Muslimah News, INTERNASIONAL — Sekali lagi, Donald Trump bersikap arogan dan mengancam pemerintah Afganistan dan umat muslim, dengan menyatakan: “Jika Afganistan tidak mengembalikan Pangkalan Udara Bagram kepada mereka yang membangunnya, Amerika Serikat (AS), hal-hal buruk akan terjadi.”
Juru bicara (jubir) kelompok dakwah ideologis Afganistan mengecam keras pernyataan Trump. Ia menganggap kesepakatan apa pun terkait masalah ini sebagai pengkhianatan terhadap Islam, jihad, dan perjuangan para syahid, serta memperingatkan bahwa kehadiran AS akan mengubah Afganistan menjadi medan pertempuran bagi kekuatan-kekuatan besar dan kolonial yang bersaing. “Kesombongan Trump harus dijawab dengan mengembalikan berdirinya Khilafah Rasyidah yang kedua,” ucapnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Senin (22-9-2025).
Pernyataan Trump, jelasnya, dapat dibaca sebagai upaya untuk menekan otoritas Afganistan agar mendapatkan konsesi politik, ekonomi, atau keamanan, atau sebagai ancaman yang ditujukan kepada negara-negara regional Islam. Sementara itu, ungkapnya, beberapa tokoh domestik dan asing melalui keterlibatan atau tekanan politik, berupaya mengubah para penguasa muslim dan mendorong mereka untuk mengalah, berkompromi, atau mencapai kesepakatan mengenai isu ini.
Menurutnya, mereka yang beranggapan keterlibatan yang lebih erat dengan AS, atau bahkan pengembalian militer, akan menguntungkan Afganistan, sangat keliru. “Ini adalah tipu daya yang sama yang mendorong para penguasa Arab yang berkhianat untuk bekerja sama dengan AS, dan penalaran yang sama yang ditawarkan oleh para penguasa republik, sebuah logika yang tidak menghasilkan apa-apa selain penghinaan, pelarian, keruntuhan, dan menjauhkan diri dari Islam,” bebernya.
Milik Umat
Tanah-tanah Islam, tegasnya, adalah milik umat Islam, dan hanya hukum Islam (syariat) yang memiliki otoritas sah untuk menentukan nasib mereka. “Amerika Serikat telah secara terbuka mendukung genosida di Gaza yang dilakukan oleh rezim Zion*s dan kini sedang mempersiapkan penjualan senjata ke ‘Israel’ senilai 6,4 miliar dolar AS agar lebih banyak umat Islam terbunuh, terlantar, dan kelaparan. Tanggapan apa yang ditawarkan Islam kepada para penindas yang arogan tersebut selain jihad dan perjuangan bersenjata?” tanyanya retoris.
Para penguasa Afganistan, pintanya, hendaknya memahami bahwa ibtila (ujian) ini berasal dari Allah Swt. untuk memisahkan orang-orang yang bersyukur dari orang-orang yang tidak bersyukur. “Ingat, selama kita masih terkungkung dalam kerangka negara-bangsa modern dan kriteria politiknya saat ini, semangat jihad kita akan melemah dalam upaya pemulihan hubungan dengan tatanan internasional, kita berisiko mengulangi sejarah kolonialisme di Afganistan. Musuh terus-menerus menggunakan tipu daya dan perencanaan untuk melemahkan umat Islam,” terangnya.
Umat Islam, katanya, harus mewaspadai kehinaan dan kecintaan dunia terhadap diri mereka sendiri dan masyarakat. “Mereka harus berupaya menjaga semangat Islam, keteguhan, dan jihad tetap hidup di masyarakat secara sistematis. Oleh karena itu, kita harus mengupayakan menciptakan kutub politik yang berpusat pada Islam dan umat Islam, yakni dengan menegakkan kembali Khilafah yang benar (Khilafah Rasyidah), sehingga musuh tidak akan berani mengancam kita dan berbicara tentang pendudukan tanah kita,” pungkasnya. [MNews/IK]
