[Kabar] Kiai Labib: Rusaknya Peradaban Hari Ini Akibat Ketiadaan Iman!

[Kabar] Kiai Labib: Rusaknya Peradaban Hari Ini Akibat Ketiadaan Iman!

Muslimah News, NASIONAL — Ulama nasional K.H. Rokhmat S. Labib menegaskan bahwa kerusakan luar biasa yang terjadi pada peradaban saat ini karena ketiadaan iman. “Al-Qur’an dalam banyak ayat menjelaskan bahwa berbagai kerusakan yang dilakukan oleh manusia penyebabnya adalah tiadanya iman, tidak adanya akidah, tidak ada keyakinan terhadap Allah Swt., tidak ada keyakinan bahwa manusia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat untuk dimintai pertanggungjawaban atas semua yang dilakukan, dan dibalas atas apa yang dikerjakan,” ungkapnya di hadapan ratusan pengusaha, Jumat (14-11-2025).

Kiai Labib tidak memungkiri, kemajuan peradaban dalam aspek fisik yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi memang melahirkan kemajuan luar biasa. “Secara fisik, kita lihat berbagai kemajuan dan lompatan. Yang terjadi sekarang belum terjadi sebelumnya. Kita lihat bagaimana teknologi informatika, teknologi komunikasi, teknologi transportasi, dan aneka ragam kemajuan. Sesuatu yang belum pernah terjadi pada masa silam,” bebernya.

Namun, ia merasa sedih, peradaban dalam aspek kehidupan—dalam arti cara kehidupan manusia, jalan kehidupan, gaya kehidupan—tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada masa silam. “Bahkan, jauh lebih parah lagi! Apa yang terjadi pada masa Nabi Luth, manusia menyukai sesama jenis, sekarang terjadi, bahkan lebih masif. Apa yang dulu terjadi, seperti pembunuhan, peperangan, sekarang tidak berbeda. Bahkan, seiring dengan teknologi, tingkat korbannya jauh lebih dahsyat dan mengerikan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan pembunuhan ribuan orang yang terjadi di Sudan, di Palestina, di perang dunia, menjadi bukti bahwa peradaban dalam aspek gaya kehidupan, tata cara hidup, justru bermasalah bahkan mengalahkan binatang. ”Sekejam-kejamnya singa, mereka tidak melakukan genosida, tetapi ini terjadi pada manusia,” ujarnya mirisnya.

Contoh Ayat

Kiai Labib lalu mencontohkan ayat yang menunjukkan bahwa fakta rusaknya peradaban saat ini karena ketiadaan iman. Ia membacakan surah Al-Muthafifin ayat 1—4 yang menjelaskan bahwa orang berani berbuat curang dalam timbangan karena mereka tidak mengira kalau nanti akan dibangkitkan.

Orang berani melakukan kejahatan, ucapnya, karena ia yakin akan bebas dari hukuman. ”Koruptor itu kalau yakin pasti bisa ditangkap dan pasti akan dipenjara, enggak berani melakukan korupsi. Namun, kalau ia yakin bahwa ia lepas dari hukuman karena sesama koruptor tidak boleh saling tangkap, sesama koruptor tidak boleh saling memenjara, bebas ia. Kemudian, ia tidak yakin bahwa di akhirat kelak akan dibangkitkan dan harus mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan. Kalau ia yakin, niscaya tidak berani!” sindirnya.

Ia melanjutkan, dalam surah An-Naba, Allah Swt. menjelaskan bahwa mereka tinggal di neraka berabad-abad lamanya, tidak merasakan kesejukan di dalamnya, tidak pula mendapat minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah. ”Pertanyaan pentingnya, kejahatan apa sampai mereka mendapatkan hukuman yang begitu dahsyat? Kejahatan besar itu disebutkan dalam ayat berikutnya, karena mereka tidak takut terhadap hisab Allah Swt.. Ini yang membuat Netanyahu berani membantai kaum muslim di Palestina. Demikian juga Amerika,” terangnya.

Tidak hanya itu, Kiai Labib melanjutkan, para penguasa saat ini dengan mudah menzalimi rakyat, melakukan kerusakan, menumpahkan darah, melakukan pemerkosaan, dan segala macam kerusakan. ”Pangkalnya adalah tiada keimanan,” tandasnya.

Peradaban Islam

Kiai Labib lalu membeberkan, satu-satunya peradaban yang bukan sekadar maju secara teknologi, tetapi menghadirkan kebaikan kepada manusia baik di dunia maupun akhirat hanyalah peradaban yang didasarkan akidah islamiah. ”Peradaban ini harus diterapkan dalam sebuah institusi negara. Itulah Khilafah Islam,” cetusnya.

Menegakkan Khilafah, kata Kiai Labib, hukumnya wajib, jika dikerjakan mendapat pahala, jika ditinggalkan berdosa. ”Kalau tidak mau dosa dan maunya pahala, tidak ada yang dilakukan, kecuali harus ikut berjuang menegakkan Khilafah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kewajiban menegakkan Khilafah bukan hanya tugas para ulama, para cendekiawan, tetapi tugas seluruh kaum muslim. ”Siapa pun ia, asalkan muslim, wajib untuk memperjuangkan Khilafah. Termasuk yang hadir di depan saya ini, para pengusaha,” tegasnya.

Kiai Labib menawarkan kepada para pengusaha yang hadir untuk mengambil bisnis yang akan menyelamatkan dari azab yang pedih. ”Apa bisnis itu? Kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Bukan sekadar beriman, tetapi juga berjuang di jalan Allah Swt. dengan harta dan jiwa,” jelasnya mengutip penjelasan Al-Qur’an surah As-Shaf ayat 10—11.

Terakhir Kiai Labib mengingatkan bahwa sebagai muslim tidak cukup hanya mengerjakan salat, tidak cukup hanya dengan zakat dan ibadah-ibadah lain, tetapi harus berjuang menegakkan Islam. ”Bahkan berjuang hingga titik darah penghabisan. Itulah jihad fisabilillah. Inilah bisnis yang tidak ada yang lebih menggiurkan selain ini,” pungkasnya. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *