Muslimah News, NASIONAL — Menyorot tagar #KaburAjaDulu yang sempat viral tahun lalu dan banyaknya WNI yang pindah kewarganegaraan, aktivis muslimah Najmah Saiidah menyampaikan, seharusnya pemerintah melakukan introspeksi, mengapa rakyatnya ingin “kabur” dari Indonesia. “Fakta tidak terbantahkan, negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Berbagai permasalahan terjadi. Secara politik, negeri ini berada dalam cengkeraman asing, yakni sistem sekuler kapitalisme. Apalagi dalam aspek ekonomi, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin terimpit, penguasa berpihak pada pengusaha, dan sebagainya,” ucapnya dalam sebuah podcast bertajuk “Pindah Kewarganegaraan: Ketika Warga Kehilangan Harapan”, Jumat (31-7-2026).
Sekularisme liberal, ujarnya, menyebabkan masyarakat bersikap permisif dan terimpit, sementara negara abai terhadap kondisi rakyat. “Wajar jika kemudian yang terjadi rakyat ingin lari dari negerinya karena hidup makin sempit dan tidak diayomi oleh negara,” jelasnya.
Namun, ungkapnya, kondisi ini sangat berbeda dengan sistem Islam, negara bertanggung jawab penuh atas rakyatnya, baik sandang, pangan, dan papan maupun kebutuhan komunal, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang dijamin oleh Negara Islam, yakni Khilafah. “Kesejahteraan akan terwujud karena rakyat merasa dilindungi dan diayomi oleh negara dan tidak akan pergi dari negerinya, terlebih pindah kewarganegaraan,” jelasnya.
Penguasa, imbuhnya, akan melakukan pembangunan yang mendukung kesejahteraan rakyatnya, sehingga tidak akan terpikir sedikit pun untuk pindah kewarganegaraan dari Khilafah. “Rakyat juga berhak melakukan muhasabah kepada penguasa jika ada penyimpangan,” ucapnya.
Selain itu, tuturnya, Islam mengatur hukum pindah kewarganegaraan. Dalam Islam, lanjutnya, umat Islam tidak boleh pindah kewarganegaraan karena umat Islam tidak boleh diatur oleh sistem selain Islam alias sistem kufur. Hari ini tidak ada satu negara pun yang menerapkan syariat Islam secara kafah. Yang harus dilakukan kaum muslim adalah mendakwahkan Islam kafah agar kesejahteraan bisa terwujud,” pungkasnya. [MNews/IK]
