Muslimah News, NAFSIYAH – Umat Islam dunia masih terus menyaksikan kekejian yang dilakukan oleh entitas Zion*s Yahudi kepada saudara-saudara muslimnya di Gaza. Puluhan masjid di jalur Gaza dihancurkan, tetapi azan masih tetap berkumandang di tempat-tempat ibadah tersebut. Di bagian utara Gaza, menara Masjid Al-Awda masih berdiri, meskipun serangan udara Zion*s Yahudi telah menghancurkan masjid tersebut dalam perang yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023.
Beberapa waktu lalu, ada sebuah video yang memperlihatkan seorang muazin sedang mengumandangkan azan dengan suaranya yang lirih di salah satu masjid di Gaza. Azan sejatinya adalah panggilan untuk salat bagi umat Islam yang masih hidup. Sementara itu, di sana korban terus berjatuhan akibat tembakan atau rudal yang terus dijatuhkan ke kemah-kemah penduduk Gaza. Hati siapa yang tidak tersentuh, air mata pun tidak kuasa berderai ketika setiap waktu melihat dan mendengar suara dentuman yang meluluhlantakkan bangunan dan manusia.
Sebagian besar penduduk di Gaza meraih kesyahidan. Masyaallah. Di tengah perang, banyak anak-anak, wanita, dan lansia mengalami kelaparan. Seruan memberi pertolongan setiap waktu disampaikan oleh masyarakat dunia, tetapi tentara-tentara muslim yang dimiliki seluruh negeri muslim tetap tidak bergeser dari tempatnya. Hanya kepada Allah Swt., penduduk Gaza menggantungkan dan memohon pertolongan. Astagfirullah.
Azan Syiar Islam
Azan merupakan syiar Islam yang agung, tanda iman, penangkal setan, serta penyebab hati menjadi tentram dan tenang. Seorang muslim semestinya memuliakan dan mengagungkan suara azan yang didengarnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Tidak layak bagi orang yang beriman untuk meninggalkan menjawab seruan azan.”
Ada lima tuntunan Islam ketika kita mendengar azan. Pertama, mengucapkan seperti yang diucapkan oleh muazin. Kedua, mengucapkan dua kalimat syahadat setelah selesai mendengar azan. Ketiga, mengucapkan selawat. Nabi saw. bersabda, “Jika kalian mendengar muazin mengumandangkan azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muazin, kemudian berselawatlah kepadaku.” (HR Muslim).
Keempat, mengucapkan doa setelah azan. Nabi saw. bersabda, “Barang siapa ketika selesai mendengar azan mengucapkan, ‘Ya Allah, Tuhan Pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang tegak, berilah Muhammad kedudukan dan keutamaan, dan bangkitkan beliau pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya’, maka ia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR Muslim).
Kelima, berdoa di antara azan dan ikamah. Nabi saw. bersabda, “Doa di antara azan dan ikamah tidak akan ditolak, maka berdoalah pada waktu tersebut.” (HR Abu Dawud).
Sungguh luar biasa kekuatan keimanan yang dimiliki umat Islam di Gaza. Meski serangan bertubi-tubi datang, mereka tetap menegakkan salat. Mereka memenuhi saf di antara reruntuhan masjid yang dihancurkan. Dalam kondisi gelap gulita dan hanya purnama yang menerangi, mereka tetap beribadah kepada Rabb-nya. Demikianlah, kumandang azan masih terus bisa didengar dalam kondisi sesulit apa pun. Ini karena seruan untuk menegakkan salat tidak akan berhenti hingga hari kiamat. Semoga setelahnya akan dikumandangkan seruan jihad yang dikomandoi oleh seorang Khalifah untuk menyelamatkan seluruh umat Islam. Kita harus terus berjuang dan berdoa bersama untuk menghadirkan seorang pemimpin pelindung umat dengan tegaknya Khilafah. Wallahualam bissawab. [MNews/Rndy-YG]
