
Dr. Hj. Nunung Julaeha, M.Si.
Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah berpengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan, salah satunya dalam sektor pendidikan. Guru tidak menjadi satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik dewasa ini. Berbagai aplikasi pembelajaran dengan mudah dimanfaatkan oleh peserta didik. Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) sedikit banyak telah membantu peserta didik menyelesaikan persoalan-persoalan dalam pembelajaran. Begitu pula di tingkat perkuliahan, AI telah banyak membantu mahasiswa menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.
Para pelajar maupun mahasiswa adalah generasi muda pengguna teknologi terbesar. Mereka adalah generasi muda yang sejak kecil sudah terpapar teknologi, sehingga sangat mahir menggunakan teknologi. Bahkan ilmu untuk menggunakan teknologi tersebut bisa jadi bukan berasal dari seorang guru, justru guru akan belajar banyak dari peserta didik. Dengan demikian pendidikan tidak lagi vertikal dari atas ke bawah. Untuk keterampilan teknologi, guru akan banyak belajar dari generasi muda.
Generasi muda berpotensi luar biasa menjadi agen perubahan dalam membangun peradaban bangsa. Teknologi yang dikuasai oleh kelompok generasi yang kreatif dalam arti positif berpeluang melahirkan banyak pekerjaan serta menyelesaikan persoalan sehari-hari. Akan tetapi, bagi kelompok generasi muda lainnya hanya melahirkan generasi yang dangkal (shallow generation) yang ingin cepat menyelesaikan persoalan tanpa melalui proses, cepat menyerah, serta terjebak dalam berbagai platform online yang akan menjerumuskan ke dalam tindakan yang bertentangan dengan norma agama.
Dengan demikian persoalan terbesar dewasa ini adalah penguatan karakter dalam memanfaatkan teknologi agar teknologi dapat membantu meringankan pekerjaan manusia, bukan membebani manusia. Penguatan karakter yang dimaksud adalah sikap atau perilaku dalam memanfaatkan teknologi agar sesuai dengan norma agama, yaitu syariat Islam. Teknologi telah membuka sekat kewilayahan antara lokal dan global sehingga menjadi peluang bagi generasi muda agar menjadikan teknologi sebagai media dalam menyampaikan ide-ide kreatif, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Islam telah mengajarkan kepada kita semua bahwa generasi muda masa kini lahir dengan kondisi yang berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga dibutuhkan metode yang tepat sesuai dengan zamannya dan teknologi telah membantu. Akan tetapi, meskipun metode yang digunakan mampu menyelesaikannya, akan melahirkan masalah baru. Dengan demikian solusi terbaik bagi generasi muda adalah berpegang teguh dan bertingkah laku sesuai aturan Islam dan bangga beridentitas Islam, sehingga ide-ide Islam dapat menyelesaikan persoalan yang bersifat lokal atau global.
Generasi muda sebagai agen perubahan akan menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi ketika menjadikan Islam sebagai pedoman dalam penggunaannya. Islam sudah mengatur dengan sangat detail terkait waktu penggunaannya, konten yang layak dibuka atau disebar, bahasa yang digunakan, sampai narasi-narasi yang dibangun. Dengan demikian, Islam tidak melarang menggunakan teknologi, tetapi Islam menuntun generasi muda dalam pemanfaatan teknologi agar menjadi media menyebarkan ide-ide Islam, baik di tingkat lokal maupun global.[]
#DuaGenerasiSatuAmanah
#GenerasiPeloporPerubahan
#GenerasiPenerusRisalahIslam
