[Kabar] Takwin Foundation Diduga Bertujuan Mempertanyakan Islam!

[Kabar] Takwin Foundation Diduga Bertujuan Mempertanyakan Islam!

Muslimah News, INTERNASIONAL— Kehadiran Takwin Foundation di Mesir pada 2024 ditolak oleh Al-Azhar dan banyak ulama di sana. Lembaga itu dianggap meragukan hadis, ijmak, dan otoritas ulama klasik. Setelah ditolak di Mesir, mencari basis di Maroko pada awal April 2026.

Lembaga ini mendefinisikan dirinya sebagai lembaga yang berupaya untuk mengembangkan wacana toleransi, membuka jalan bagi dialog, mendorong peninjauan kritis, serta menanamkan semangat pembaharuan dan reformasi untuk mengembalikan pemikiran keagamaan ke tempatnya yang semestinya, dan memastikan keberlanjutan Islam serta integrasinya dengan perkembangan zaman.

Mempertanyakan Islam

Juru bicara (jubir) Divisi Perempuan jemaah dakwah ideologis internasional menduga, lembaga tersebut bertujuan mempertanyakan Islam. “Melihat nama-nama anggota dewan pengawas lembaga ini, seperti Ibrahim Eissa, Olfat Youssef, Islam Beheiri, dan Firas Al-Sawwah, mengindikasikan bahwa ini adalah proyek publik yang bertujuan untuk secara terbuka mempertanyakan Islam,” tuturnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Ahad (19-4-2026).

Ia melanjutkan, lembaga ini bertujuan untuk menimbulkan keraguan pada prinsip-prinsip dasar Islam atas nama modernisasi, pembaharuan, dan perubahan. ”Mereka adalah para perusak yang menyamar sebagai pembaharu, melancarkan perang keraguan, menyerang Al-Quran, mencela Sunah dan kumpulan hadis yang sahih, menyerang para sahabat dan merusak martabat mereka, memfitnah para tabiin dan para ulama umat, memutarbalikkan sejarah Islam, dan menyebarkan kemaksiatan,” bebernya.

Ia mengutip perkataan Imam al-Hafiz an-Nasa’i, “Islam itu seperti rumah dengan pintu. Pintu Islam adalah para sahabat. Barangsiapa yang menyakiti para sahabat sebenarnya sedang menargetkan Islam, sebagaimana orang yang mengetuk pintu bermaksud untuk masuk ke dalam rumah.” (Tahdhib al-Kamal 1/339).

”Orang-orang ini didukung secara besar-besaran oleh media dan finansial untuk menyebarkan kampanyenya, yang menargetkan pemuda muslim. Mereka tidak membuka pintu bagi diskusi ilmiah, tetapi menetapkan bimbingan selektif melalui interpretasi yang menyimpang yang secara lahiriah menyerupai kebenaran tetapi menyerang hakikat Islam di bawah kedok pembebasan dari tradisi,” paparnya.

Yayasan Takwin, sambungnya, tidak lain hanyalah penyebar perpecahan, terdiri dari kelompok elite yang piawai dalam penipuan dan penyesatan, serta merusak akidah umat. “Mereka mengaku sebagai ulama, tetapi mereka hanyalah perampok kebenaran dan penyeru ke gerbang neraka, menganjurkan ide-ide yang merusak fondasi Islam dari dalam,” tandasnya.

Ini, kata jubir, sebagaimana yang digambarkan oleh Nabi Muhammad saw. Riwayat Bukhari dan Muslim, “Akan muncul para dai yang menyeru ke Neraka Jahanam. Barang siapa yang menerima seruan mereka, maka mereka akan menjerumuskannya ke dalam neraka.” Aku (Hudzaifah) bertanya, “Ya Rasulullah, sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami.” Rasul menjawab, “Mereka dari golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita.” Aku bertanya, ”Apa yang Engkau perintahkan kepada kami jika kami menemukan keadaan seperti itu?” Rasul menjawab, ”Pegang erat jamaah kaum muslim dan imam mereka.”

Penyimpangan dari Kebenaran

Jubir juga menjelaskan, ateisme tidak terbatas pada ateisme materialistis, yaitu menyangkal keberadaan Allah Swt., tetapi mencakup setiap penyimpangan dari kebenaran dan dari agama Allah.

Ia mengutip pendapat Syekh Tahir bin Ashur dalam kitabnya Al-Tahrir wa al-Tanwir, “Ateisme adalah penyimpangan dari inti sesuatu ke sisinya, dan semua turunannya kembali pada makna ini. Karena inti sesuatu disamakan dengan kebenaran dan ketepatan, maka penyimpangan dari kebenaran ke kepalsuan disamakan dengan ateisme, dan dengan demikian ateisme diterapkan pada kekafiran dan kerusakan…”

Ia juga mengutip pendapat Dr. Haitham Talaat, seorang peneliti spesialis ateisme dan pemikiran modern. ”Segitiga ateisme esoteris memiliki tiga sisi. Pertama, menolak Sunah. Kedua, memisahkan penafsir dari teks. Ketiga, mendistorsi makna teks Al-Qur’an,” kutipnya.

Dengan demikian, lanjutnya, teks-teks keagamaan terbuka untuk interpretasi apa pun, yang memungkinkan pendekatan simbolis dan historis. ”Atas dasar inilah lembaga takwin didirikan,” tandasnya.

Ia menyesalkan, kampanye menabur keraguan terhadap Islam berlangsung secara masif dengan pendanaan besar. “Namun ulama lurus dilarang menyeru kebenaran, dianiaya, dipenjara, sementara sekularisme diberi kebebasan dan didanai untuk menyebarkan kesesatan,” sedihnya.

Terbawa Arus

Jubir khawatir para pemuda yang menjadi target lembaga ini hanyut terbawa arus dan dengan mudah menerima ide-ide tersebut. Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada para ibu muslimah. “Sudahkah kalian menanamkan pada anak-anak kalian hal-hal minimal yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. agar mereka dapat menegakkan agama mereka dan beribadah kepada Allah sesuai kehendak-Nya? Sudahkah kalian membentengi anak-anak kalian dan memperkuat kebanggaan mereka akan identitas Islam mereka, menjadikan akidah (keyakinan) sebagai kompas mereka dalam kehidupan ini sehingga mereka tidak mencari afiliasi dan loyalitas alternatif? Sudahkah kalian menghubungkan anak-anak kalian dengan Al-Qur’an dan mendorong penguasaan bahasa Arab mereka dan kebanggaan akan hal itu sehingga mereka dapat merenungkan Kitabullah dan Sunah Nabi-Nya? Sudahkah kalian membuat mereka menyadari musuh-musuh mereka dan metode peperangan mereka? Ini adalah amanah yang berat, jadi janganlah kalian mengabaikannya!” pesannya.

Ia juga mengingatkan kepada kaum muslim. ”Ketiadaan pemerintahan Islam di bumi telah mendatangkan malapetaka yang kita derita hari demi hari,” ujarnya prihatin.

Jubir meyakini, Islam tidak akan meraih kemenangan dan kejayaan kecuali dengan Negara Khilafah yang mengikuti metode kenabian. ”Maka, segeralah menegakkannya dan selamatkanlah generasi muda Anda karena merekalah bahan bakar umat ini, dan merekalah yang mendukung Rasulullah saw. dan memimpin penaklukan serta meraih kejayaan besar,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *