[Kabar] Aktivis: AS Berambisi Mendominasi dan Menghancurkan yang Lemah

[Kabar] Aktivis: AS Berambisi Mendominasi dan Menghancurkan yang Lemah

Muslimah News, INTERNASIONAL — Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengakui kebohongan Amerika Serikat (AS) ketika menjadikan dasar tatanan hukum internasional hanya untuk menguntungkan AS. Ia menyerukan negara-negara kekuatan menengah untuk bersatu karena tidak mungkin lagi untuk “hidup dalam kebohongan.” Hal ini disampaikan dalam pidato yang memuat pandangan dan kritik tajamnya selama Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, (21-1-2026).

Carney mengakui kemunafikan AS dalam beretorika yang berkaitan dengan kebebasan, hak asasi manusia, dan bantuannya. Sementara kenyataan mengungkapkan penindasan terhadap martabat dan hak asasi manusia serta penjarahan kekayaan rakyat.

Kanada adalah anggota G-7 (Kelompok Tujuh) yang memiliki sifat menjajah (kolonialistis). Mereka sedang membahas isu-isu keuangan dan politik global untuk memaksakan keputusannya kepada negara lain. Mereka kapitalis sejati. Ketika mereka berbeda pendapat, maka akan saling membongkar satu sama lain, bukan karena jujur atau peduli, tapi karena kepentingan mereka terancam.

Ambisi AS

Menyikapi hal tersebut, aktivis muslim Asad Mansour menyampaikan, tatanan internasional hari ini sedang goyah karena korupsi dan kebohongannya telah terungkap. “Banyak negara mengeluhkan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan AS karena ambisinya yang kuat untuk mendominasi dan menghancurkan yang lemah,” jelasnya kepada Kantor Berita ideologis internasional,  Rabu (4-2-2026).

Negara-negara yang membangun tatanan internasional, ungkapnya, telah menghancurkan ikatan itu dengan tangan mereka sendiri. “Jika ikatan mereka runtuh, itu adalah kabar gembira bagi seluruh umat manusia untuk terbebas dari kebohongan besar kapitalisme dan kejahatannya. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani sudah pernah menyampaikan penyebab penderitaan dunia adalah hukum internasional karena itu buatan manusia yang membutuhkan otoritas global untuk ditegakkan demi kepentingan segelintir elite,” terangnya.

Ia menjelaskan, fondasi hukum internasional itu salah dan aturannya palsu karena adanya blok kekuatan besar yang menimbulkan bahaya bagi perdamaian dan intervensi untuk negara-negara lain. “Inilah penyebab kekacauan dunia sehingga kebahagiaan dan kesejahteraan tidak mungkin terwujud di bawah tatanan kapitalisme global. Oleh karena itu, untuk membebaskan dunia dari kejahatan-kejahatan sistematis, Islam menguraikan peta jalan dengan tepat dan jelas,” paparnya.

Menurutnya, tidak ada alternatif lain selain mengupayakan tegaknya kehidupan Islam untuk menyelamatkan dunia dari penderitaan, kebohongan, dan kejahatan Barat. “Ideologi Islam benar. Ketika Islam diterapkan dalam sistem pemerintahan selama 13 abad, sistem ini berupaya membebaskan rakyat dari penindasan dan penderitaan, menegakkan keadilan, menjaga martabat manusia, memberikan hak, serta menjamin kebutuhan,” bebernya.

Sistem pemerintahan Islam, ungkapnya, tidak menjajah negara mana pun atau menjarah kekayaan negara mana pun. “Sebaliknya, institusi ini melindungi setiap negeri. Oleh karena itu, melakukan perbuatan baik untuk menegakkan kekhalifahan adalah benar, dan mendukung mereka yang bekerja untuk itu juga benar. Bahkan, hal ini akan menyelamatkan mereka dari para pelaku kejahatan yang menganggap bahwa kekuatan adalah kebenaran, sementara yang lemah wajib tunduk dan menyerah kepada yang kuat. Sungguh jahat para kapitalis global!” tandasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *