Penulis: Jamal Harwood
Sambungan dari “Pendahuluan” Bagian 2/4
Muslimah News, TELAAH KITAB — Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa penting yang memukul dunia sejak krisis itu terjadi.
Juni 2007: Two Bear Stearns menderita akibat kegagalan berspekulasi dalam surat berharga hipotek AS.
14 September: Terjadi rush di bank Northern Rock karena para nasabah panik sehingga menarik semua uang mereka.
17 Februari 2008: Northern Rock dinasionalisasi setelah krisis kapital tersebut.
16–17 Maret: Bear Stearns dijual ke bank investasi AS, JP Morgan Chase, setelah ada tekanan dari pemerintahan AS.
11 Juli: Para regulator perbankan AS mengambil IndyMac Bancorp Inc, perusahaan besar pemberi pinjaman hipotek AS yang diperdagangkan secara publik setelah para nasabah menarik dananya lebih dari US$1,3 miliar hanya dalam hitungan 11 hari.
13 Juli: Departemen Keuangan dan Bank Sentral AS mulai menasionalisasi perusahaan keuangan hipotek Fannie Mae dan Freddie Mac yang menguasai hampir setengah dari utang hipotek AS yang statusnya masih macet.
15 September: Lehman Brothers bangkrut. Ini merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS. Merrill Lynch juga mengalami gejala serupa dan segera diambil alih oleh Bank of America.
16 September: AIG sebagai salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia diselamatkan oleh Bank Sentral AS yang mengumumkan rencana paket bantuan senilai US$85 miliar dengan imbalan 80% saham (paket bantuan tersebut pada kemudian hari meningkat hingga lebih dari US$130 miliar)
17 September: Lloyds TSB membeli perusahaan rival, yakni HBOS yang sedang berada dalam situasi sekarat. Pemerintahan Inggris mengabaikan semua isu-isu tentang persaingan usaha.
20-21 September: Muncul rincian rencana penyelamatan pemerintah AS senilai US$700 miliar untuk dua perusahaan yang terjerat utang, yakni Goldman Sachs dan Morgan Stanley. Ini adalah dua bank investasi tersisa yang mengubah status mereka menjadi bank holding company (bank sebagai perusahaan induk yang menguasai satu atau lebih bank-pen), sehingga mengakhiri model bank investasi ala Wall Street.
25 September: Washington Mutual, bank dengan penghematan terbesar di AS, akhirnya mengumumkan kepailitannya, lalu dibeli oleh JP Morgan.
29 September: DPR AS menolak paket penyelamatan bipartisan yang membuat indeks saham Wall Street jatuh hingga 778 poin. Ini adalah kejatuhan terbesar dalam sejarah Wall Street.
Wachovia, bank terbesar keempat, dibeli oleh Citigroup. Pemerintah Inggris menasionalisasi Bradford and Bingley, sementara pemerintahan Belgia, Belanda, dan Luksemburg masing-masing menasionalisasi bank Fortis dengan paket penyelamatan senilai €11 miliar. Pemerintah Islandia mengambil alih Glitnir, bank terbesar ketiga di negara tersebut. Pemerintah Jerman menambah jaminan kredit senilai €35 miliar untuk Hypo Real Estate.
30 September: Pemerintah Belgia dan Prancis menyuntikkan dana US$6,4 miliar ke Dexia, bank sentral terbesar ketiga yang banyak memberikan pinjaman ke pemerintahan-pemerintahan lokal. Irlandia menjamin cadangan dana enam bank besar mereka.
2 Oktober: DPR dan Presiden AS mengesahkan RUU yang mengatur pencairan dana senilai US$700 miliar untuk membeli aset-aset dari bank-bank yang “tidak likuid” dan bermasalah.
Oktober/November: Pemerintah AS, Inggris, dan negara-negara Eropa mengumumkan paket pinjaman, jaminan, dan penyelamatan bernilai multitriliun dolar, termasuk untuk menasionalisasi bank-bank besar di masing-masing negara.
November: Sistem mata uang dan perbankan Islandia terjerembap sehingga salah satu negara maju di Barat itu kembali ke titik nol. IMF masuk memberi bantuan.
Kejadian-kejadian tersebut sangat tidak terduga. Sejak terjadinya Great Depression pada 1930-an, tidak pernah lagi terjadi peristiwa sedahsyat dan separah itu dalam sistem keuangan dunia. Proposal pemerintah AS untuk membeli aset-aset yang sudah menjadi racun hingga senilai US$700 miliar dari sistem perbankan AS pada awalnya terjegal oleh 228–205 DPR AS, dengan banyak anggota dewan mengatakan betapa paket penyelamatan perbankan itu tidak populer di mata rakyat Amerika.
Orang-orang menunjukkan fakta bahwa Wall Street senantiasa senang gembira menjaga keuntungan miliaran dolar mereka tetap dalam tangan swasta. Akan tetapi selalu ingin “menasionalisasi” kerugian mereka agar dibayar oleh rakyat pembayar pajak Amerika ketika keadaan makin parah. Ketika orang-orang menderita akibat naiknya biaya pangan, energi, dan layanan kesehatan, paket kompensasi mantan bankir-bankir Wall Street terus dibayar dengan mantan staf Lehman yang sudah terlanjut menikmati bonus multimiliar dolar dari majikan baru mereka terhitung sejak 2009. Tidak mengherankan jika masyarakat sangat kecewa terhadap Wall Street dan konco-konconya di Washington.
Selain itu, sebagian kalangan juga mempertanyakan tindakan AS yang sudah terjerat utang triliunan dolar, ternyata masih mau mengeluarkan kebijakan penyelamatan yang menelan biaya luar biasa besar. Juga mempertanyakan tindakan pemerintah bisa terus memberikan uang ratusan miliar dolar ke pasar finansial AS dan dunia.
Dalam sebuah pidato enam tahun yang lalu, Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke mengungkapkan senjata rahasia kemampuan finansial AS, “Seperti halnya emas, dolar AS memiliki nilai karena keterbatasannya dalam hal ketersediaan. Akan tetapi pemerintah AS punya teknologi yang disebut mesin cetak (atau sekarang ada mesin cetak elektronik), yang memungkinkan pemerintah memproduksi dolar AS sebanyak mungkin dengan biaya produksi yang sangat minim.”
Kondisi fundamental kepercayaan kini telah mendapat pukulan telak. Satu-satunya upaya yang bisa diandalkan oleh pemerintahan negara-negara kapitalis adalah mesin cetak dan mesin cetak elektronik mereka itu. Hal ini telah menyelamatkan Bear Stearns, AIG, serta Freddie Mac dan Fannie Mae dengan biaya ratusan miliar dolar. Seluruh pendanaannya didapat dari uang cetak atau pinjaman dengan menerbitkan surat-surat berharga.
Langkah tersebut jelas menunjukkan tekad untuk menstabilkan sistem dalam jangka pendek terlepas dari berapa pun biayanya. Akan tetapi dampaknya yang amat tinggi terhadap inflasi dan devaluasi mata uang sama sekali tidak diperhitungkan. [MNews/RY-YG]
Bersambung ke “Pendahuluan” Bagian 4/4
Sumber: Jamal Harwood, Membedah Krisis Keuangan Global.
