya.
“Masyarakat Syam bersatu untuk mencapai tujuan-tujuan ini, menuntut realisasinya, berbaris dalam revolusi mereka, baik laki-laki maupun perempuan, baik orang tua maupun anak-anak, muncul dari masjid dengan suara yang meneriakkan tuntutan yang jelas mencerminkan semangat Islam dari revolusi tersebut,” terangnya.
Ia menyatakan, lebih dari enam bulan telah berlalu sejak jatuhnya sang tiran, dan rakyat Syam masih menunggu pemerintahan baru dapat memenuhi tuntutan dan tujuan yang diinginkan. “Tujuan mulia ini adalah menerapkan Islam, memutusa pengaruh asing di negara mereka, menuntut para penjahat dari rezim Bashar yang melarikan diri, menegakkan keadilan Islam, dan memanfaatkan kekayaan negara yang dicuri oleh geng-geng kriminal dan tentara bayaran rezim,” urainya.
Pertanyaan Muncul
Saat ini, ungkapnya, pertanyaan-pertanyaan mulai muncul di benak banyak orang setelah menyaksikan pemandangan dan tindakan pemerintahan baru.
“Mereka tercengang dan terkejut ketika ada pengampunan bagi para penjahat yang telah menyebabkan kerugian besar bagi kaum revolusioner. Lebih buruk lagi, para penjahat ini dihormati bahkan diberi posisi-posisi penting,” cetusnya.
Ia mencontohkan, ada yang direkrut ke dalam Direktorat Keamanan Umum. “Penjahat seperti Fadi Saqr telah ditunjuk menjadi pejabat di Komite Perdamaian Sipil. I mengatur pembebasan para preman rezim sebelumnya secara bertahap dari waktu ke waktu. Demikian pula, penjahat Ahmad Al-Omar, yang terkait erat dengan Asma al-Assad, istri Bashar yang melarikan diri, telah ditunjuk sebagai penasihat Komite Pemilihan Umum Majelis Rakyat,” bebernya.
Kini, terangnya, kaum beriman Syam sedang diuji lagi oleh Allah Swt., setelah Allah Swt. menganugerahkan kemenangan dan memuliakan mereka dengan kemenangan tersebut.
“Mereka kini dihadapkan pada pilihan, melanjutkan jalan mereka dan menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya dengan menerapkan Syariat-Nya di muka bumi, menegakkan keadilan Islam di tengah masyarakat, dan membalas dendam kepada para penjahat, sisa-sisa keji rezim yang melarikan diri atau sebaliknya,” tuturnya.
Ia mengutip QS Ibrahim: 7, “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu. Dan jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Namun, sambungnya, jika mengingkari nikmat dan kemenangan Allah dan tetap diam dalam menghadapi keburukan besar, sama saja dengan memalsukan kebenaran revolusi dan sesuai dengan QS Muhammad: 38, “Jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti kamu dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan seperti kamu.”
Oleh karenanya, ia menasihati rakyat Syam. “Jadilah seperti yang selalu diketahui dan dikenal umat Islam di mana pun. Teruslah melangkah maju, serahkan kepercayaanmu kepada Allah Swt.. Nyatakanlah dengan lantang dan jelas, hingga menohok telinga orang-orang munafik dan penjahat utama, yakni ‘Tegakkan Khilafah Rasyidah dan syariat Allah semata’. Allah Swt. bersamamu dan tidak akan pernah menyia-nyiakan amalmu,” tandasnya. [MNews/RA]

Maa syaa Alloh, luar biasa rakyat syam sabar ketika mendapatkan ujian dari Allah