[Kabar] Iffah Ainur Rochmah: Pertolongan Allah Diberikan kepada yang Menapaki Jalan Rasulullah

[Kabar] Iffah Ainur Rochmah: Pertolongan Allah Diberikan kepada yang Menapaki Jalan Rasulullah

Muslimah News, NASIONAL — Aktivis dakwah nasional Iffah Ainur Rochmah menegaskan bahwa meski upaya melakukan perubahan terhadap karut marut persoalan yang menimpa umat belum menampakkan hasil signifikan, tetapi tetap memiliki harapan datangnya pertolongan Allah Taala.

”Allah menjanjikan kepada kita bahwa pertolongan Allah akan diberikan kepada siapa saja yang menapaki jalan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw.,” ungkapnya dalam Bincang Hangat Tokoh Muslimah: ”Ramadan, Bulan Perubahan” Jumat (14-3-2025), di Jakarta yang dilaksanakan secara hibrida.

Ia menjelaskan, perubahan yang dimaksud adalah perubahan umat menuju tegaknya Islam agar Islam dipraktikkan oleh individu, dijadikan panduan dalam bermasyarakat, dijadikan pijakan kehidupan dan sumber aturan bernegara, sehingga umat Islam menjadi khairu ummah.

Memenuhi Syarat

Iffah meyakini, pertolongan Allah diberikan kepada Nabi saw. dan orang-orang beriman karena memenuhi syarat dan menyiapkan dirinyauntuk mendapatkan pertolongan Allah.

”Pertolongan Allah pasti diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, beramal saleh, dan bersabar. Dalam Al-Quran surat Muhammad ayat 7 Allah menjelaskan, ‘Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu’,” ucapnya meyakinkan.

Ia mengutip Sayyid Qutb dalam Fi Dzilalil Qur’an ketika menafsirkan ayat tersebut, bahwa Allah pasti memberikan pertolongan, memberikan kemenangan, mewujudkan kembali tegaknya hukum-hukum Allah di muka bumi. “Namun, Allah juga mempersyaratkan ada biaya, ada harga, ada effort. Kalau kita tidak mau bersusah payah, ya tidak pernah mendapat kemenangan,” tegasnya.

Ia mengajak kepada seluruh kaum muslim agar memiliki kesadaran untuk bertanggung jawab memperbaiki kondisi umat.

”Ikhtiar yang sudah kita lakukan boleh jadi sudah banyak, tetapi kita harus tetap mengevaluasi apakah yang kita kerjakan ini sudah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah saw? Apakah metode yang ditetapkan oleh syariat sudah kita tapaki dengan sungguh-sungguh?” tanyanya retoris.

Evaluasi

Iffah juga mengajak agar menggunakan Ramadan sebagai salah satu kesempatan untuk melakukan evaluasi apakah perjuangannya sudah sesuai Al-Quran.

”Kita canangkan bulan Ramadan ini menjadi bulan untuk melakukan perubahan, kemudian kita mengevaluasi apakah langkah perjuangan, langkah kita untuk berkiprah di tengah-tengah umat ini, orientasi dan tujuannya sudah sesuai dengan yang ditetapkan oleh Allah?” cetusnya.

Selain itu, ia menambahkan, metode perjuangannya pun harus mengikuti contoh Rasulullah saw. dalam menjemput kemenangan sehingga Allah memberikan pertolongan tegaknya Daulah Islam di Madinah yang melahirkan peradaban Islam.

”Kita mengevaluasi sehingga mungkin perlu ada perubahan mindset, perubahan pemahaman kita terhadap metode dan cara perjuangan yang kita lakukan. Perubahan mindset ini yang akan memandu kita untuk melakukan amal lebih baik,” tandasnya.

Terakhir ia berharap agar kaum muslimin menjadikan Ramadan sebagai bulan mengukuhkan diri menjemput pertolongan Allah.

”Kita mengokohkan diri kita untuk menjadi bagian penting agar tidak ketinggalan kereta untuk mendapatkan kemuliaan di sisi Allah dan menjemput pertolongan Allah,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *