[Kabar] Malapetaka Tanpa Henti Menimpa Palestina sejak Runtuhnya Khilafah

[Kabar] Malapetaka Tanpa Henti Menimpa Palestina sejak Runtuhnya Khilafah

Muslimah News, INTERNASIONAL — Juru bicara (jubir) Divisi Perempuan jemaah dakwah ideologis internasional menyampaikan keprihatinannya ketika melihat kondisi rakyat Gaza. “Hari ini, kaum muslim di Gaza mati kedinginan setelah dibiarkan menderita genosida selama dua tahun. Malapetaka yang menimpa Palestina terus berlanjut tanpa henti sejak runtuhnya Khilafah,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Jumat (18-12-2025).

Khalifah yang dahulu pernah berkuasa, ungkapnya, pernah menyatakan, “Palestina adalah tanah yang disirami oleh darah leluhurku, dan jika Khilafah jatuh, kalian akan mengambilnya tanpa harga.” Hingga hari ini, ujarnya, entitas Yahudi yang diciptakan Inggris dan didukung Barat, dengan seluruh kekuasaannya, terus membunuh penduduk Tanah Suci itu dengan melakukan kekerasan, meneror, dan eksekusi mati, sementara dunia hanya menonton.

Mereka, ungkapnya, telah mengepung Gaza selama bertahun-tahun, tanpa henti membombardirnya dengan kebrutalan yang tidak terbayangkan, mengakibatkan kematian lebih dari 70 ribu orang. “Dunia muslim dengan tentara dan para cendekiawannya, hanya menonton, melihat seperti orang buta, dan mendengar tangisan para wanita yang berduka seperti orang tuli Selama bertahun-tahun di bawah pengepungan, dan dua tahun di bawah bombardir yang menewaskan putra dan suami mereka, perempuan-perempuan Gaza bertahan, tanpa dukungan apa pun,” paparnya.

Hingga hari ini, ulasnya, mereka terus menderita. “Gencatan senjata hanyalah janji kosong. Faktanya, para mediator, penguasa, dan negosiator terus berkonspirasi melawan Gaza. Ini bukan lagi sekadar pengkhianatan atau kelalaian; ini adalah keterlibatan terang-terangan. Mereka mempertahankan pengepungan, mencegah kebutuhan pokok masuk ke Jalur Gaza, dan tetap tidak peduli dengan wanita, dan anak-anak Gaza,” kritiknya.

Jangan Lagi

Ia menyampaikan permohonan bantuan kepada seluruh kaum muslim untuk menolong mukmin dan para syuhada Gaza. “Kalian tidak menyelamatkan kami dari pemboman tanpa henti. Akankah kalian menyelamatkan kami dari kematian akibat kedinginan yang menusuk tulang? Bukankah sudah saatnya kalian menanggalkan jubah kelemahan kalian, bangkit, dan mengembalikan kejayaan kalian yang dahulu? Jangan lagi mengecewakan Gaza agar rahmat Allah tidak terlewatkan dan jatuh ke tangan orang lain!” pintanya.

Ia mengutip QS Al-Anbiya ayat 106, “Sesungguhnya Al-Quran ini sudah cukup sebagai peringatan bagi orang-orang yang tekun beribadah.”  

Menurutnya, dengan datangnya musim dingin, Jalur Gaza benar-benar berubah menjadi danau yang luas, tetapi dipenuhi dengan tubuh-tubuh yang menggigil dan sisa karung tepung yang digunakan untuk menghangatkan badan. “Danau yang diwarnai air mata anak-anak yang menggigil kedinginan, air mata ibu dan ayah yang berduka menangis putus asa, serta tidak berdaya untuk melindungi anak-anak mereka dari hawa dingin yang mematikan ini,” tutupnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *