[Kabar] Pemimpin Muslim yang Mendukung Trump, Kecewa, Aktivis: Menjadi Pengingat Nyata!

[Kabar] Pemimpin Muslim yang Mendukung Trump, Kecewa, Aktivis: Menjadi Pengingat Nyata!

Muslimah News, INTERNASIONAL— Diberitakan Reuters (14-11-20240, para pemimpin muslim AS yang mendukung Donald Trump—sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Biden yang mendukung serangan Zion*s di Gaza dan Lebanon—sangat kecewa atas orang-orang yang dipilih di kabinet Trump.

Aktivis dakwah Haitham Ibn Thbait pada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (25-11-2024) menilai, situasi ini menjadi pengingat yang jelas bahwa umat Islam perlu mendukung pekerjaan nyata untuk melanjutkan cara hidup Islam.

“Partisipasi dalam sistem yang menetapkan hukum yang bertentangan dengan hukum Allah tidak hanya tidak diperbolehkan atau haram, tetapi juga tidak efektif dalam mencapai keadilan bagi umat Islam,” jelasnya.

Akibatnya, ia menerangkan, para pemimpin muslim di Amerika yang mendukung Donald Trump dalam pemilihan 2024 kembali bergulat dengan penyesalan.

“Banyak yang meyakini dukungan mereka merupakan bentuk protes terhadap tanggapan yang tidak memadai dari pemerintahan Biden terhadap kekejaman genosida Zion*s. Mereka berharap dapat mengubah keseimbangan politik agar berpihak pada kepentingan muslim. Namun, harapan mereka telah pupus dengan penunjukan kabinet Trump baru-baru ini yang telah menyebabkan guncangan yang meluas,” urainya.

Ia mengulas, yang paling meresahkan adalah pencalonan Marco Rubio sebagai Menteri Luar Negeri, Pete Hegseth sebagai Menteri Pertahanan, Mike Huckabee sebagai duta besar untuk entitas Zion*s Yahudi, dan Elise Stefanik sebagai duta besar AS untuk PBB.

“Masing-masing orang yang ditunjuk ini memiliki sejarah dukungan kuat terhadap pendudukan Zion*s, sebuah posisi yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan aspirasi komunitas muslim,” bebernya.

Ia memandang, harapan bahwa dukungan mereka terhadap Trump akan menghasilkan perubahan positif dalam kebijakan AS terhadap dunia muslim terbukti salah tempat.

“Sebaliknya, penunjukan ini menyoroti pemerintahan yang lebih selaras dengan agenda Zion*s yang ditakutkan banyak orang,” ucapnya.

Para pemimpin masyarakat pun telah menyuarakan rasa frustrasi mereka, tambahnya, menuduh Trump mengkhianati janji-janji yang dibuat selama kampanyenya. “Pengkhianatan ini telah memicu perasaan malu di antara mereka yang percaya bahwa partisipasi mereka entah bagaimana akan memengaruhi perubahan politik,” ungkapnya.

Aktivisme Politik Islam

Oleh karena itu, Haitham menegaskan, aktivisme politik Islam harus tetap berakar pada amar makruf, nahi mungkar dan berpegang teguh pada akidah.

Perubahan nyata, tandasnya, tidak datang dari mengorbankan prinsip-prinsip demi keuntungan sementara, tetapi dari komitmen teguh terhadap hukum-hukum Islam. Apalagi, tambahnya, Allah Taala telah memperingatkan dalam QS A-Maidah ayat 51, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [MNews/RA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *