Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Nabi saw. berangkat bersama para sahabatnya hingga mendahului kaum musyrik sampai ke Sumur Badar. Setelah itu kaum musyrik pun datang. Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Berdirilah kalian menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” Anas bin Malik berkata bahwa berkatalah Umair bin al-Humam al-Anshary, “Wahai Rasulullah! Benarkah yang kau maksud itu surga yang luasnya seluas langit dan bumi?” Rasulullah saw. menjawab, “Benar.” Umair berkata, “Ehm-ehm.” Rasulullah saw. bertanya kepada Umair, “Wahai Umair, apa yang mendorongmu untuk berkata ehm-ehm?” Umair berkata, “Tidak ada apa-apa, ya Rasulullah, kecuali aku ingin menjadi penghuninya.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya engkau termasuk penghuninya, wahai Umair!” Anas bin Malik berkata, “Kemudian Umair bin al-Humam mengeluarkan beberapa kurma dari wadahnya dan ia pun memakannya. Ia lalu berkata, ‘Jika aku hidup hingga aku memakan kurma-kurma ini, sesungguhnya itu adalah kehidupan yang lama sekali.’ Anas berkata, maka Umair pun melemparkan kurma yang dibawanya, lalu maju untuk memerangi kaum musyrik hingga terbunuh.” (HR Muslim).
Ada beberapa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari hadis di atas. Pertama, kapan pun kita dipanggil untuk memenuhi seruan dakwah dan jihad, bersiap dan segeralah memenuhi panggilan itu. Kedua, seorang pejuang Islam tidak menyia-nyiakan beramal di jalan Allah Taala karena balasannya ialah surga. Justru ia akan mengutamakan memenuhi kewajiban kepada Allah Taala. Ketiga, saat diuji maka selesaikanlah dengan kematangan berpikir yang dilandasi atas akidah, bukan dengan perasaan atau hawa nafsu. [MNews/RY-YG]
