Muslimah News, LENSA DAERAH — Pada Muharam yang istimewa, ratusan mubaligah se-Jawa Barat berkumpul menyatukan langkah dan gerak demi memperjuangkan penerapan Islam kafah di tengah umat.
Semangat para mubaligah ditandai dengan bergegasnya para pelita umat ini hadir di acara Liqa Muharam Mubaligah (LMM) yang diselenggarakan di Kota Bandung, Sabtu (19-7-2025).
Kafilah dari Banjar dan Ciamis yang terdiri dari puluhan mubaligah bahkan sudah berangkat dari daerahnya pada pukul 00.00 WIB. Meski tubuh tidak lagi muda, tetapi rasa kantuk dan dinginnya malam tidak membuat para rujukan umat ini mengurungkan langkah.
Mengusung tema “Muharam 1447 H, Saatnya Mubaligah Berjuang Menegakkan Islam Kafah”, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, kalimat iftitah dari aktivis dakwah nasional Iffah Ainur Rochmah tampak makin menyadarkan mubaligah betapa pentingnya perjuangan demi penerapan Islam secara kafah dengan hadirnya kembali simpul Islam pertama, yaitu pemerintahan Islam yang dahulu pernah ditegakkan oleh Baginda Rasulullah ﷺ.
Para narasumber berikutnya menerangkan bahwa para mubaligah harus melakukan perubahan agar kehidupan kembali kepada kesempurnaan Islam.
“Sebagai tempat rujukan umat, para mubaligah wajib membimbing dan memahamkan umat bahwa solusi dari semua persoalan hidup yang tengah melilit umat saat ini adalah kembali kepada syariat Islam secara kafah,” ucap seorang narasumber.
Selain itu, tambahnya, peran strategis mubaligah adalah mencegah, bahkan membongkar kemungkaran sistemis. “Kemudian, berdakwah di tengah umat guna melanjutkan kehidupan Islam melalui tegaknya institusi yang menjadikan Al-Quran dan Sunah sebagai dasar negaranya,” ungkapnya.
Sesi diskusi dan konsolidasi menggambarkan begitu semangatnya para mubaligah untuk bersegera menyampaikan Islam kafah di tengah umat. Dari pertanyaan yang disampaikan kepada para narasumber tersirat kesadaran para mubaligah terkait tanggung jawabnya sebagai pembela agama Allah.
Salah satu mubaligah asal Cirebon menyatakan sepakat bahwa harus ada perjuangan penegakan Islam secara kafah. Seorang mubaligah sekaligus pemangku pondok pesantren asal Tasikmalaya pun menyatakan komitmennya untuk terus menggaungkan perjuangan ini di tengah santrinya serta umat Islam pada umumnya.
Suasana haru kemudian menyelimuti ketika mubaligah pemangku pondok pesantren asal Ciamis membagikan pengalamannya bahwa siapa pun yang pernah mondok di pesantren pasti sepakat bahwa kajian pada hari itu merupakan penyempurna dari kajian-kajian di pesantren sebelumnya. [MNews/Kontributor daerah: LS/Jabar]
