Muslimah News, NASIONAL—Tiga puluh ribu lebih komponen umat Islam yang terdiri dari ulama, mubalig-mubaligah, pengusaha, intelektual, praktisi hukum, dan masyarakat umum dari Jabodetabek dan sekitarnya memadati Silang Monas menyuarakan pembelaan terhadap Palestina dengan jihad dan Khilafah.
Acara yang digelar untuk memperingati Isra Mikraj 1446 H ini dilaksanakan dalam bentuk long march dan orasi. Long march Aksi Bela Palestina berupa masirah ini berawal dari Silang Monas menuju Kedubes AS dengan tajuk ”Isra’ Mi’raj, Umat Bersatu Bebaskan Al-Aqsha & Palestina”, Ahad (26-1-2025).
Sepanjang perjalanan, al-liwa dan ar-rayah terus dikibarkan oleh peserta aksi. Yel-yel ”Umat Islam bersatu bebaskan Palestina” terus menggema di sepanjang long march. Ar-rayah besar dan panjang juga dibentangkan oleh peserta aksi.
Muhammad Karebet, Febi R., dan Ageng memandu jalannya orasi serta parade al-liwa dan ar-rayah di depan Kedubes AS.
Dalam masirah ini, delapan orator lintas profesi menyuarakan pembelaan yang sama terhadap Palestina bahwa solusi Palestina bukan dengan gencatan senjata, bukan dengan dialog, tetapi dengan jihad dan Khilafah.
Ulama aswaja K.H. Rokhmat S. Labib sebagai salah satu orator menegaskan bahwa gencatan senjata, baik sementara maupun permanen bukanlah solusi Palestina.
“Andai gencatan senjata itu sifatnya permanen, artinya terjadi perdamaian, maka itu tetap bukan solusi bagi kaum muslim sebab itu solusi yang tidak diizinkan oleh Allah Swt.. Takbir,” pekiknya.
Ia menambahkan, solusi Palestina yang diwajibkan Allah Swt. adalah perang mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina.
Orator lainnya, ulama Banten Kyai Mansyur menegaskan bahwa di balik Zion*s Yahudi ada dukungan Amerika, maka kaum muslim tidak boleh tinggal diam. “Umat Islam wajib membela Palestina,” tandasnya.
Cendekiawan muslim Ustaz Ismail Yusanto dalam orasinya menegaskan alasan bahwa solusi Palestina harus jihad adalah karena tidak ada bahasa yang dikenal oleh penjajah Yahudi, kecuali kekerasan.
”Sudah sangat banyak perundingan damai mulai dari perundingan Oslo, perundingan Madrid, Camp David, dan lain-lainnya, tetapi semua berakhir dengan zonk (kosong),” jelasnya.
Oleh karenanya, ia menambahkan, solusi tuntas Palestina adalah jihad dan Khilafah.
Orasi juga disampaikan dari Tim Pembela Muslim (TPM). Advokat Achmad Michdan menyatakan, Amerika Serikat, negara besar, negara yang katanya polisi dunia, tetapi justru menjadi sekutunya “Israel”. “Untuk itu, rakyat Amerika, khususnya yang muslim, supaya mendorong pemerintahnya untuk melaksanakan tuntas gencatan senjata itu dan berani menghukum “Israel”,” ucapnya.
Kemudian, advokat Lutfi Hakim menegaskan bahwa kaum muslim tidak bisa masuk ke dalam kancah peperangan, baik secara langsung, maupun mengirimkan amunisi, mengirimkan logistik, mengirimkan tentara, dan sebagainya tanpa satu otoritas tertinggi, yakni Khilafah.
Advokat Azam Khan dalam orasinya juga mengkritisi ketakadilan AS terhadap Palestina. Ia menyatakan, kebijakan gencatan senjata oleh Biden di akhir masa jabatannya hanya bentuk propaganda supaya Presiden Biden dianggap presiden yang baik.
“Ditambah lagi, Donald Trump menawarkan dua juta warga Palestina kepada Indonesia. Ini juga propaganda. Nanti kalau terjadi itu, Tanah Palestina akan direbut oleh “Israel”. Apakah ini bentuk akal-akalan jahat?” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia berharap umat Islam terus bersatu. “AS dan Israel tidak akan menang melawan Palestina,” tegasnya.
Hal serupa ditegaskan advokat Muslim Arbi yang mengingatkan bahwa penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. “Mengapa Israel yang jumlahnya hanya sedikit itu bisa mengobok-obok dunia?” tanyanya lugas.
Ia pun berharap pemerintah Indonesia dapat terus mendukung pembebasan Palestina.
Orasi terakhir disampaikan oleh K.H. Yasin Muthohar pimpinan Ponpes Al-Abqory Serang. Ia menegaskan bahwa perjuangan Palestina tidak hanya sampai di sini, tetapi sampai datangnya pertolongan Allah Swt. sebagaimana dijanjikan Allah Swt. yaitu hadirnya kepemimpinan Islam karena solusi tuntas Palestina adalah jihad dan Khilafah.
Di sela-sela orasi, pemandu acara juga mengajak peserta aksi, baik yang di rumah maupun yang hadir, untuk menyuarakan pembelaan terhadap Palestina melalui media sosial. Hestek #AynalMuslimun #WeNeedKhilafah #SaveP4lest1ne menjadi trending topic di medsos hari itu.
Masirah juga disiarkan secara live streaming melalui One Ummah TV dan disaksikan oleh lebih dari 24 ribu penonton dari dalam dan luar negeri.
Tepat pukul 11.00 WIB acara ditutup dengan doa oleh K.H. Yasin Muthohar. Peserta aksi larut dalam khusyuk dan meneteskan air mata saat doa dipanjatkan agar Allah Taala menolong saudara-saudara di Palestina dan menghancurkan pasukan Zion*s Yahudi. [MNews/IA]
