Muslimah News, NASIONAL — Empat anak korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Surabaya dipekerjakan tanpa dibayar, bahkan setiap harinya mereka harus melayani 10—20 tamu. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, kasus ini terungkap melalui laporan salah korban di Mapolrestabes Surabaya, Senin (6-5-2024).
Polisi pun melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap YY, perempuan 24 tahun asal Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Ia dibekuk bersama enam anak buahnya dan empat anak di bawah umur yang ia jadikan PSK.
Dalam tahap penyidikan, kata Hendro, terdapat dua alat bukti yang sah sehingga penyidik meningkatkan status para terlapor menjadi tersangka, termasuk dugaan pidana perdagangan orang atau anak.
“Selain kekerasan fisik terhadap anak, diduga ada tindak pidana perdagangan anak di bawah umur,” imbuhnya.
Masih menurut Hendro, para tersangka terancam Pasal 2 dan Pasal 17 UU No. 21 Tahun 2007 tentang TPPO dan atau Pasal 88 dan Pasal 80 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP.
“Adapun ancaman hukumannya terkait pasal TPPO minimal 3 tahun, maksimal 15. Untuk pasal perlindungan anak, ancaman hukumannya minimal 3 tahun, maksimal hingga 10 tahun,” ujarnya.
Keji
Pengamat masalah perempuan, keluarga, dan generasi dr. Arum Harjanti menilai tindakan YY tersebut sangatlah keji.
”Sungguh sangat keji perbuatan YY, melacurkan dan mengeksploitasi anak-anak perempuan. Sungguh tidak terbayangkan seorang perempuan, masih muda, tega melakukan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa, memperdaya sesama perempuan, bahkan masih anak-anak,” tuturnya kepada MNews, Jumat (17-5-2024).
Dalam pandangan Arum, secara fitrah, perempuan memiliki rasa kasih sayang yang diekspresikan dengan merawat dan melindiungi anak-anak, apalagi kepada anak perempuan.
“Peristiwa tragis ini menyiratkan ada yang rusak dalam masyarakat kita karena seorang perempuan, masih muda, justru melakukan kejahatan keji pada anak-anak perempuan. Hal ini tidak mungkin terjadi, kecuali ada yang rusak dalam pola pikir dan pola jiwanya,” tukasnya.
Ia menilai, kehidupan hari ini nyata telah merusak manusia, termasuk perempuan, dengan mencerabut fitrah manusia.
“Meningkatnya berbagai kasus kejahatan kepada anak menjadi bukti nyata hilangnya peran pelindung yang seharusnya dimiliki oleh orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan,” sesalnya.
Sekularisme, lanjutnya, telah menghilangkan rasa kasih sayang dan perlindungan ini, menggantinya dengan kecintaan pada dunia dan keuntungan materi.
“Bahkan demi tercapainya tujuan, berlakulah hukum rimba, yang kuat menguasai yang lemah. Sekularisme meniscayakan terjadinya tindak kekerasan kepada sesama, bahkan pada yang lebih lemah,” ucapnya miris.
Ia melanjutkan, hari ini perempuan pun tidak luput teperdaya menjadi pelaku kejahatan sadis sebagaimana laki-laki.
Jauh dari Agama
Arum meyakini, rusaknya fitrah manusia karena jauhnya tuntunan agama dari kehidupan. “Jauhnya agama mengakibatkan hawa nafsu mendominasi dan menyesatkan arah kehidupan manusia. Manusia, termasuk perempuan tidak lagi tunduk pada Pencipta, hidup bebas semaunya,” ungkapnya prihatin.
Rusaknya perempuan, ucapnya, jelas akan membawa kerusakan besar pada masyarakat karena perempuan adalah ibu peradaban yang dari rahimnyalah akan lahir generasi masa depan.
“Apalagi perempuan adalah pendidik pertama dan utama, maka terbayang malapetaka yang akan menimpa dunia jika para perempuan tidak lagi memiliki kepribadian yang mulia,” cetusnya.
Oleh karena itu, Arum lalu berkesimpulan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan sistem kehidupan yang mampu menjaga manusia tetap dalam fitrah yang Allah tetapkan, menjaga kewarasan akal dalam menimbang suatu perbuatan, dan mengingatkan bahwa kelak ada hari pertanggungjawaban atas semua amal.
“Semua itu tentu membutuhkan tegaknya negara yang menerapkan aturan Allah yang akan menjaga manusia tetap dalam ketaatan pada Rabbnya,” pungkasnya seraya mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 124,
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
“Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” [MNews/IA]
