Liburan, Momentum Menguatkan Visi Hidup Remaja Muslim

Liburan, Momentum Menguatkan Visi Hidup Remaja Muslim

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Liburan adalah masa bagi remaja untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh orang tua. Utamanya untuk membicarakan hal yang sangat penting bagi kehidupan setiap manusia di muka bumi ini, yaitu visi hidup.

Remaja Muslim Harus Benar Visi Hidupnya

Memang tidak mudah bagi orang tua muslim hari ini dalam mendampingi kehidupan anak-anak mereka, terlebih anak usia remaja. Apalagi arus kapitalisme sekuler memang sedang menyasar dan membajak potensi remaja muslim demi keuntungan yang ingin mereka raih. Selain itu, remaja muslim sedang berada pada masa upaya pencarian jati diri. Waktu ketika mereka mulai membuat keputusan tentang sosok dirinya dan kebermanfaatan yang bisa diberikannya untuk orang lain.

Orang tua berperan penting dalam menanamkan visi hidup yang benar kepada remaja muslim. Visi hidup yang benar hanyalah dalam panduan Islam. Tidak terlambat bagi orang tua untuk mengajak remaja mereka merenungi hakikat dirinya, penciptanya, asal keberadaannya, serta tujuannya saat hidup di dunia dan setelah kematiannya. Obrolan ini bukan pembicaraan yang berat dan terlalu tinggi bagi remaja muslim, asalkan dibicarakan pada suasana dan momentum yang tepat. Liburan adalah salah satu momentum untuk mengajak remaja muslim merenungi, menetapkan, dan menguatkan visi hidupnya.

Rekreasi Keluarga yang Menguatkan Keimanan

Upaya untuk membuat remaja paham Islam dan bertingkah laku sesuai ajaran Islam tidak selalu dengan cara duduk mendengarkan ceramah guru agama. Namun, orang tua bisa menjelaskan dan mempraktikkannya langsung bersama remaja mereka. Saat rekreasi keluarga ke pantai atau ke gunung dan menikmati pemandangan alam lainnya, ini bisa menjadi momentum penguatan keimanan remaja. Ajak mereka memperhatikan dan merenungkan keteraturan alam, serta berbagai kejadian alam, seperti hujan, panas, air pasang, banyak bintang, bulan purnama dan lain-lain. Ini akan memahamkan remaja akan ketundukan makhluk kepada aturan Sang Pencipta.

Jangan Biarkan Dunia Maya Merebut Kebahagiaan Liburan Remaja

Dalam liburannya, remaja harus merasakan kebahagiaan bersama keluarga. Ternyata banyak agenda menyenangkan yang dapat dilakukan saat liburan, bahkan yang membuat remaja makin dewasa. Remaja mendapat kesempatan untuk didengar dan direalisasikan pendapatnya. Ia belajar bertanggung jawab terhadap berbagai keputusan yang telah disepakati dalam keluarga. Orang tua juga harus senantiasa mengapresiasi dan menghargai remaja karena ketaatannya.

Keimanan remaja harus dipupuk dan dikuatkan dengan penuh kasih sayang oleh orang tua. Ketaatan dalam bimbingan cinta kasih orang tua tanpa kata perintah kasar, apalagi dengan ancaman. Bukan berarti remaja tidak boleh memegang gadgetnya. Akan tetapi, berbagai sikap yang ditunjukkan dan dicontohkan oleh orang tua akan membuat mereka menggunakan HP seperlunya saja. Berbagai agenda bersama yang seru dan menyenangkan, membuat remaja tidak tertarik mencari kesenangan semu di dunia maya yang tidak dapat dinikmati secara nyata. Sebaliknya, peluk cium dan kasih sayang orang tua yang setiap saat bisa dirasakan langsung oleh remaja akan menyenangkannya.

Agenda curhat pun bisa dilakukan remaja bersama ayah atau bundanya, misalnya saat malam menjelang tidur. Orang tua dapat hadir menjadi pendengar setia, sambil sesekali mengarahkan pola pikir dan sikap anak remaja mereka agar sesuai Islam. Lakukan ini tanpa menyalahkan atau terjebak menggibah sesama. Remaja akan merasakan kehadiran orang tua sebagai sahabat sejati yang merangkulnya penuh kehangatan. Masa liburan dua pekan atau sebulan ternyata sangat berharga. Liburan menjadi kesempatan membentuk dan menguatkan kepribadian Islam bagi anak remaja kita.

Perenungan Tidak Saat Liburan Saja

Islam telah menggariskan bahwa tujuan hidup seorang muslim adalah untuk beribadah kepada Allah Swt. demi meraih rida-Nya. Rida Allah Swt. yang menjadi patokan bagi penetapan cita-cita remaja. Jika sudah seperti ini, kebahagiaan hidup di dunia akan dirasakan, begitu pula di akhirat. Menanamkan tujuan hidup pada remaja tentu tidak cukup dengan sekali obrolan. Orang tua dan keluarga harus senantiasa mengingatkan visi hidup ini sepanjang masa kehidupan remaja. Sikap saling menasehati harus selalu dihidupkan di dalam keluarga.

Allah Swt. berfirman, “Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS Al Asr: 1—3).

Melalui berbagai upaya yang dilakukan orang tuanya, remaja muslim akan senantiasa ingat visi hidupnya yang sesuai dengan tuntunan Islam. Ia akan melalui kehidupannya dengan jalan yang diridai Allah Swt. saja. Meskipun akan ada onak duri dalam kehidupan, tetapi remaja muslim akan sabar menjalaninya.

Wallahualam bissawab. [MNews/YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *