[Kabar] Tarhib Ramadan 1443 H: Ramadan Makin Berkah dengan Syariat Kafah

[Kabar] Tarhib Ramadan 1443 H: Ramadan Makin Berkah dengan Syariat Kafah

Muslimah News, NASIONAL—Kegembiraan menyambut Ramadan makin terasa pada event spesial “Ramadhan Mubarak” yang dikemas dalam bentuk Tarhib Ramadan 1443 H secara virtual, Ahad (27/3/2022). Acara yang disaksikan lebih dari 20.000 peserta ini bertajuk “Ramadan Makin Berkah dengan Syariat Kafah”.

Dikutip dari kanal instagram @ramadhanmubarakcom, event ini  diselenggarakan untuk menjadikan momen Ramadan sebagai penambah ketakwaan dan keberkahan. Apalagi, menurutnya, Ramadan mampu membuat kita bahagia ketika datang dan menangis ketika ditinggalkan.

Diawali pemutaran video berisi rekam jejak keadaan umat saat ini yang jauh dari kehidupan yang didambakan hingga seruan Ramadan yang hanya akan berkah dengan penerapan syariah kafah, sukses menjadi pemantik acara.

Ustaz Ramli selaku MC memaparkan bahwa penayangan acara ini dilakukan, baik melalui online dengan aplikasi zoom maupun offline di berbagai wilayah Indonesia, seperti Aceh, Riau, Bandung, Banten, Surabaya, Kendari, Purwakarta, dan Sorong.

Sebagai pembuka, ulama aswaja K.H. Rokhmat S. Labib mengatakan pada Ramadan inilah Allah turunkan Al-Quran yang dibawa oleh Sayyidul Malaikah, Jibril, di bulan mulia. Bahkan, di malam mulia (lailatulqadar) ke tangan manusia mulia, Rasulullah saw.. Oleh karenanya, ia menegaskan jika ingin menjadi manusia, masyarakat, dan negara yang mulia, tidak ada pilihan lain, kecuali menjadikan Al-Quran diterapkan sebagai syariat kafah dalam kehidupan.

Selanjutnya dalam Sharing Inspirative yang dipandu Ustaz Asep Supriyatna, dipaparkan berbagai inpirasi Ramadan dari para pembicara, yaitu ulama aswaja KH. Rokhmat S. Labib, cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto, serta pemerhati dunia Islam Ustazah Iffah Ainur Rochmah. Tidak ketinggalan dihadirkan pula para pembicara tamu, yakni guru besar dari ITS Prof. Daniel M Rosyid, Ph.D, owner Waroeng Makan Serba Sambal (SS)  Yoyok Hery Wahyono, dan mualaf inspiratif Drg. Carissa Grani.

Prof. Daniel memberikan pandangannya terkait filosofi Ramadan. “Ramadan adalah manifestasi pendidikan yang paling besar karena awal mula hancurnya dunia adalah karena manusia yang tidak dapat mengendalikan nafsu,” ujarnya.

Selain itu, Yoyok pun menggambarkan bagaimana ia menjadikan tempat usahanya sebagai sarana dakwah, turut aktif menyebarkan syariat Islam kafah melalui tempat usahanya tersebut.

Tak kalah menarik, Drg. Carissa yang akan menempuh Ramadan ketiganya kali ini, membagikan pengalamannya saat mempelajari Al-Qur’an, khususnya saat Ramadan pertamanya. Ia menyampaikan bahwa tidak ada sesuatu yang keliru dari Al-Quran bahkan Al-Quran dikatakan memiliki aturan yang detail dan sempurna.

Pada forum di ruangan studio utama, Ustaz Ismail Yusanto menyayangkan fenomena saat ini di mana seseorang yang ingin menjalankan ketakwaan diklaim dengan sebutan radikal. Ia pun menekankan bahwa puasa menempa manusia meraih takwa dengan jalan satu-satunya, yaitu menerapkan syariat Islam secara kafah.

Kemudian Ustazah Iffah turut membekali kaum muslim, khususnya muslimah dan para ibu, tentang perlunya kesadaran bahwa Ramadan adalah bulan berlipatnya pahala ketika melakukan berbagai amal saleh, juga momen menjadikan individu dan masyarakat bertakwa. “Maka, para ibu ini semestinya bisa membagi porsi waktu, tenaga, dan pikiran untuk melakukan aktivitas dakwah. Bukan hanya tersita untuk menata menu sahur dan berbuka,” terangnya.

Kembali kepada Ustaz Ismail Yusanto dan K.H. Rokhmat S. Labib yang memberikan pesan penutup. Mereka sepakat menyerukan bahwa tidak ada pilihan lain, sudah waktunya umat Islam berdakwah untuk menyebarkan syariat Islam kafah. Dakwah ini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi peran masyarakat dan negara.

Acara ini pun dimeriahkan dengan suasana tarhib Ramadan yang dilaporkan para reporter di wilayah-wilayah yang mengadakannya secara offline. Diberitakan oleh para reporter bagaimana suasana kemeriahan dan antusiasme para peserta dalam acara tarhid Ramadan tahun ini yang dapat kembali melakukan acara setelah terhalang oleh kondisi pandemi. [MNews/Nvt]

Sumber foto: Dok. MNews

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *