[Kabar] Rusia Memperingatkan Kemungkinan Pecah Perang Dunia lll, Analis: Itu Hanya Pernyataan Politik!

[Kabar] Rusia Memperingatkan Kemungkinan Pecah Perang Dunia lll, Analis: Itu Hanya Pernyataan Politik!

Muslimah News, INTERNASIONAL — Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) terkait kemungkinan pecahnya Perang Dunia III karena Washington ingin memberikan lebih banyak bantuan kepada Ukraina dalam perang dengan Moskow.

Peringatan Rusia itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Kemananan Rusia Dmitry Medvedev dalam posting-nya di X.

Pernyataan Politik

Analis dari Geopolitical Institute sekaligus pengamat hubungan internasional Dr. Hasbi Aswar menilai, peringatan Rusia itu hanya sebagai pernyataan politik.

“Itu harus kita pahami dalam konteks politik. Pernyataan-pernyataan, baik dari Barat ketika merespons isu Rusia dalam konteks Ukraina, termasuk juga pernyataan Rusia dalam konteks merespons Barat dalam isu invasi Isr4el ke P4lestin4 itu hanya pernyataan politik,” tuturnya di Kabar Petang: “Biden Nyalakan Api Perang Dunia 3?” melalui kanal Khilafah News, Sabtu (16-12-2023).

Dengan kata lain, lanjutnya, Rusia dan Barat saling mempermalukan dan saling memberikan label (naming and shaming), saling berbalas pantun.

Adapun kemungkinan pecahnya PD lll, Hasbi menganalisa, disebut perang dunia karena terjadi konflik bersenjata yang melibatkan banyak negara dan berdimensi lintas benua.

“Kenapa dikatakan perang dunia? Karena dampak dan aktor-aktor yang terlibat itu kan lintas benua sehingga layak dikatakan sebagai perang dunia,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurutnya, perang yang terjadi di Gaza ataupun di Ukraina tidak akan memicu PD lll karena tidak melibatkan banyak negara. “Kondisi ekonomi yang buruk secara global, konflik internal baik di Amerika maupun Rusia, tidak semudah itu mereka siap melakukan perang dunia,” imbuhnya.

P4lestin4

Terkait perang yang terjadi di P4lestin4, Hasbi mengatakan, dunia Islam seharusnya merespons secara cepat karena umat Islam punya kepentingan besar di sana, yaitu kepentingan eksistensi umat Islam, kepentingan ukhuah Islamiah, serta ada dimensi pahala dan dosa.

“Apalagi di dalam Al-Qur’an (Al-Maidah ayat 32) disebutkan, barang siapa yang membunuh seorang manusia tanpa hak, maka ia seakan-akan telah membunuh manusia seluruhnya,” tegasnya.

Ia menuturkan, dunia Islam tidak merespons secara cepat karena tidak memiliki kapasitas. “Kenapa kapasitas, kita tidak punya? Karena kita sudah sejak lama terkolonialisasi oleh pemikiran-pemikiran yang tidak islami, pemikiran-pemikiran sekuler, pemikiran pragmatis demi kepentingan-kepentingan nasional semata,” jelasnya.

Belum lagi, sambungnya, gagasan ekonomi, politik, yang sangat western (kebaratan) membuat dunia Islam tidak mampu memberikan solusi efektif, serta tidak berani mengambil sikap tegas karena takut diembargo oleh Barat.

“Takut Barat tidak mau lagi membeli barang-barang kita, takut Barat melakukan intervensi militer kepada kita, dan lainnya,” imbuhnya mencontohkan.

Meski demikian, Hasbi tetap optimis karena umat Islam memiliki potensi kekuatan yang bisa dimanfaatkan.Terlebih, ucapnya, Barat dalam banyak hal butuh kepada dunia Islam.

“Potensi kekuatan geopolitik kita, jalur-jalur perdangangan laut, jalur-jalur perdagangan darat, potensi sumber daya alam kita yang dibutuhkan Barat, potensi jalur penerbangan udara, itu semua adalah modal besar buat kita yang bisa digunakan menekan Barat untuk menyelesaikan, [yakni] dengan menekan Isr4el , bahkan untuk bisa menyelesaikan persoalan penjajahan Isr4el di P4lestin4,” bebernya.

Nuklir

Menyoroti kemungkinan terjadinya PD lll karena banyaknya negara besar yang memiliki persenjataan nuklir, Hasbi menilai, senjata nuklir itu hanya untuk menakut-nakuti.

“Negara-negara pemilik senjata nuklir tidak akan berani semudah itu menembakkan nuklir karena nuklir itu tidak hanya membunuh pihak musuh, tapi juga membunuh diri sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, perang itu adalah aktivitas politik dengan cara lain untuk mendapatkan kepentingan politik.

“Kalau nuklir dipakai, apalagi dalam skala besar, misalnya kita menyerang negara yang punya nuklir, mereka akan nyerang balik dan kehancurannya sama. Jadi, kalau kehancurannya sama terus siapa yang diuntungkan? Sementara itu, orang berperang itu ingin mendapatkan kepentingan mereka. Jadi saya kira tidak akan sejauh itu,” ulasnya.

Perang, di mata Hasbi, merupakan salah satu opsi dalam mencapai kepentingan sebuah negara. Perang ini, lanjutnya, sudah terjadi sejak awal sejarah peradaban manusia terbentuk hingga hari ini.

“Yang jelas kalau kita lihat dalam sejarah perang-perang terdahulu, selama motifnya pragmatisme, motif materialisme, maka perang-perang itu tidak akan menghasilkan kebaikan buat umat manusia. Yang terjadi adalah penghancuran, penindasan, eksploitasi,penjajahan, dan seterusnya ,” ungkapnya.

Dari perjalanan sejarah umat manusia, terangnya, perang yang sifatnya membebaskan itu hanya terjadi pada umat Islam. Ia berargumen, umat Islam berperang bukan untuk kepentingan yang sifatnya materialistis dan duniawi, tetapi kepentingan ukhrawi .

“Dalam perang apa pun, ada nilai spiritual untuk kebaikan umat manusia, sehingga ketika umat Islam melakukan aktivitas perang, tidak akan melakukan tindakan sewenang-wenang,” tukasnya.

Ia mencontohkan kejadian sekarang, sikap pejuang G4za dan sikap tentara Z1onis ketika memperlakukan tawanan perang itu berbeda. “Para mujahidin memperlakukan tawanan dengan sangat manusiawi, sedangkan tentara Zionis memperlakukan tawanan perang seperti binatang. Itu biasa buat mereka!” ujarnya.

Perlakuan berbeda itu terjadi, jelasnya, karena perbedaan motivasi. Z1onis Yahudi dengan motivasi duniawi, sementara umat Islam dengan motivasi ukhrawi yang membuat selalu terikat kepada hukum-hukum syariat.

“Saya berharap sekali bahwa perang-perang yang akan terjadi di masa depan adalah perang-perang yang dipimpin oleh kaum muslim agar dampak yang terjadi adalah dampak positif sehingga terwujud eternal peace (kedamaian abadi-red.),” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *