Penulis: Syekh Ahmad Athiyat
Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Sebagai ringkasan atas bahasan ini, kami nyatakan:
– Apakah kaum sosialis di seluruh alam ini memiliki satu contoh saja tentang pertentangan dalam gerak, sebagaimana yang dikatakan oleh Engels, “Bahwa gerak itu saling bertentangan.”
Dengan kata lain, apakah ada sesuatu yang satu di dunia ini yang berkembang dan sekaligus tidak berkembang pada saat yang sama, sebagaimana yang mereka duga selama ini?
Manusia itu mudah terpengaruh (emosi) ketika masih muda, dan ia tidak cepat terpengaruh ketika dewasa (berusia antara 30-50 tahun). Penetapan dan pengingkaran dalam perkara ini berkaitan dengan manusia yang berada pada dua zaman yang berbeda, maka di manakah pertentangan dalam sesuatu yang satu itu?
Telur akan menetas menjadi anak ayam, lalu menjadi seekor ayam dewasa, di manakah pertentangan dalam sesuatu yang satu itu? Apakah dua sifat dari telur dan ayam berkumpul bersamaan dalam satu waktu? Manakah yang disebut pertentangan itu??
Dalam tubuh manusia ada sel-sel yang mati, dan sel-sel baru yang lahir, apakah dalam tubuh manusia ada satu sel yang hidup dan mati dalam satu waktu? Tidak, bahkan keduanya merupakan dua sel sehingga tidak ada sifat saling bertentangan dalam sel yang satu karena keduanya merupakan dua sel yang berbeda. Oleh karena itu, apakah ada manusia yang hidup dan mati secara bersamaan dalam satu waktu?
Kemudian ada yang mengatakan bahwa muatan listrik positif dan negatif saling bertentangan, sedangkan realitasnya adalah bahwa penamaan keduanya berasal dari istilah ilmu pengetahuan (al-isthilah al-‘ilmiy) bukan dari sifat yang nyata (al-washf al-fi’liy). Ketahuilah, bahwa muatan positif itu merupakan sifat muatan listrik yang timbul akibat adanya batang kaca yang digosok dengan sutra, sedang muatan negatif itu merupakan sifat muatan listrik yang timbul akibat adanya dua ion yang digosok pada kulit kucing, setiap dua muatan ini (positf dan negatif) merupakan dua jenis khusus yang berbeda pada muatan listrik, dan bukan berarti bahwa salah satu dari keduannya menggambarkan sesuatu yang ada sedang yang lain tidak ada. Oleh karena itu, di manakah yang disebut dengan pertentangan itu? Dari contoh-contoh ini serta ratusan contoh lainya jelaslah bahwa ide adanya pertentangan (saling menegasikan) pada sesuatu yang satu secara bersamaan merupakan angan yang tidak memiliki kenyataan sama sekali.
– Adapun berkaitan dengan poin ketiga, mereka menganggap bahwa evolusi (perkembangan) yang terjadi dalam berbagai benda itu terus-menerus berlangsung, yang dimulai dari bawah ke atas, dari buruk menjadi baik. Sedangkan apabila sebaliknya, maka hal itu tidak akan terjadi kecuali dalam kondisi terbalik saja. Mereka memahami bahwa perkembangan (evolusi) itu akan membawa pada perubahan dalam hal kualitatif, tidak pada kuantitatif. Karena sempitnya ruang bahasan, kami menguraikan kerusakan ide ini dengan ringkas saja:
Apakah perubahan dari muda menjadi tua, merupakan perubahan dari bawah ke atas atau dari buruk ke baik, apakah itu yang disebut kondisi terbalik padahal tidak mungkin bisa kembali lagi.
Apakah mungkin proses apa pun bisa mengubah besi menjadi emas, kuda menjadi unta?
Apakah perubahan benih menjadi pohon dan telur menjadi ayam termasuk lompatan evolusi, sedangkan bukti yang ada tidak seperti itu?
Jika terjadi peleburan air dan mengubahnya menjadi cair secara kualitatif, apakah peleburan lilin dan kaca akan seperti itu juga, sedangkan bukti yang ada tidak demikian?
Ini merupakan contoh-contoh yang sangat jelas menunjukkan kerusakan ide lompatan evolusi.
– Berkaitan dengan poin terakhir, mereka menyatakan bahwa alam ini satu sama lain saling bergantung, oleh karena itu tidak mungkin memahami sebuah peristiwa atau sesuatu benda kecuali dengan memahami faktor-faktor yang melingkupinya dan sebagainya. Secara ringkas kami nyatakan:
Apakah pengaruh gempa bumi yang terjadi di Iran terhadap Irak, dan banjir yang terjadi di India terhadap Pakistan?
Manusia itu terikat dengan kehidupan, air, udara dan makanan, apakah semua ini terikat juga dengan manusia?
Apakah untuk memahami realitas manusia, kita perlu juga memahami gunung, sungai, pohon, Saturnus, Merkurius, Mars?
Jika memang harus kita pahami segala hal yang berhubungan dengan sesuatu, baik berupa sebab, faktor, dan syarat, dan harus pula kita sifati dan ketahui kaitan sesuatu itu dengan segala hal yang melingkupinya sebagaimana yang disangka kaum sosialis, tetapi mengapa kita melihat dalam definisi-definisi kaum komunis ada sesuatu yang menyalahi hal itu?
Lenin telah berkata tentang dialektika, “Bahwa dialektika itu merupakan hukum-hukum umum bagi gerakan.”
Berdasar paparan ini semua jelas tampak kerusakan konsep dan pandangan sosialisme tentang alam, dan dengan ini pula kami telah sampai pada kesimpulan bahwa sosialisme merupakan sebuah ideologi yang rusak dan tidak layak untuk dijadikan pijakan kebangkitan yang benar secara mutlak.
Oleh karena itu, kami akan melanjutkan pada pembahasan berikutnya tentang ideologi Islam. [MNews/Rgl]
Sumber artikel: Syekh Ahmad Athiyat, Ath-Thariq (Jalan Baru Islam)
