Muslimah News, INTERNASIONAL — UNRWA (United Nation Relief and Work Agency for Palestine Refugees) melaporkan tidak kurang dari 14.500 anak P4lestina telah meninggal dunia dalam serangan Zion*s Yahudi yang terus berlanjut di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 lalu. “Setiap jam, satu anak tewas. Ini bukan sekadar angka. Ini adalah banyak nyawa yang terputus,” ungkap UNRWA dalam sebuah pernyataan, dilansir Antara, Rabu (25-12-2024).
Menurut otoritas kesehatan setempat, lebih 45.300 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak, telah tewas dan lebih 107.700 lainnya terluka.
Tidak Ada Penjaga
Aktivis dakwah nasional Ratu Erma Rachmayanti menilai, terbunuhnya puluhan ribu anak dan perempuan di Gaza karena tidak ada yang menjaganya.
”Umat yang dimuliakan Allah ini hidup dalam ancaman ketakutan, kegentingan, kelaparan serta kekurangan berbagai kebutuhan dasar. Ini karena tidak ada seorang pun yang menjadi penjaga mereka. Tidak ada pemimpin yang menerapkan hukum Allah Taala untuk menghormati manusia dan menjamin pemenuhan kebutuhan hidupnya,” ungkapnya penuh keprihatinan kepada MNews, Selasa (31-12-2024).
Padahal, menurutnya, Allah dalam QS Ali Imran ayat 110 telah memuliakan umat Islam dan mereka umat terbaik yang ada di muka bumi ini.
Ia melanjutkan, Rasulullah saw. dalam riwayat Tirmidzi juga mengingatkan, “Sesungguhnya hilangnya dunia (dan seisinya) benar-benar lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.”
“Maka bagaimana dengan hilangnya ribuan bahkan jutaan jiwa melayang karena kekejian Zion*s telah berlangsung puluhan tahun?” ucapnya miris..
Sementara itu, jelasnya, Allah Swt. juga mengingatkan dalam surah Al-Buruj ayat 8, “Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”
“Dan kita pun tahu militer Zion*s secara sistematis menghalangi dan menunda-nunda bantuan untuk warga Gaza yang datang dari berbagai penjuru. Para pemimpin negara tetangga Palestina yang notabene negeri muslim, tidak serius membantu saudaranya di Palestina agar terbebas dari pembantaian keji Zion*s Yahudi,” sesalnya.
Bersungguh-sungguh
Ratu Erma meyakini, jika para pemimpin muslim itu mau sungguh-sungguh, mestinya sudah bisa mengusir tentara Zion*s Yahudi yang jumlahnya lebih sedikit dibanding jumlah tentara dunia Islam jika disatukan. “Terlebih lagi mentalitas tentara Zion*s Yahudi itu memble, pengecut, takut mati, mudah stres. Mestinya dengan mudah dilumatkan oleh tentara muslim jika ada yang memberi komando untuk mengusir penjajah dan membebaskan negeri muslim Palestina,” ulasnya.
Ia juga menyesalkan, organisasi internasional, baik OKI maupunPBB sekalipun tidak pernah menyelesaikan masalah apa pun. ” Masalah Palestina sudah puluhan tahun tidak kunjung usai dan makin memburuk. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mengambil sikap sebagai mukmin yang benar dengan bertawakal kepada Allah Swt. dan memecahkan masalah dengan kekuatan kita sendiri,” tegasnya.
Jika itu tidak dilakukan, sambungnya, maka tidak ada seorang pun yang akan menghormati kaum muslim, darah, kehormatan dan harta kaum muslimin. ”Bagi saudara kita di Palestina, kehilangan nyawa bukan jadi masalah karena yakin hidup mereka tidak sia-sia, ada jaminan surga bagi para syuhada,” tukasnya.
Justru yang menjadi masalah, jelas Ratu, saudara seimannya yang belum bersegera dan sungguh-sungguh untuk membebaskan Palestina dari kekejian musuh Allah dan musuh umat Islam.
”Sungguh, tidak ada solusi untuk tragedi ini kecuali dengan eksisnya Khilafah di muka bumi. Khalifah akan melindungi rakyatnya yang muslim maupun nonmuslim, akan membela orang yang tertindas di dunia, apa pun bangsa dan agama mereka,” terangnya.
Ini, ujar Ratu, sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam riwayat Muslim bahwa sesungguhnya imam adalah perisai di mana orang akan berperang di belakangnya, dan ia digunakan sebagai tameng.
”Berdirinya Khilafah Islam yang dipimpin khalifah adalah kebutuhan mendesak yang harus segera diwujudkan. Ini menjadi kewajiban kita, umat Islam, sebagaimana Rasulullah dahulu mendirikan Daulah Islam di Madinah yang mengeluarkan penderitaan umat manusia kala itu menuju umat terbaik,” pungkasnya. [MNews/IA]
