Muslimah News, NASIONAL—Pemerintah sedang menyiapkan naskah akademis dan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) untuk dibahas DPR yang targetnya bisa diundangkan pada 2023.
Pembahasan RUU Sisdiknas dinilai urgen karena ada mandat dari UUD 1945 untuk merancang penyelenggaraan satu sistem pendidikan nasional. Saat ini, setidaknya ada tiga UU yang mengatur sistem pendidikan secara langsung, yakni UU Sisdiknas Tahun 2003, UU Guru dan Dosen, dan UU Pendidikan Tinggi. Keberadaan tiga UU ini memunculkan potensi ketidakselarasan pada pengaturan produk turunannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri.
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo mengatakan ada kebutuhan untuk melakukan penyesuaian regulasi supaya tidak tumpang tindih. “Supaya cepat bisa mengikuti perkembangan zaman, dan itu kebutuhan yang kontekstual,” ujarnya.
Bangunan Peradaban
Mencermati hal ini, pengamat kebijakan publik Dr. Rini Syafri menekankan bahwa sistem pendidikan merupakan tulang punggung bangunan suatu peradaban.
Ia menilai revisi Undang-Undang (UU) Sisdiknas yang akan mengintegrasikan tiga UU sebelumnya, yaitu UU Sisdiknas, UU Guru dan Dosen, dan UU Dikti pada hakikatnya makin menjauhkan hak publik dari sistem pendidikan yang mencerdaskan akal dan fikiran. “Bahkan, bahaya loss education akan semakin parah,” kritiknya.
Di samping itu, ia mengingatkan, hal tersebut berakibat pula terjadinya pembajakan potensi intelektual generasi umat yang lebih sistemik dan masif untuk memudahkan pencapaian berbagai agenda hegemoni kafir penjajah.
“Baik untuk eksistensi peradaban barat kapitalisme yang sakarat, maupun untuk mengaborsi lahirnya kembali peradaban Islam,” ungkapnya prihatin.
Walhasil, tegasnya, kemuliaan dan kesejahteraan palsu makin melingkupi kaum terdidik.
Kemuliaan Sejati
Padahal, ia mengungkapkan, kemuliaan dan kesejahteraan sejati negeri ini hanya akan terwujud ketika negara hadir sebagai pelaksana sistem pendidikan Khilafah.
“Terbukti selama puluhan abad menjadi tulang punggung peradaban yang memuliakan kaum terdidik dan menjadi penyejahtera seluruh alam,” tandasnya.[MNews/Ruh]
