[Kabar] Pertemuan Presiden AS dan Suriah di Riyadh, Aktivis: Mendanai Penghancuran Umat Islam

[Kabar] Pertemuan Presiden AS dan Suriah di Riyadh, Aktivis: Mendanai Penghancuran Umat Islam

Muslimah News, INTERNASIONAL — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (14-5-2025) minum teh bersama Presiden Sementara Suriah Ahmed al-Sharaa yang baru-baru ini kepalanya dihargai sebesar $10 juta oleh AS.

Al-Sharaa telah menghabiskan waktu bertahun-tahun melawan pasukan AS di Irak sebelum pindah ke Suriah untuk memimpin pemberontakan bersenjata yang menggulingkan diktator brutal Bashar al-Assad.

Pertemuan di Riyadh tersebut, yang digambarkan oleh Suriah sebagai “bersejarah”, merupakan pertemuan pertama antara Presiden AS dan Suriah dalam 25 tahun yang berlangsung selama lawatan Trump ke Timur Tengah, rangkaian kunjungan kenegaraan pertama dalam masa jabatan keduanya.

Kedua pemimpin itu terlihat tersenyum dalam foto-foto yang dirilis oleh Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri Saudi. Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan Trump berkomitmen untuk “mendukung Suriah pada saat kritis ini.”

Sehari sebelumnya, Selasa (13-5-2025), Trump mengumumkan pencabutan sanksi yang telah berlaku selama puluhan tahun terhadap Suriah, sebuah langkah yang memicu tepuk tangan selama 40 detik dari hadirin, termasuk tepuk tangan meriah dari Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

“Oh, apa pun yang saya lakukan untuk Putra Mahkota,” kata Trump kepada hadirin memuji pemimpin de facto Saudi itu karena memimpin upaya untuk mencabut apa yang disebut Presiden AS sebagai sanksi yang “brutal dan melumpuhkan”. Suriah telah ditetapkan oleh AS sebagai Negara Sponsor Terorisme sejak Desember 1979.

Mendanai Penghancuran

Peristiwa ini mendapat sorotan aktivis dakwah asal AS, Haitham Ibn Thbait. “Kita adalah umat yang mendanai penghancurannya sendiri. Kekayaan kita telah terkuras dan diubah menjadi senjata. Bom-bom yang menghancurkan kota-kota kita dibeli dengan sumber daya kita sendiri. Para penguasa ini memungkinkan kehancuran kita,” kecamnya dikutip dari Kantor Berita ideologis internasional, Senin (19-5-2025).

Ia mengkritik pertemuan Trump dengan pemimpin baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, seseorang yang pernah dicap teroris oleh AS. “Sekarang, Al-Sharaa justru berdiri mengenakan setelan jas di samping Trump dan MBS, berjabat tangan saat kamera menyala,” sesalnya.

Para penguasa dunia muslim ini, menurutnya, tidak malu menunjukkan sikap tunduk mereka kepada AS. “Mereka menyambut orang yang sama yang telah memberi lampu hijau untuk menjatuhkan bom di Gaza. Para pemimpin ini tersenyum dan menandatangani kontrak,” cetusnya.

Ia menilai, Trump telah bertindak seperti seorang pengusaha dengan melakukan kesepakatan yang ditulis dengan “pengkhianatan” sebesar $142 miliar untuk persenjataan ke Arab Saudi. “Kemudian, paket ekonomi senilai $1,2 triliun dengan Qatar. Bahkan, jet Boeing yang diumumkan, mungkin dihadiahkan untuk menggantikan Air Force One. Lalu sebagai balasannya? Sanksi AS terhadap Suriah dicabut—menjadikan Al-Sharaa klien terbaru dan menjadikan kekayaan Suriah target terbaru,” kritiknya lagi.

Di lain pihak, ujar Haitham, mereka telah membelenggu tentara kaum muslim, menghalangi kemajuan kaum muslim, dan menjarah kekayaannya. “Mereka tidak netral. Mereka terlibat sepenuhnya dan bersedia berpartisipasi dalam kematian dan kehancuran kita,” ungkapnya.

Agenda

Ia menekankan, inilah rezim yang tunduk pada penjajahan Barat dan melayani agenda yang bukan agenda kaum muslim sendiri.

“Jika umat tidak bangkit, tidak menyingkirkan para penguasa ini, dan menegakkan kembali Khilafah Rasyidah—Kekhalifahan yang dibimbing dengan benar—sebagai sistem kepemimpinan yang nyata dan hidup bagi semua muslim—, kita akan tetap terperangkap dalam mimpi buruk ini, menyaksikan kekayaan kita digunakan untuk menghancurkan kita, sementara para tiran tersenyum dan kita hanya bisa diam ketika menguburkan kaum muslim yang tewas,” urainya.

Padahal, tegasnya, Allah Swt. telah berfirman dalam QS Hud: 113, “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, sehingga kamu tidak akan diberi pertolongan.” [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *