[Kabar] Aktivis: Kekerasan Seksual Sistematis terhadap Muslimah Sudan Akibat Ketiadaan Khilafah

[Kabar] Aktivis: Kekerasan Seksual Sistematis terhadap Muslimah Sudan Akibat Ketiadaan Khilafah

Muslimah News, INTERNASIONAL — Organisasi Strategic Initiative for Women in the Horn of Africa (Inisiatif Strategis untuk Perempuan di Tanduk Afrika) melaporkan (11-12-2025) telah mendokumentasikan hampir 1.300 insiden kekerasan seksual terhadap perempuan di 14 negara bagian di Sudan sejak perang dimulai di negara itu pada April 2023. Organisasi tersebut menggambarkan kekerasan seksual terhadap perempuan sebagai senjata sistematis dalam konflik karena kekerasan tersebut meluas, berulang, disengaja, dan sering kali ditargetkan. Pasukan Dukungan Cepat (RSF) disalahkan atas 87% kasus kekerasan terhadap perempuan di Sudan.

Ketiadaan Khilafah

Menyikapi kekerasan seksual di Sudan yang berjalan sistematis dan terstruktur, juru bicara (jubir) Divisi Perempuan jemaah dakwah ideologis internasional menyampaikan, itu terjadi akibat ketiadaan khilafah. “Saat ini, tanpa adanya Negara Khilafah dan sistem Islam yang diterapkannya, yakni Khilafah yang berdasarkan metode kenabian, perempuan muslim telah menjadi mangsa setiap kekuatan, rezim, dan entitas yang korup, tanpa pelindung untuk melindungi martabat dan darahnya,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Rabu (17-12-2025).

Ia menjelaskan, tanah kaum muslim dibagi-bagi menjadi negara-negara bangsa yang dipisahkan oleh perbatasan buatan yang dipaksakan kolonial. “Kaum muslim pun terpecah-belah dan lemah, bahkan tidak ada negara yang bergerak untuk membela saudara perempuan di Sudan. Sebagai Muslim, tidak cukup kita meneteskan air mata atas penderitaan saudara perempuan kita atau merasakan sakit atas cita-cita mereka. Kita diwajibkan oleh Allah Swt. untuk berupaya mewujudkan Khilafah yang akan mengakhiri mimpi buruk yang dialami saudara perempuan kita ini,” ungkapnya.

Kemudian, ia mengutip QS Al-Anfal: 73, “Dan orang-orang kafir itu bersekutu satu sama lain, (dan) jika kalian (umat Islam) tidak bersekutu (yaitu menjadi satu kesatuan), maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.”

Menurutnya, yang telah dialami saudari-saudari muslim di Sudan dalam konflik ini sungguh mengerikan dan tidak terlukiskan, muslimah diperkosa di depan anak-anak dan kerabat mereka, kelaparan, penyiksaan, dan segala bentuk perlakuan tidak manusiawi dilakukan oleh milisi. “Kekerasan seksual sistematis ini mencerminkan yang telah dialami saudari-saudari kita di Palestina, Rohingya, Myanmar, Kashmir, dan Uighur. Oleh karena itu, serukanlah dengan segera untuk kembalinya Sistem Allah Swt., yang akan menyatukan tanah kita, tentara kita, sumber daya kita, dan menempatkan perlindungan kehormatan perempuan mukmin sebagai pilar penting negara,” tandasnya. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *